Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nomor 10 Messi di Argentina Tak Bisa Dipensiunkan, Siapa Pewarisnya?

4 min read
Nomor 10 Messi di Argentina Tak Bisa Dipensiunkan, Siapa Pewarisnya?
potret Jersei Argentina Lionel Messi (unsplash.com/@dwlly)
  • Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama Argentina setelah laga melawan Benin pada 7 Oktober 2026 WIB, memicu pertanyaan mengenai penerus nomor punggung 10.
  • AFA tidak dapat memensiunkan nomor 10 secara permanen karena regulasi FIFA mewajibkan nomor 1-26 terdaftar berurutan pada kualifikasi dan turnamen Piala Dunia.
  • Lionel Scaloni belum menentukan pemakai nomor 10; Nico Paz menjadi kandidat favorit, dengan Franco Mastantuono, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada sebagai opsi lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laga antara Argentina melawan Benin pada Rabu (7/10/2026) WIB resmi menjadi akhir dari perjalanan sang legenda, Lionel Messi, bersama La Albiceleste. Pemain bernomor punggung 10 ini tidak hanya mengukir deretan prestasi gemilang, tetapi juga menjadikan seragam biru langit-putih ini sebagai simbol identitas dan kebanggaan publik Negeri Tango. Kepastian gantung sepatu sang kapten lantas memicu pertanyaan soal masa depan nomor keramat tersebut di tim nasional.

Di balik nilai historis dan daya pikatnya yang luar biasa, jersei nomor 10 Argentina menyimpan ikatan emosional mendalam. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan sempat berencana memensiunkan nomor tersebut secara permanen sebagai tribut paling mulia bagi sang maestro. Namun, aturan FIFA menolak permohonan ini karena mewajibkan tiap tim nasional mendaftarkan pemain dengan penomoran skuad secara berurutan tanpa ada angka yang terlewati.

  1. 1. Sejak era Diego Maradona, nomor 10 Timnas Argentina selalu diwariskan kepada playmaker

    Diego Maradona bisa dibilang sosok utama yang mengubah persepsi nomor 10 dari sekadar nomor punggung biasa menjadi identitas legendaris pemain sepak bola. Pencapaian fenomenalnya saat mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 menetapkan standar keagungan baru bagi barisan pengatur serangan penerusnya. Sejak momen bersejarah tersebut, nomor 10 langsung memikul ekspektasi publik yang sangat tinggi serta tuntutan kepemimpinan di dalam maupun luar lapangan.

    Usai pensiunnya Maradona dari panggung internasional, tanggung jawab mengenakan seragam nomor 10 beralih kepada generasi playmaker berikutnya. Para pemain kenamaan seperti Ariel Ortega, Pablo Aimar, hingga Juan Roman Riquelme bergantian mencoba menjawab ekspektasi publik Argentina yang rindu prestasi. Meskipun ketiganya menyuguhkan gaya permainan berkelas, bayang-bayang nama besar Maradona tetap menjadi beban tersendiri selama membela tim nasional.

    Nomor ikonis ini terus berpindah tangan di antara para kreator serangan terbaik La Albiceleste selama bertahun-tahun. Momen penting terjadi pada 2009 ketika Maradona, yang saat itu menjabat sebagai pelatih tim nasional, menyerahkan jersei nomor 10 kepada Lionel Messi. Momen itu menjadi awal era keemasan baru yang membawa Argentina kembali kompetitif di kancah sepak bola dunia lewat deretan pencapaian historis.

  2. 2. Menurut aturan FIFA, nomor 1–26 tidak bisa dipensiunkan karena alasan administrasi

    Dilansir BBC Sport, Presiden AFA, Claudio Tapia, pada 2024 sempat menyuarakan keinginannya mengistirahatkan nomor 10 ketika Lionel Messi pensiun. Namun, niat mulia ini terhalang regulasi FIFA dan konfederasi terkait pendaftaran pemain dalam turnamen resmi. Aturan kompetisi mengharuskan tiap tim nasional mendaftarkan nomor punggung secara berurutan tanpa boleh ada angka yang dilompati, dimulai dari nomor 1 hingga 26.

    AFA sebenarnya pernah melakukan upaya konkret untuk memensiunkan nomor 10 demi menghormati Diego Maradona sebelum bergulirnya Piala Dunia 2002. Permohonan resmi tersebut langsung ditolak FIFA karena dinilai bakal mengacaukan tatanan administrasi dan standar penomoran turnamen dunia. Akibat penolakan ini, AFA memasukkan kembali nomor 10 ke daftar skuad hingga akhirnya dikenakan Ariel Ortega.

    Meskipun regulasi FIFA sangat mengikat pada turnamen resmi, AFA masih memiliki sedikit ruang pada laga di luar ajang utama. Federasi diperbolehkan mengosongkan nomor 10 khusus untuk laga persahabatan serta turnamen tingkat benua seperti Copa America. Namun, ketika Argentina tampil pada kualifikasi maupun turnamen Piala Dunia di bawah naungan FIFA, nomor 10 wajib tercantum dalam daftar pendaftaran resmi tim.

  3. 3. Nico Paz jadi kandidat playmaker favorit yang mewarisi nomor 10 di Timnas Argentina

    Memasuki era baru pasca-Lionel Messi, Pelatih Lionel Scaloni telah menunjuk bek Cristian Romero sebagai kapten utama Argentina dengan Emiliano Martinez bertindak sebagai wakil kapten. Meski struktur kepemimpinan tim sudah terbentuk, Scaloni memilih tidak terburu-buru memberikan nomor 10 kepada pemain mana pun. Tim pelatih memilih bersabar sampai ada pemain yang tidak hanya jago secara skill, tetapi juga siap memikul beratnya sejarah nomor tersebut.

    Di antara jajaran pemain muda, nama Nico Paz yang saat ini membela Como 1907 mencuat sebagai kandidat paling favorit. Gelandang berusia 22 tahun ini dikenal memiliki kemampuan olah bola mumpuni untuk membuka ruang di antara garis pertahanan lawan serta ditopang kekuatan kaki kiri yang dominan. Gaya mainnya sebagai kreator serangan murni dinilai sangat cocok untuk melanjutkan tradisi playmaker klasik Timnas Argentina.

    Kandidat prospektif lainnya adalah Franco Mastantuono, talenta muda berusia 19 tahun yang menunjukkan lonjakan karier di level klub. Mastantuono mengandalkan kontrol bola yang rapat serta kemampuan penetrasi menusuk pertahanan lawan menggunakan keunggulan kaki kirinya. Kehadiran pemuda ini memberikan AFA opsi jangka panjang yang segar untuk menjaga kesinambungan kreativitas di lini serang La Albiceleste.

    Selain para pemain muda, Scaloni juga punya opsi dari pilar senior yang menjadi bagian skuad juara Piala Dunia 2022. Nama-nama berpengalaman seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister yang sudah terbiasa mengenakan nomor 10 di Liverpool, serta Thiago Almada masuk dalam radar potensial. Pengalaman bertanding di kompetisi level tertinggi membuat jajaran pemain senior ini menjadi pilihan yang relatif stabil untuk meneruskan warisan Messi.

    Nomor 10 di Timnas Argentina akan terus menjadi simbol kebesaran yang memadukan sejarah panjang dan harapan lahirnya bintang baru. Siapa pun yang nantinya mengenakan jersei tersebut memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nama harum tradisi sepak bola Negeri Tango di panggung dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More