Merujuk pada aturan Premier League pasal W.51, komisi independen mengantongi wewenang penuh untuk menetapkan bentuk hukuman. Sanksi yang membayangi meliputi pengurangan poin, pembatalan gelar juara periode 2009–2018, denda skala besar, hingga pencoretan dari kompetisi. Opsi pencoretan keanggotaan atau degradasi paksa menjadi ancaman paling serius bagi keberlangsungan tim di kasta tertinggi.
Vonis bersalah ini membuka jalan bagi para rival untuk mengajukan gugatan hukum secara kolektif. Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur bersiap menuntut ganti rugi hingga ratusan juta pound sterling. Langkah ini didasari akibat kerugian finansial yang mereka tanggung akibat kehilangan peluang mengangkat trofi kejuaraan dan tiket bernilai tinggi ke Liga Champions Eropa.
Dilansir Telegraph, dari jajaran Big Six, Chelsea memilih absen dan menolak bergabung dalam aksi gugatan hukum tersebut. Sikap ini tidak lepas dari kuatnya pengaruh jaringan investasi Abu Dhabi di ranah bisnis global, terutama sepak bola. Para pemilik klub diyakini mempertimbangkan peran vital Mubadala, dana kekayaan berdaulat (sovereign wealth fund) pimpinan Khaldoon Al-Mubarak, yang bernilai strategis bagi peta finansial mereka.
Dari internal Manchester City, putusan ini berpotensi merusak iklim kerja serta meruntuhkan struktur manajemen senior. Posisi jajaran petinggi klub, seperti Chairman Khaldoon Al Mubarak dan CEO Ferran Soriano, kini berada di ujung tanduk. Pengunduran diri para eksekutif kunci bakal mengguncang stabilitas manajerial yang selama ini menopang operasional tim.
Ketidakpastian arah klub turut membayangi masa depan para pemain. Absennya kepastian tampil di ajang Eropa bisa memicu kepindahan massal sejumlah pilar penting secara bersamaan. Situasi sulit ini mengancam keberlanjutan prestasi yang telah dibangun klub lewat investasi dana yang sangat besar.
Kasus Manchester City menjadi titik balik penting dalam penegakan transparansi anggaran di ranah sepak bola profesional. Hukuman atas 114 pelanggaran ini menegaskan, kepatuhan regulasi finansial berlaku setara bagi semua kontestan dalam menjaga integritas kompetisi jangka panjang.