Rodri ditunjuk sebagai kapten Spanyol untuk Piala Dunia 2026 oleh Luis de la Fuente selaku pelatih. Keputusan ini berdasarkan pengalaman matangnya dalam memimpin tim. Sang pelatih memercayai kemampuan Rodri dalam mendikte permainan tim dapat dijalankan dengan baik melalui perannya sebagai kapten. Hal ini terbukti jitu selama Piala Dunia 2026.
Tugas baru tersebut bukan menjadi beban baginya, melainkan tantangan yang harus dijalani. Rodri menunjukkan peran sentralnya dalam menjaga tempo permainan. Sosoknya yang spartan membuatnya kerap memutus serangan lawan di lini tengah. Performa ini terbukti dengan tangguhnya Spanyol. Sejak fase grup hingga semifinal, Spanyol hanya kebobolan 1 kali dari 7 laga. Konsistensinya sepanjang turnamen hingga mampu membawa tim melaju ke final.
Ketika Spanyol menang 2-1 atas Belgia di perempat final, Rodri menunjukkan kelasnya sebagai gelandang elite. Meski Spanyol harus kebobolan untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026, penampilannya tetap mendapatkan banyak atensi dan pujian. Pada laga tersebut, ia menyamai rekor Toni Kroos sebagai pemain dengan line-breaking pass atau umpan terobosan dari lini pertahanan ke penyerangan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dengan total 62 kali.
Teranyar, Rodri tampil gemilang ketika Spanyol menekuk Prancis 2-0. Melansir FotMob, Rodri memenangkan sebelas kali duel, terbanyak dari pemain lain. Rodri melakukan 82 sentuhan dengan mencatatkan 87 persen umpan akurat, 6 kontribusi defensif, 4 tekel, 2 clearances, dan 2 recoveries. Statistik bertahan ini membuktikan krusialnya Rodri di lini tengah Spanyol. Rodri mampu meredam agresivitas Michael Olise yang menjadi otak permainan Prancis. Kondisi ini membuat Prancis kehilangan kreativitasnya sehingga gagal mencetak gol meski dihuni pemain tajam macam Kylian Mbappe hingga Ousmane Dembele.