Menikmati Rodri, sang Metronom Spanyol di Piala Dunia 2026

- Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Prancis 2-0, dengan Rodri tampil dominan sebagai pengatur tempo permainan meski tidak mencetak gol.
- Rodri bangkit dari cedera ACL dan kembali menunjukkan performa elite, menjadi kapten yang memimpin Spanyol hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen hingga semifinal.
- Rodri siap menghadapi ujian besar di final Piala Dunia 2026, berpeluang membawa Spanyol pecahkan rekor 38 laga tak terkalahkan sekaligus meraih gelar dunia kedua.
Spanyol sukses melangkah ke final Piala Dunia 2026. Keberhasilan tersebut diperoleh setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0. Bertarung di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, Spanyol menang berkat gol penalti Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.
Salah satu sosok krusial keberhasilan Spanyol menembus final kedua sepanjang sejarah tersebut adalah Rodri. Meski tidak mencatatkan namanya di papan skor, kontribusinya di atas lapangan mampu meredam agresivitas Prancis. Rodri berhasil menjadi metronom permainan tim. Performa apiknya sebagai jenderal lapangan tengah membawa Spanyol ke partai puncak Piala Dunia 2026.
1. Sempat mengalami cedera ACL, Rodri mampu kembali ke performa terbaiknya
Rodri menunjukkan performa puncaknya pada medio 2023–2024. Ia menjadi bagian integral Manchester City meraih treble winners hingga menjuarai English Premier League selama 4 musim beruntun. Konsistensinya ini berlanjut dengan membawa Spanyol menjuarai Euro 2024. Rodri terpilih sebagai Player of the Tournament berkat kepiawaiannya mengawal lini tengah Spanyol. Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Rodri meraih Ballon d’Or 2024.
Sayangnya, kiprah impresif Rodri tersebut terhenti karena cedera. Ia mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada September 2024. Gelandang kelahiran Madrid ini mesti absen selama hampir semusim dan baru kembali pada April 2025. Pada 2025/2026, Rodri mulai bermain lagi. Namun, performanya naik turun dan sempat menderita cedera lagi. Rodri bahkan sempat diragukan tampil di Piala Dunia 2026. Beruntungnya, ia pulih tepat waktu menjelang akhir musim sehingga tenaganya bisa diandalkan Spanyol.
2. Sosok kapten yang mengatur tempo permainan Spanyol di Piala Dunia 2026
Rodri ditunjuk sebagai kapten Spanyol untuk Piala Dunia 2026 oleh Luis de la Fuente selaku pelatih. Keputusan ini berdasarkan pengalaman matangnya dalam memimpin tim. Sang pelatih memercayai kemampuan Rodri dalam mendikte permainan tim dapat dijalankan dengan baik melalui perannya sebagai kapten. Hal ini terbukti jitu selama Piala Dunia 2026.
Tugas baru tersebut bukan menjadi beban baginya, melainkan tantangan yang harus dijalani. Rodri menunjukkan peran sentralnya dalam menjaga tempo permainan. Sosoknya yang spartan membuatnya kerap memutus serangan lawan di lini tengah. Performa ini terbukti dengan tangguhnya Spanyol. Sejak fase grup hingga semifinal, Spanyol hanya kebobolan 1 kali dari 7 laga. Konsistensinya sepanjang turnamen hingga mampu membawa tim melaju ke final.
Ketika Spanyol menang 2-1 atas Belgia di perempat final, Rodri menunjukkan kelasnya sebagai gelandang elite. Meski Spanyol harus kebobolan untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026, penampilannya tetap mendapatkan banyak atensi dan pujian. Pada laga tersebut, ia menyamai rekor Toni Kroos sebagai pemain dengan line-breaking pass atau umpan terobosan dari lini pertahanan ke penyerangan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dengan total 62 kali.
Teranyar, Rodri tampil gemilang ketika Spanyol menekuk Prancis 2-0. Melansir FotMob, Rodri memenangkan sebelas kali duel, terbanyak dari pemain lain. Rodri melakukan 82 sentuhan dengan mencatatkan 87 persen umpan akurat, 6 kontribusi defensif, 4 tekel, 2 clearances, dan 2 recoveries. Statistik bertahan ini membuktikan krusialnya Rodri di lini tengah Spanyol. Rodri mampu meredam agresivitas Michael Olise yang menjadi otak permainan Prancis. Kondisi ini membuat Prancis kehilangan kreativitasnya sehingga gagal mencetak gol meski dihuni pemain tajam macam Kylian Mbappe hingga Ousmane Dembele.
3. Ujian besar Rodri memimpin Spanyol di final Piala Dunia 2026
Rodri telah menunjukkan kepiawaiannya sebagai gelandang bertahan. Sebagai kapten, tantangan besarnya akan hadir pada final Piala Dunia 2026. Kendati punya pengalaman matang, pemain berusia 30 tahun ini kali pertama akan memimpin tim di final turnamen besar. Dengan rekor yang berpotensi bisa dipecahkan, Rodri akan sekali lagi diandalkan Spanyol.
Kemenangan atas Prancis membuat Spanyol melewati catatan 36 laga tak terkalahkan Argentina pada 2019–2022. Spanyol kini berhasil menyamai rekor 37 laga unbeaten beruntun yang dibuat Italia medio 2018–2021. Spanyol pun di ambang memecahkan rekor sebagai tim nasional dengan 38 laga tanpa kekalahan jika mampu menang di final Piala Dunia 2026.
Spanyol tinggal menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina pada laga semifinal lain. Baik Inggris maupun Argentina sama-sama tim kuat. Terlepas siapa lawan di final, Rodri akan berupaya maksimal untuk membawa Spanyol merengkuh titel Piala Dunia kedua. Perannya sebagai konduktor permainan Spanyol akan diuji di pentas akbar final Piala Dunia 2026.
Rodri punya kualitas berkelas dengan ketangguhan fisik dan kemampuan dalam membaca permainan. Ini yang membuatnya tak tergantikan di lini tengah Spanyol. Jika mampu kembali menunjukkan performa berkelas seperti laga-laga sebelumnya, La Roja berpeluang besar keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Akankah hal itu terwujud? Menarik dinantikan.









.jpg)







