Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Makin Ruwet, UEFA Tuding Infantino Jalin Hubungan Terlarang

Makin Ruwet, UEFA Tuding Infantino Jalin Hubungan Terlarang
Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • UEFA mengonfirmasi pembayaran pesangon dan biaya program MBA kepada seorang mantan pegawai.
  • Gianni Infantino membantah tuduhan bahwa pembayaran itu berkaitan dengan dugaan hubungan pribadi.
  • Kontroversi berlangsung ketika hubungan FIFA dan UEFA disebut berada dalam kondisi tegang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantahan Gianni Infantino sudah cukup?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Konflik antara FIFA dengan UEFA kini memasuki babak baru. Setelah melancarkan mosi tak percaya, UEFA kini melayangkan serangan bersifat personal kepada Presiden UEFA, Gianni Infantino.

UEFA menduga Infantino memiliki hubungan terlarang dengan salah seorang eks pegawai UEFA. Hal itu, diklaim UEFA, diketahui ketika Infantino menyetujui pembayaran pesangon besar kepada mantan pegawai tersebut saat masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA.

  1. 1. Bukan cuma pesangon, tapi juga biaya pendidikan

    mercedes 2.jpg
    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9).

    Melansir CNN, bukan cuma pembayaran pesangon, tapi UEFA mengaku tahu ada uang yang dipakai untuk membiayai pendidikan MBA bagi pegawai tersebut. UEFA heran dana tersebut bisa mengalir dengan mudah, padahal regulasi mengenai kompensasi pegawai telah diperketat sejak 2016, tanpa memandang jabatannya.

    "Pembayaran pesangon telah diberikan kepada individu yang bersangkutan, disertai dengan biaya untuk mengikuti program MBA di sebuah sekolah bisnis setempat. Pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi staf yang meninggalkan organisasi pada saat itu. Peraturan tersebut telah diperketat sejak 2016, dan peraturan staf yang berlaku saat ini, yang diterapkan kepada seluruh karyawan UEFA, di tingkat apa pun, mencerminkan standar berlaku di organisasi modern dan berprofil tinggi," tulis UEFA.

  2. 2. Infantino bantah adanya tuduhan perselingkuhan

    WhatsApp Image 2025-06-18 at 18.30.36.jpeg
    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Dok. PSSI)

    Eks pegawai perempuan itu, disebutkan memiliki hubungan spesial dengan Infantino saat masih bekerja di UEFA. Eks pegawai tersebut juga diklaim sempat dipromosikan ke posisi manajerial dengan penghasilan lebih tinggi sebelum akhirnya meninggalkan organisasi.

    Namun, UEFA tidak mengungkap identitas mantan pegawai tersebut. Melalui juru bicara FIFA, Infantino membantah seluruh tuduhan mengenai dugaan hubungan pribadi yang menjadi alasan pembayaran tersebut.

    "Dengan tegas menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut, sama sekali tidak benar. Setiap inisiasi mengenai tindakan yang tidak pantas atau pelanggaran terhadap statuta maupun peraturan merupakan tindakan pencemaran nama baik," ujar Juru Bicara FIFA, mengutip CNN.

  3. 3. Hubungan FIFA dan UEFA memburuk

    Logo UEFA (Dok. UEFA)
    Logo UEFA (Dok. UEFA)

    Kontroversi ini muncul ketika hubungan FIFA dan UEFA sedang berada pada titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. UEFA bersama AFC dan CONCACAF sudah melayangkan mosi tak percaya kepada FIFA.

    Hal itu dituangkan dalam surat bersama, setelah FIFA berinisiatif menjual hak komersial dan operasional Piala Dunia lewat program FIFA Forward Enterprise. Meskipun proposal tersebut akhirnya dibatalkan, UEFA menyatakan masih tak percaya dengan kepemimpinan FIFA saat ini di bawah Infantino.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More