Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Motif Tevez Cabut dari MU dan Gabung ManCity: Balas Ferguson
ilustrasi tampilan dalam Etihad Stadium, kandang Manchester City (unsplash.com/Jonny Gios)
  • Carlos Tevez mengungkap kepindahannya ke Manchester City pada 2009 dipengaruhi kekecewaan terhadap janji Sir Alex Ferguson.

  • Tevez merasa kesempatan bermain dan kepastian kontraknya di Manchester United tidak sesuai harapan.

  • Selama membela City, Tevez mencetak 73 gol dalam 148 pertandingan dan menganggap kepindahan itu sebagai bentuk balasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2009 lalu

Carlos Tevez bergabung dengan Manchester City setelah masa peminjamannya bersama Manchester United.

Selama empat tahun

Tevez membela Manchester City dan mencetak 73 gol dalam 148 pertandingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Carlos Tevez mengungkap alasan kepindahannya dari Manchester United ke Manchester City sebagai bentuk balasan atas perlakuan yang diterimanya.
  • Who?
    Carlos Tevez, Sir Alex Ferguson, Manchester United, dan Manchester City.
  • Where?
    Tevez bergabung dengan Manchester City dan sebelumnya membela Manchester United di Old Trafford.
  • When?
    Kepindahan Tevez ke Manchester City terjadi pada 2009 lalu setelah dua musim bersama Manchester United.
  • Why?
    Tevez kecewa karena janji mengenai kontrak permanen dan masa depannya di Manchester United tidak terwujud.
  • How?
    Tevez meninggalkan Manchester United, bergabung dengan Manchester City, lalu mencetak 73 gol dalam 148 pertandingan selama empat tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Carlos Tevez pindah dari Manchester United ke Manchester City pada 2009. Ia kecewa karena Sir Alex Ferguson pernah berjanji akan membuat kontraknya tetap, tetapi hal itu tidak terjadi. Tevez merasa disisihkan dan kemudian bermain empat tahun untuk City, sambil menganggap kepindahan itu sebagai balasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengalaman Carlos Tevez menunjukkan kontribusi seorang pemain tetap tercatat meski hubungan dengan klub berakhir dalam kekecewaan. Di Manchester United, ia membantu meraih gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Setelah pindah, Tevez juga tampil produktif bersama Manchester City dengan mencetak 73 gol dalam 148 pertandingan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pernyataan mengejutkan datang dari Carlos Tevez. Setelah sekian lama, Tevez akhirnya mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk bergabung dengan Manchester City pada 2009 lalu.

Mantan penyerang asal Argentina itu mengaku kepindahannya ke Etihad Stadium bukan sekadar persoalan karier. Keputusan itu diambil Tevez lantaran rasa kecewa terhadap Sir Alex Ferguson yang dinilainya tidak menepati janji mengenai masa depannya bersama Manchester United.

1. ManCIty sebagai sarana balas dendam

Etihad Stadium, markas Manchester City (Pexels.com/Yoohaina Edwards)

Kepindahan Tevez ke ManCity memang menjadi sebuah sensasi di Inggris kala itu. Sebab, dia menyeberang langsung ke rival sekota Setan Merah. Memang, saat bela MU, status Tevez adalah pinjaman dari West Ham. Namun, tetap saja bagi suporter kedua tim, kepindahan secara langsung sama haramnya seperti pemain Barcelona ke Real Madrid.

"Tapi, kalau boleh memilih, ya, bisa dibilang saya punya pengalaman yang sangat menyenangkan di MU. Sementara itu, tim yang satunya, ManCity, bagi saya seperti sebuah ajang balas dendam karena, bagaimana ya mengatakannya, saya merasa tidak mendapatkan kembali apa yang sudah diberikan," kata Tevez, mengutip Daily Mirror.

2. Teringat janji Ferguson

Sebagai pemain pinjaman, Tevez mengaku sempat meminta kejelasan masa depannya dari manajer legendaris MU, Sir Alex Ferguson. Dalam sebuah pembicaraan, Tevez mengaku Ferguson mengumbar janji untuk mempermanenkannya di akhir musim. Kala itu, Tevez juga mengingat Ferguson secara jujur menyatakan niat untuk merekrut Dimitar Berbatov. Tapi, Ferguson meminta agar Tevez tetap tenang karena posisinya aman dan kontrak permanennya segera diurus.

"Mereka berbicara kepada saya tentang kontrak dua tahun dengan status pinjaman (loan). Setelah itu, jika saya bermain dengan baik, mereka akan membayar untuk mempermanenkan kontrak saya setelah satu tahun. Fergie berkata kepada saya, 'Carlos, saya akan menebus kontrakmu dan tetap tinggal di Manchester'," kata Tevez.

Bagi Tevez, kala itu pembicaraan tersebut memberikan harapan bisa menjadi bagian dari rencana jangka panjang MU. Namun, situasi yang terjadi tak sesuai janji.

"Saya ingat percakapan dengan Fergie. Dia berkata,'Saya akan membayar untuk mendatangkan Berbatov, tetapi jangan khawatir. Saya juga akan membelimu dan kami akan menyelesaikan kontrakmu'," kata Tevez.

3. Tevez merasa disisihkan

ilustrasi Manchester United (unsplash.com/colinandmeg)

Kekecewaan Tevez semakin besar karena merasa disisihkan meskipun sudah memberikan segalanya untuk MU. Selama dua musim di Old Trafford. Kala itu, Tevez membantu tim meraih gelar Premier League dan Liga Champions. Ketidakjelasan mengenai masa depannya terasa sangat menyakitkan bagi penyerang Argentina tersebut.

"Bagi saya, itu sulit. Saya merasa sudah memberikan hati ini kepada MU, tetapi saya tidak merasakan hal yang sama," kata Tevez.

Tevez menduga keputusan mendatangkan pemain lain turut berkaitan dengan upaya klub menekan nilai transfernya. Tevez merasa perlakuan tersebut membuat posisinya semakin tersisihkan. Inilah yang membuat Tevez memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungan dengan MU dan memilih menyeberang ke ManCity.

"Namun, pada bulan kedua tahun itu, saya sudah tidak mau tahu lagi. Saya sudah kehilangan keinginan untuk melanjutkannya. Menurut saya, sejak hari ketika kami berbicara di Los Angeles, Ferguson punya waktu hingga enam bulan untuk menepati janjinya. Namun, dia tidak melakukannya. Sebaliknya, dia mulai mencadangkan saya. Dalam pikiran ini, dia mulai mengesampingkan saya agar nilai transfernya bisa diturunkan. Dan itulah hal yang paling menyakitkan bagi saya," kata Tevez.

Curated For You

Editorial Team

Related Article