MU Kalah Lagi, Martinez Malah Semprot Keluarga Glazer

Lisandro Martinez mengkritik manajemen Manchester United setelah kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions.
Menurut Martinez, MU membutuhkan penguatan di seluruh posisi agar memiliki kedalaman skuad yang layak.
Martinez menilai pergantian manajer setiap musim tidak akan menyelesaikan persoalan tim.
Jakarta, IDN Times - Kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid dalam matchday 2 Liga Champions, Rabu dini hari WIB (14/10/2026), memicu konflik internal. Bek MU, Lisandro Martinez, belakangan melayangkan kritik kepada manajemen klub atas performa buruk MU.
Dalam wawancara bersama Amazon Prime, Martinez tak mengakui kesalahannya dalam kekalahan MU dari Atletico. Justru, menurut pria Argentina itu, performa buruk MU disebabkan oleh kesalahan pemilik klub, yakni Keluarga Glazer.
"Buruk, sangat buruk. Saya harus mengontrol diri, tapi terkadang ketika berkaca pada klub di momen ini, membuat semuanya sulit. Musim lalu, kami bekerja fantastis. Sekarang, kami berharap lebih pada manajemen di atas. Lebih banyak pemain yang bisa berkompetisi, karena banyak tim belanja besar," ujar Martinez.
1. Wajar Atletico menang atas MU, kenapa?

Para pemain Atletico Madrid merayakan kelolosan ke semifinal Liga Champions (AFP / Thomas Coex) Menurut Martinez, Atletico wajar menang. Merunut pada kualitas tim, bagi Martinez, Atletico jauh lebih baik dan kuat ketimbang Setan Merah. Hal itu juga terlihat dari skema permainan Atletico yang efektif.
"Saya berharap lebih, 100 persen, dari Direktur Teknik (Jason Wilcox). Saya harus jujur, sebagai pemain, kami harus melakukan lebih. Tapi, penting juga ketika punya tim yang kuat harus bersiap menghadapi malam berat seperti ini," ujar Martinez.
2. Perlu penguatan di seluruh posisi
Seluruh posisi di MU, dijelaskan Martinez, perlu penguatan. Tak spesifik di sektor bek kiri, kanan, atau lini depan, Martinez merasa MU harus memiliki kedalaman skuad yang layak.
"Secara umum, semuanya. Musim lalu kami melakukan segalanya, mengkreasi segala bahan untuk menciptakan tim luar biasa. Menyebalkan, mengecewakan. Saya gak melihat tim ini mencoba demi meraih hasil positif." kata eks bek Ajax Amsterdam itu.
3. Jangan ganti manajer terus
Terkait posisi Michael Carrick di kursi manajer, Martinez merasa tak perlu ada pergantian. Mengganti manajer di setiap musim, bagi Martinez, tak akan ada pengaruhnya.
Sebab, setiap perkembangan bisa terganggu akibat seringnya sebuah tim mengganti manajer atau pelatih, ketika hasil pertandingan yang muncul selalu buruk.
"Dia melakukan yang terbaik. Setiap musim berbeda. Anda gak bisa bertahan dengan cara yang sama. Tim lawan tahu bagaimana cara main, setiap detail. Jadi, jika tak berubah, jadi masalah besar. Lalu, Anda gak bisa selalu mengganti manajer. Bagaimana area lain? Saya gak bisa bilang lebih jauh. Mudah bicara soal pelatih, pemain, tapi harus lihat area lain," kata Martinez.



















