Comscore Tracker

Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Persiraja Bubarkan Skuat

Manajemen akui sudah habis anggaran Rp2 miliar di Yogyakarta

Banda Aceh, IDN Times - Liga 1 Indonesia musim 2020 hingga kini belum memiliki kejelasan kapan akan kembali digulirkan pasca diberhentikan secara remsi pada 22 Maret 2020 lalu dikarenakan pandemik Virus Corona atau COVID-19 merebak di Indonesia.

Belum adanya kejelasan dari pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) serta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator, membuat Persiraja Banda Aceh, salah satu tim peserta pesimis.

Padahal, tim asal ibu kota Provinsi Aceh tersebut begitu antusias dan bersemangat untuk melanjutkan kompetisi kasta tertinggi sepak bola di tanah air yang sebelumnya direncanakan kembali bergulir pada awal Oktober 2020.

1. Membubarkan skuat karena tidak ada kejelasan berlanjutnya Liga 1

Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Persiraja Bubarkan SkuatLatihan perdana Persiraja Banda Aceh, di di Stadion H Dhirmurthala, Lampineung, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Persiraja Banda Aceh sudah tak berharap banyak lagi pada kompetisi yang tak kunjung jelas, Fakrurrazi Quba dan kawan-kawan hampir satu bulan berada di Yogyakarta dan akan kembali ke Aceh.

Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani membenarkan bahwa timnya sudah diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. 

“Pemain sudah kita bubarkan, pemain Aceh pulang ke Aceh dan yang lain pulang ke daerah masing-masing, termasuk pemain asing akan pulang ke negaranya,” kata Rahmat, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Persiraja Ancam Tak Ikut Liga 1 Jika Kick-off Digelar Desember

2. Persiraja begitu kecewa dengan pihak penyelenggara

Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Persiraja Bubarkan SkuatPresiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin (IDN Times/Saifullah)

Pihak manajemen Persiraja Banda Aceh sudah tidak banyak lagi berharap jika kompetisi Liga 1 bisa kembali bergulir tahun ini. Pemain untuk saat ini sudah dibubarkan dan pulang ke daerah masing-masing.

Sementara, para pemain yang berasal dari Aceh akan kembali ke Tanah Rencong pada Minggu (25/10/2020) mendatang.

“Tentu saja ini keputusan yang sangat berat di tengah kondisi tim yang sedang bagus dan kita terpaksa harus membubarkan tim karena kompetisi yang belum jelas. Ketika kompetisi sudah pasti nantinya, kita akan panggil kembali semua pemain,” ujarnya.

3. Telah habis anggaran mencapai Rp2 miliar selama menunggu

Liga 1 Tak Kunjung Jelas, Persiraja Bubarkan SkuatLatihan perdana Persiraja Banda Aceh, di di Stadion H Dhirmurthala, Lampineung, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Sehubungan dengan itu, Rahmat menyampaikan, selama menunggu kepastian dari PSSI dan PT LIB mengenai kembali bergulirnya liga, pihaknya telah banyak mengeluarkan anggaran. Bahkan diakui, telah mencapai Rp2 miliar.

Adapun anggaran tersebut dikatakan Rahmat, digunakan para pemain skuad Lantak Laju -julukan Persiraja- mulai dari tiket pergi maupun pulang untuk pemain lokal dan pemain asing, konsumsi tim, sewa bus latihan, gaji pemain, sewa lapangan latihan, penginapan, dan lain sebagainya.

“Sudah habis Rp2 miliar untuk kebutuhan tiket pulang dan pergi, termasuk tiket pemain asing kembali ke Brazil hingga sewa lapangan latihan,” ungkapnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, Persiraja Banda Aceh telah bertolak ke Yogyakarta sejak 27 September 2020 untuk mengikuti Liga 1 yang rencananya akan bergulir pada Oktober 2020. Mereka tiba dengan 28 pemain serta 17 tim pelatih maupun ofisial. Selama ini mereka menginap di Hotel Novotel, Yogyakarta.

Bahkan, pihak manajemen telah mempersiapkan keperluan tim di Bogor, sebab sebelumnya tim Kota Banda Aceh itu dijadwalkan akan menantang Tira Persikabo pada 3 Oktober 2020 mendatang, dalam lanjutan Liga 1 pekan keempat.

Sebelumnya, PSSI dan PT LIB dalam pertemuan dengan klub beberapa waktu lalu belum bisa memastikan kapan keputusan kompetisi akan digulir kembali.

PSSI hanya memberi gambaran kompetisi akan dijalankan pada 1 November jika mendapat izin, atau 1 Desember 2020, atau 1 Januari 2021. Hal ini yang membuat Persiraja memilih untuk tidak bertahan lebih lama lagi Yogyakarta. 

Baca Juga: Sudah Terlanjur Sampai Yogyakarta, Persiraja: PT LIB Tak Profesional

Topic:

  • Muhammad Saifullah
  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya