Jakarta, IDN Times - Euforia nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Ekuador berubah menjadi tragedi berdarah. Dua pembunuh bayaran menembaki kerumunan warga yang sedang menyaksikan pertandingan negaranya kontra Curacao dari layar tancap di jalanan, Minggu (21/6/2026) pagi WIB. Penembakan massal ini meletus di pusat kota Ibarra, ibu kota Provinsi Imbabura. Marca melansir, serangan brutal tersebut menyisakan duka mendalam dengan jatuhnya 1 korban jiwa dan 6 orang lainnya mengalami luka tembak serius.
Nobar Piala Dunia 2026 di Ekuador Berujung Maut, 1 Orang Tewas

1. Tembakan brutal di tengah pertandingan
Kemeriahan warga Ibarra yang berkumpul di depan layar nobar mendadak pecah saat pertandingan memasuki pertengahan babak. Letnan Kolonel Polisi, Ismael Varas, mengungkapkan, kedua pelaku tiba-tiba menerobos ke kerumunan. Mereka melepaskan tembakan secara brutal.
Aparat menduga serangan ini adalah eksekusi terencana. Ia ada untuk menghabisi salah satu orang yang hadir di lokasi nobar tersebut. Namun, tembakan yang membabi buta justru memakan banyak korban sipil.
2. Remaja 16 tahun tewas, pejabat lokal kritis
Akibat serangan tersebut, seorang gadis remaja berusia 16 tahun dilaporkan tewas di tempat. Sementara itu, enam korban luka lainnya segera dilarikan ke rumah sakit. Anggota dewan kota, Mery Congo, juga ikut menjadi korban. Kondisinya dikabarkan kritis akibat luka tembak yang bersarang di bagian tengkorak kepalanya.
3. Pelaku ternyata di bawah umur
Pelaku sempat melarikan diri. Salah satu eksekutor berhasil diringkus polisi dalam waktu singkat. Mirisnya, kedua pelaku tersebut masih di bawah umur. Mereka baru menginjak usia 16 tahun.
Polisi telah mengantongi identitas rekan pelaku yang berhasil kabur. Fenomena ini kembali menyoroti modus mengerikan geng kriminal di Ekuador yang sengaja merekrut anak di bawah umur sebagai pembunuh bayaran. Sebab, mereka akan menerima hukuman yang jauh lebih ringan jika tertangkap.