Elliot Anderson memulai kariernya di Manchester City dengan memilih nomor punggung 5. Label mahal senilai 116 juta pound sterling atau Rp2,80 triliun melekat kepadanya. Berstatus sebagai pembelian termahal, gelandang berusia 23 tahun ini siap berkontribusi dalam masa transisi Manchester City sepeninggal Pep Guardiola. Sebelum Elliot Anderson, mari melihat kiprah lima pengguna nomor punggung 5 terakhir di Manchester City.
5 Pengguna Nomor Punggung 5 Manchester City sebelum Elliot Anderson
.jpg)
1. John Stones menjelma sebagai benteng kokoh pertahanan Manchester City
Sebelum Elliot Anderson, John Stones merupakan pengguna terakhir nomor 5 di Manchester City. Kariernya membentang panjang pada 2016–2026. Dalam sedekade terakhir, ia berperan krusial di barisan pertahanan menghadirkan kejayaan dan berbagai prestasi mentereng. Ini termasuk torehan bersejarah Manchester City saat meraih treble winners pada 2022/2023 lalu.
Stones adalah pemain yang didatangkan Manchester City pada era awal Pep Guardiola. Kala itu, performanya di Everton membuat Manchester City membelinya mahal. Ia tidak hanya sebentar, tetapi benar-benar menjadi fondasi permainan tim. Ini terbukti melalui catatan 295 laga dengan kontribusi 19 gol dan 9 assist. Kiprahnya mampu membawa Manchester city mendominasi dengan total 19 trofi, termasuk 6 kali menjuarai English Premier League.
2. Pablo Zabaleta diandalkan pada era awal akuisisi Manchester City
Pablo Zabaleta memperkuat Manchester City pada 2008–2017. Ia merupakan pemain terakhir yang dibeli Manchester City sebelum diakuisisi pada 1 September 2008. Kendati begitu, ia datang untuk bersaing dan mampu menunjukkan tajinya. Dengan nomor 5 yang ikonis, ia bertahan di Etihad Stadium selama 9 tahun meski beberapa kali berganti pelatih.
Sosok asal Argentina ini dominan mengisi peran sebagai bek kanan. Kendati begitu, Zabaleta merupakan pemain serbabisa yang mampu ditugaskan di berbagai posisi ketika dibutuhkan. Fleksibilitasnya ini yang membuat kariernya awet di Manchester City. Ia total memainkan 333 laga dengan mengemas 12 gol dan 26 assist. Meski hanya menghadirkan enam trofi, keberhasilan ini bersejarah sebab dirinya menjadi penanda era baru dominasi Manchester City.
3. Ousmane Dabo pernah berseragam Manchester City selama 1,5 tahun
Ousmane Dabo berkarier di Manchester City pada 2006–2008. Kala itu, ia bergabung secara bebas transfer menyusul habis kontrak di Lazio. Ia menggunakan nomor punggung 5 selama membela The Cityzen. Kariernya yang berjalan 1,5 musim tersebut terbilang naik turun.
Maklum saja, Dabo bergabung tidak dalam kondisi terbaiknya. Meski saat itu usianya baru 29 tahun, ia punya riwayat cedera lutut yang kurang baik. Ditambah lagi, ia sempat terlibat friksi internal yang membuatnya minim aksi. Tercatat, ia hanya turun 18 kali di semua ajang bersama Manchester City. Pada Januari 2008, klub memutuskan untuk menjualnya kepada Lazio.
4. Sylvain Distin tak tergantikan di barisan belakang Manchester City
Sylvain Distin mempunyai rekam jejak apik ketika berseragam Manchester City. Kariernya berlangsung selama 5 tahun pada 2002–2007. Bertugas sebagai bek tengah, ia dipercaya tampil dalam 206 pertandingan di lintas kompetisi. Ia juga membuat 6 gol dan 1 assist.
Berkat konsistensinya tersebut, Distin membawa Manchester City kompetitif. Meski belum menghadirkan trofi juara, kualitasnya terlihat jelas di lini pertahanan. Sosok yang vokal juga membuatnya diberi kepercayaan sebagai kapten tim. Dengan nomor identik 5, ia menjadi salah satu figur penting klub ketika dalam masa sulit. Kontribusi tersebut membuatnya banyak diingat.
5. Andy Morrison menjadi figur penting Manchester City untuk naik kasta
Andy Morrison merupakan salah satu pemain lawas Manchester City pada 1998–2000. Meski kariernya terhitung singkat, kontribusinya besar terhadap klub. Berkat ketangguhannya sebagai bek tengah, Manchester City berhasil dua kali naik kasta hingga mampu ke Premier League. Sosoknya yang ikonis dengan nomor 5 ini dibarengi dengan tugas berat sebagai kapten. Secara total, ia diandalkan dalam 47 pertandingan dengan sumbangsih 5 gol.
Musim debutnya pada 1998/1999, Morrison berperan krusial membawa Manchester City promosi ke kasta kedua lewat play-off dramatis. Semusim setelahnya, ia menjadi figur penting keberhasilan tim naik ke Premier League setelah absen 5 tahun. Sayangnya, faktor cedera lutut membuat kariernya berakhir lebih cepat. Ia sempat dipinjamkan untuk mengembalikan ritmenya. Namun, ia memutuskan pensiun ketika berusia 31 tahun pada Juli 2002.
Mayoritas pemain di atas merupakan andalan semasa berseragam Manchester City. Elliot Anderson datang dengan reputasi apik sebagai pemain muda. Konsistensinya membuat Manchester City rela memecahkan rekor transfer untuk mendapatkan tanda tangannya. Kini, gilirannya untuk menunjukkan bahwa harga selangit tersebut sepadan dengan kualitasnya.
Curated For You
- 5 Pembelian Termahal Manchester City sampai Elliot Anderson11 Jul 2026, 11:14 WIB
- Manchester City Pecahkan Rekor Transfer Demi Elliot Anderson28 Jun 2026, 02:35 WIB
- Elliot Anderson dan Piala Dunia 2026 yang Mengubah Kariernya14 Jul 2026, 16:14 WIB