Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paris Membara Jelang PSG vs Barca, Enrique Buka Suara
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, jelang Piala Super Eropa (AFP / Franck Fife)
  • PSG akan menghadapi Barcelona di Parc des Princes pada 21 Oktober 2026 dini hari WIB, di tengah ketegangan Paris setelah gelombang aksi massa besar.
  • Demonstrasi terkait lonjakan biaya hidup dan penurunan layanan publik berubah menjadi kerusuhan, meliputi penjarahan serta pembakaran kendaraan di sejumlah wilayah Prancis.
  • Pelatih PSG Luis Enrique menolak membahas politik, mengecam kekerasan, dan menegaskan fokus timnya tetap pada persiapan laga Liga Champions melawan Barcelona.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tensi tinggi menyelimuti persiapan duel raksasa Eropa antara Paris Saint-Germain (PSG) kontra Barcelona dalam lanjutan Liga Champions 2026/27 di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan sengit ini membayangi situasi kota Paris yang baru saja diguncang gelombang aksi massa besar-besaran.

Kerusuhan masif melanda puluhan kota di Prancis pada Minggu (18/10/2026) lalu. Paris menjadi salah satu titik pusat gejolak publik yang memanas tersebut.

Ribuan warga turun ke jalan menyuarakan penolakan atas lonjakan biaya hidup. Kemunduran kualitas layanan publik turut menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat.

1. Konflik sosial terburuk dalam beberapa dekade terakhir di Prancis.

Aksi demonstrasi yang semula berlangsung tertib mendadak berubah brutal. Insiden penjarahan hingga pembakaran kendaraan meluas di sudut-sudut kota.

Kerusuhan ini tercatat sebagai salah satu konflik sosial terburuk dalam beberapa dekade terakhir di Prancis. Atmosfer panas di luar lapangan tersebut lantas memicu kekhawatiran menjelang laga krusial PSG.

2. Enrique menolak terseret dalam dinamika politik lokal

Pelatih Les Parisiens, Luis Enrique, langsung cecar pertanyaan awak media terkait dampak gelombang protes ini. Juru taktik asal Spanyol tersebut menolak terseret dalam dinamika politik lokal.

"Saya bukan orang yang tepat untuk membicarakan masalah ini. Saya di sini untuk berbicara tentang sepak bola," kata Enrique dikutip Tribuna.

Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan komitmennya menjaga fokus anak asuhnya. Enrique enggan membiarkan konsentrasi tim terganggu menjelang duel mahapenting di pentas Eropa.

3. Mengecam segala bentuk perusakan fasilitas

Meski demikian, Enrique tak menutup mata atas tindakan brutal yang terjadi di jalanan. Ia mengecam segala bentuk perusakan fasilitas dan aksi anarkis warga.

Enrique menyayangkan eskalasi konflik sosial yang kian marak terjadi di era modern. Ia memilih untuk tetap realistis memandang fenomena yang tengah terjadi di sekitarnya.

"Jelas, kami tidak menyukai kekerasan seperti itu Namun, inilah arah yang sedang terjadi di masyarakat saat ini. Saya hanya bisa fokus pada sepakbola," bebernya.

PSG kini bertekad mengalihkan perhatian publik lewat performa impresif di lapangan hijau. Laga kontra Barcelona menjadi ujian terberat Enrique di tengah kepungan situasi darurat kota Paris.

Curated For You

Editorial Team

Related Article