Comscore Tracker

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas Indonesia

Indonesia yang lebih aman harusnya bisa lebih baik dong!

Peperangan memang meluluhlantakkan semua lini kehidupan, tapi tidak dengan sepak bola. Setidaknya cerita itu pernah dituliskan oleh Timnas Irak pada Piala Asia 2007. Kondisi dalam negeri yang carut marut tak menghentikan mereka meraih gelar juara.

Cerita-cerita itulah yang hingga saat ini coba kembali diulang oleh beberapa negara yang sedang dilanda peperangan. Meski fasilitas serba terbatas, mereka terus mencatatkan berbagai prestasi. Bahkan, jika dibanding dengan Indonesia yang cenderung aman, rangking FIFA mereka jauh di atas kita.

Berikut adalah beberapa negara yang dilanda peperangan namun memiliki peringkat FIFA  di atas Indonesia.

1. Suriah

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas IndonesiaInstagram.com/syrian_fa

Perang saudara yang menahun ditambah kehadiran ISIS membuat sepak bola Suriah sempat mati suri. Bahkan, saat harus menjadi tuan rumah pertandingan internasional, mereka juga kerap kali "mengungsi" ke negara lain. 

Konflik juga kemudian memaksa federasi memusatkan liga di dua kota yang dianggap paling aman, yaitu Damaskus dan Latakia. Meski liga bergulir, tak semua pemain mau bermain di dalam negeri. Selain masalah keamanan, kecilnya gaji di dalam negeri juga menjadi alasan. Walhasil, kebanyakan pemain memilih berkarier di luar negeri. 

Nyatanya, kondisi ini seolah tak kemudian membuat prestasi mereka jeblok. Berdasarkan rangking FIFA, mereka masuk 100 besar, tepatnya posisi 79 dunia. Hebatnya, mereka kini menjadi penguasa klasemen grup A kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Dari 7 pertandingan yang dilakoni, mereka memenangi semuanya dan menjaga asa ke Piala Dunia.

2. Afghanistan

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas IndonesiaInstagram.com/theaffofficial

Sempat bermain secara reguler sejak berdiri pada tahun 1922 sampai era 1980an, Timnas Afghanistan kemudian mengalami kevakuman. Mereka sama sekali tak bertanding pada laga internasional pada mulai tahun 1984 hingga tahun 2002. Musababnya adalah izin yang tidak keluar dari pemerintah yang dikuasai oleh rezim Taliban. 

Keruntuhan Taliban pada tahun 2002 menjadi angin segar bagi mereka. Afghanistan mulai mengikuti berbagai turnamen internasional resmi, seperti kualifikasi Piala Dunia, hingga kejuaraan sepak bola Asia selatan atau SAFF Championship. Bahkan mereka mampu menjadi juara pada tahun 2013.

Meski rezim Taliban tak lagi berkuasa, bukan berarti Afghanistan aman begitu saja. Rangkaian bom bunuh diri dan peperangan masih berkecamuk di sana. Bahkan, tak jarang mereka harus menjalani laga kandang di negeri orang karena alasan keamanan. 

Namun, kondisi itu tak membuat para pemain sepak bola mereka patah semangat. Afghanistan yang sempat mengalahkan Indonesia 3-2 ini menduduki peringkat 149 dunia.

3. Palestina

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas IndonesiaInstagram.com/fasingapore

Sama halnya dengan pengakuan diplomatik yang dengan susah payah mereka raih, Palestina juga baru dapat pengakuan dari FIFA pada tahun 1998. Namun, langkah selanjutnya pun tak mulus. Konflik yang berjalan lebih dari setengah abad dengan Israel kerap kali membuat sepak bola mereka kembali vakum. New Frame bahkan menulis, beberapa pemain mereka sempat ditangkap oleh Israel hingga meninggal saat kejadian Intifadah tahun 2000.

Timnas Palestina baru mencatatkan prestasi pada tahun 2014 saat menjuarai AFC Challenge Cup. Setelah itu, kekuatan mereka mulai diperhitungkan di Asia. Palestina sendiri pernah mengalahkan Indonesia dalam babak penyisihan Asian Games 2018 lalu. 

Pada kualifikasi Piala Dunia 2022, mereka mampu memetik dua kemenangan dari tujuh kali pertandingan. Kini skuad asuhan Makram Daboub bertengger di urutan 104 dunia, yang tentu saja jauh di atas Indonesia.

Baca Juga: Dibantai Vietnam 0-4, Ketum PSSI Minta Timnas Indonesia Bangkit

4. Myanmar

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas IndonesiaInstagram.com/myanmarff

Jika 10-20 tahun lalu Indonesia bisa dengan mudah membantai Myanmar, tidak demikian dengan saat ini. Kekuatan Myanmar sudah jauh berkembang di tengah krisis politik yang terus terjadi di sana. Beberapa kali kudeta yang terjadi di sana memang sempat melumpuhkan sepak bola Myanmar. Tapi dengan cepat pula mereka mampu kembali bangkit. Bahkan, Timnas U-20 mereka sudah pernah mencicipi Piala Dunia pada tahun 2015 lalu.

Di tengah kudeta militer yang terjadi sejak awal tahun lalu, performa timnas Myanmar kembali menurun. Imbasnya, pada kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Myanmar babak belur. Bahkan, saat melawat ke Jepang, mereka digulung 10-0. Meski begitu, Myanmar yang ada di posisi 139 dunia tentu jauh lebih baik dari Indonesia.

5. Irak

Dilanda Peperangan, Rangking FIFA 5 Negara Ini Jauh di Atas IndonesiaInstagram.com/iraqfootballassociation

Gelora Bung Karno menjadi saksi sejarah bagaimana Younis Mahmoud mencetak gol tunggal ke gawang Arab Saudi di partai final Piala Asia 2007. Gol semata wayang itu mengantarkan Irak menjadi juara Asia. Seketika, semua mata dunia pun tertuju pada mereka. Maklum, Irak kala itu masih dilanda konflik berkepanjangan. Kemenangan itu tak hanya memberi efek positif bagi dunia sepak bola. Pihak-pihak yang berkonflik pun dikabarkan sempat menahan serangan untuk merayakan kemenangan. 

Kejayaan Irak sebenarnya bukan saat itu saja. Pada tahun 1986, mereka mampu lolos ke Piala Dunia setelah pada tahun 1982 menggondol medali emas Asian Games. Di tengah konflik yang belum juga reda, Irak tetap bisa menjaga performa. Mereka kini menjadi pemilik rangking 68 dunia.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa sepak bola sepenuhnya adalah soal usaha. Betapapun kondisi peperangan mengancurkan semua sendi kehidupan, asal ada kemauan, tentu ada jalan. Ini pula yang harus dijadikan pelajaran oleh Indonesia. 

Baca Juga: 10 Negara Asia Terbaik dalam Ranking Dunia FIFA Saat Ini, Indonesia?

Kuncoro Photo Verified Writer Kuncoro

Penikmat tanggal muda

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Erwanto

Berita Terkini Lainnya