Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pelatih Bundesliga yang Berpisah pada Akhir 2025/2026
ilustrasi penggemar Bayer Leverkusen (unspalsh.com/Sebastian Pociecha)
  • Lima pelatih Bundesliga berpisah pada akhir musim 2025/2026 karena hasil yang tidak memenuhi target, mulai dari kegagalan lolos ke Eropa hingga degradasi klub.
  • Albert Riera, Dieter Hecking, Alexander Blessin, Kasper Hjulmand, dan Marie-Louise Eta menjadi nama-nama pelatih yang resmi meninggalkan klub masing-masing setelah performa kurang memuaskan.
  • Klub-klub seperti Eintracht Frankfurt, Wolfsburg, St Pauli, Leverkusen, dan Union Berlin telah menunjuk pelatih baru untuk menghadapi tantangan musim 2026/2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berakhirnya Bundesliga Jerman 2025/2026 menandai akhir perjalanan sejumlah pelatih bersama klub yang mereka tangani. Setelah melewati semusim penuh target dan tantangan, beberapa kerja sama akhirnya tidak berlanjut. Alasannya beragam, mulai dari kontrak yang habis hingga keputusan manajemen klub. Per 9 Juni 2026, tercatat lima pelatih Bundesliga berpisah pada akhir 2025/2026.

1. Albert Riera gagal membawa Eintracht Frankfurt lolos ke kompetisi Eropa

Albert Riera ditunjuk sebagai pelatih Eintracht Frankfurt pada 1 Februari 2026. Pria asal Spanyol itu diberi tugas untuk membawa Die Adler ke kompetisi Eropa 2026/2027. Saat ditunjuk, Eintracht Frankfurt berada di posisi delapan.

Akan tetapi, Riera gagal membawa Eintracht Frankfurt ke kompetisi Eropa mana pun musim depan. Oleh karena itu, pihak Eintracht Frankfurt dan Riera sepakat berpisah pada 17 Mei 2026. Ia langsung digantikan oleh Adi Huetter yang punya segudang pengalaman di Bundesliga.

2. Dieter Hecking dipecat setelah VfL Wolfsburg terdegradasi

Sama seperti Albert Riera, Dieter Hecking baru ditunjuk sebagai pelatih VfL Wolfsburg pada tengah musim. Ia resmi menggantikan Daniel Bauer pada 8 Maret 2026. Kehadirannya ditujukan untuk membantu Wolfsburg keluar dari ancaman degradasi. 

Namun, upaya tersebut berakhir gagal setelah Wolfsburg kalah dari Paderborn dalam laga playoff degradasi. Kekalahan itu membuat Wolfsburg harus turun ke 2.Bundesliga untuk pertama kalinya dalam 29 tahun. Pada 31 Mei 2026, Hecking diberhentikan dan digantikan oleh Tobias Strobl.

3. Alexander Blessin gagal menyelamatkan FC St Pauli dari degradasi

FC St Pauli finis di posisi 17 Bundesliga 2025/2026. Hal tersebut membuat mereka harus terdegradasi ke 2.Bundesliga. Hasil buruk tersebut memaksa manajemen FC St Pauli memecat Alexander Blessin dari posisi kepala pelatih.

Pelatih asal Jerman itu resmi dipecat pada 4 Juni 2026. Sebagai gantinya, FC St Pauli telah menunjuk Michael Rapp. Ia ditugaskan untuk membawa FC St Pauli kembali ke 1.Bundesliga pada 2027/2028.

4. Kasper Hjulmand gagal membawa Bayer Leverkusen ke Liga Champions

Kasper Hjulmand ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada 1 September 2026 untuk menggantikan Erik Ten Hag. Pelatih asal Denmark itu ditugaskan untuk mengangkat posisi Bayer Leverkusen dan finis di zona Liga Champions Eropa. Akan tetapi, ia hanya membawa tim ini ke Europa League pada 2026/2027.

Oleh karena itu, Bayer Leverkusen memutus kontraknya pada 30 Juni 2026. Padahal, pada awal penandatanganan kontrak, durasi kerja Hjulmand aktif hingga 30 Juni 2027. Sebagai gantinya, Bayer Leverkusen memilih eks pelatih FC Toulouse, Carles Martinez.

5. Marie-Louise Eta (Union Berlin) digantikan Mauro Lustrinelli

Marie-Louise Eta pernah menciptakan sejarah sebagai pelatih perempuan pertama di 1.Bundesliga. Namun, performanya selama melatih Union Berlin dinilai kurang memuaskan. Ia tak bisa membawa Union Berlin beranjak dari posisi sebelas.

Situasi tersebut mendorong Union Berlin untuk menggantikan Eta. Klub asal ibu kota Jerman itu langsung menunjuk Mauro Lustrinelli. Pria asal Swiss itu baru mulai bekerja di Union Berlin pada 1 Juli 2026 mendatang.

Lima perpisahan yang terjadi pada akhir musim Bundesliga 2025/2026 menunjukkan tingginya tuntutan yang harus dihadapi pelatih. Hasil akhir musim sering kali menjadi penentu keberlanjutan sebuah kerja sama, terlepas dari pengalaman maupun reputasi yang dimiliki. Kini, para pelatih pengganti akan menghadapi tantangan untuk membawa klub masing-masing meraih hasil lebih baik pada 2026/2027. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article