Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelatih Inter Milan: Uang Tak Bisa Beli Trogi Liga Champions
Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, kecewa saat tim asuhannya gagal lolos ke fase gugur Liga Champions (AFP / Andreas Solaro)
  • Cristian Chivu menegaskan Inter Milan wajib berani mengejar gelar Liga Champions, sejalan dengan status klub dan ambisi melengkapi sukses domestik Serie A serta Coppa Italia.

  • Chivu menyatakan uang tidak menjamin trofi Liga Champions; keberanian, kerja keras, dan konsistensi menjadi faktor penting dalam upaya Inter mencapai target Eropa.

  • Setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada laga pembuka, Inter wajib menang atas Club Brugge demi menjaga peluang finis delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan timnya akan berusaha meraih gelar Liga Champions musim ini. Tentu, tak cuma mengandalkan uang semata.

Inter akan menjamu Club Brugge pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026/27, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Mereka membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang finis di delapan besar klasemen fase liga.

Ambisi Inter di kompetisi Eropa tidak terlepas dari keberhasilan mereka di level domestik. Setelah mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia, mereka ingin melengkapi pencapaiannya dengan kesuksesan di Eropa.

Inter juga punya modal dari perjalanan mereka dalam beberapa musim terakhir. Nerazzurri berhasil mencapai final Liga Champions dua kali sejak musim 2022/23, meski belum mampu jadi juara.

1. Cristian Chivu tegaskan Inter harus berani bermimpi

Inter terakhir kali menjuarai Liga Champions pada musim 2009/10. Gelar tersebut menjadi bagian dari pencapaian bersejarah ketika mereka meraih treble di bawah asuhan Jose Mourinho.

Saat itu, Chivu masih berstatus sebagai pemain Inter. Kini, setelah dipercaya menangani Nerazzurri, ia ingin membawa klub kembali meraih kesuksesan di kompetisi tertinggi antarklub Eropa.

"Status klub ini mengharuskan Anda untuk mencoba dan mencapai setiap tujuan. Ketika menyangkut impian, Anda tidak harus mencapainya, tetapi Anda harus berusaha keras demi mewujudkannya," ujar Chivu, dikutip dari Football Italia.

Ia menambahkan, membicarakan ambisi menjuarai Liga Champions bukan berarti Inter merasa pasti bisa memenangkannya. Namun, klub harus tetap berusaha mencapai target tersebut dengan segala kemampuan yang dimiliki.

"Membicarakan tentang mimpi-mimpi tidak berarti bahwa kita membicarakan tentang memenangi keseluruhan, melainkan bagian dari tanggung jawab kita untuk mencoba dan mencapai sebuah tujuan seperti itu," ujar Chivu.

2. Uang tidak bisa menjamin gelar Liga Champions

Chivu juga menekankan bahwa kekuatan finansial bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah tim di Liga Champions. Menurutnya, uang bukan satu-satunya jaminan juara

"Uang tidak bisa membeli Liga Champions. Tidak ada pemain atau pelatih yang bisa memberikan jaminan itu. Anda membutuhkan keberanian, tetapi pekerjaan yang Anda lakukan adalah yang terpenting," tegas Chivu.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan di kompetisi Eropa membutuhkan lebih dari sekadar kualitas individu atau besarnya anggaran klub. Kerja keras dan konsistensi menjadi faktor penting dalam perjalanan menuju gelar juara.

3. Inter wajib menang atas Club Brugge

Inter mengawali perjalanan di Liga Champions musim ini dengan hasil kurang memuaskan. Mereka kalah 1-2 saat bertandang ke markas Real Madrid pada matchday pertama.

Karena itu, pertandingan melawan Club Brugge menjadi kesempatan penting bagi Nerazzurri untuk bangkit sekaligus menjaga peluang finis di delapan besar klasemen fase liga. Posisi tersebut dibutuhkan untuk lolos langsung ke babak 16 besar.

Dengan pengalaman mencapai final dalam beberapa musim terakhir, Inter Milan memiliki modal untuk kembali bersaing di Liga Champions. Namun, ambisi besar mereka harus diikuti performa konsisten jika mereka ingin mengulangi capaian apik 2009/10.

Curated For You

Editorial Team

Related Article