Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Pelatih Paling Sering Memainkan Divock Origi di Level Klub

6 Pelatih Paling Sering Memainkan Divock Origi di Level Klub
stadion AC Milan, San Siro (pixabay.com/tlemens)
Intinya Sih
  • Divock Origi resmi pensiun pada usia 31 tahun setelah 13 tahun berkarier, dengan alasan frustrasi karena dua musim terakhir tak bermain di level profesional.
  • Juergen Klopp menjadi pelatih yang paling sering memainkan Origi, total 171 laga bersama Liverpool dengan kontribusi 41 gol dan 16 assist sebagai supersub andalan.
  • Selain Klopp, lima pelatih lain yang banyak memberinya menit bermain adalah Rene Girard, Stefano Pioli, Martin Schmidt, Nuno Espirito Santo, dan Bruno Labbadia di berbagai klub Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Setelah 2 musim (2024–2026) tak menjalani laga di level profesional, Divock Origi akhirnya pensiun. Penyerang asal Belgia itu pensiun pada usia 31 tahun setelah 13 tahun (2013–2026) berkarier. Dalam kurun waktu tersebut, ia pernah dilatih sejumlah pelatih. Inilah enam pelatih paling sering memainkannya di level klub.

1. Juergen Klopp (171 laga) sering memainkan Divock Origi sebagai supersub

Pelatih paling sering memainkan Divock Origi adalah Juergen Klopp. Pelatih asal Jerman itu menjadi satu-satunya pelatih yang pernah melatih sang pemain saat berseragam Liverpool. Selama dilatih Klopp, ia memang jarang tampil sejak awal, tetapi mampu memberikan dampak besar sebagai supersub. Hasilnya, 41 gol dan 16 assist dicatatkan Origi dari 171 laga. Pertemuan keduanya terjadi selama 2015–2022.

2. Rene Girard (79 laga) berjasa membawa Divock Origi ke tim utama LOSC Lille

Divock Origi melakukan debut di level profesional pada 2012/2013. Namun, ia baru naik ke tim utama LOSC Lille secara penuh pada 2013/2014. Kesempatan tersebut diberikan Rene Girard, pelatih yang membesut Origi selama 2 tahun (2013–2015). Saat itu, penyerang asal Belgia tersebut menunjukkan potensi baik sebagai calon pemain yang diperhitungkan. Dari 79 laga yang dipercayakan Girard, ia menorehkan 15 gol dan 5 assist.

3. Stefano Pioli (36 laga) menjadi sosok yang membawa Divock Origi ke AC Milan

Divock Origi pindah dari Liverpool ke AC Milan secara gratis pada musim panas 2022. Namun, ia hanya tampil efektif selama semusim, tepatnya pada 2022/2023. Sosok yang membawa dan melatih Origi saat itu adalah Stefano Pioli. Akan tetapi, ia tampil mengecewakan karena hanya mencetak 2 gol dan 1 assist dari 36 laga.

4. Martin Schmidt (21 laga) pernah melatih Divock Origi selama 5 bulan di VfL Wolfsburg

Divock Origi pernah berseragam VfL Wolfsburg pada 2017/2018 sebagai pemain pinjaman dari Liverpool. Kala itu, ia pernah dilatih tiga pelatih. Martin Schmidt menjadi pelatih yang paling sering memainkannya di klub asal Jerman tersebut. Momen kebersamaan mereka hanya terjadi selama 5 bulan, tepatnya pada September 2017–Februari 2018. Saat dilatih Schmidt, ia mencetak 5 gol dan 1 assist dari 21 laga.

5. Nuno Espirito Santo (14 laga) pernah melatih Divock Origi di Nottingham Forest

Divock Origi pernah berseragam Nottingham Forest pada 2023/2024 sebagai pemain pinjaman dari AC Milan. Di klub asal Inggris tersebut, ia pernah dilatih dua pelatih, yakni Steve Cooper dan Nuno Espirito Santo. Dari dua pelatih tersebut, Santo menjadi pelatih yang paling sering memainkannya. Ia dimainkan dalam 14 laga dengan menyumbang 1 gol dan 1 assist.

6. Bruno Labbadia memainkan Divock Origi dalam 13 laga

Pelatih VfL Wolfsburg lain yang masuk daftar ini adalah Bruno Labbadia. Ia melatih Divock Origi pada Februari 2018–Juni 2018. Dalam kurun waktu yang singkat, ia memainkan sang pemain sebanyak 13 kali. Origi hanya mencetak 2 gol dan 2 assist.

Rasa frustasi karena tak bermain di level profesional selama 2 tahun menjadi alasan terbesar Divock Origi memutuskan pensiun. Selama aktif bermain, ia jarang bermain sebagai pemain yang diturunkan sejak awal laga. Namun, ia bisa diandalkan sebagai supersub yang bermain pada akhir laga dengan menit bermain minim. Pada momen tersebut, ia sering memberikan dampak melalui gol maupun assist-nya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More