Pelatih Persija: Pemain Diaspora Belum Tentu Jadi Inti di Super League

- Pemain diaspora memberi warna bagi klub dan liga Super League dengan kualitasnya serta aturan 11 pemain asing, dapat memberi warna di klub dan liga.
- Belum tentu para pemain diaspora jadi inti, mereka harus bersaing dengan pemain lain untuk tempat inti di klub.
- Para pemain diaspora marak di Super League, mulai marak pada awal 2025/26 dan kian masif terjadi di beberapa tim seperti Persija, Persib, Dewa United, dan Bali United.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengomentari terkait banyaknya pemain keturunan atau diaspora yang akhirnya memutuskan hijrah ke Super League.
Souza sadar, banyak fans sepak bola Indonesia kecewa dengan eksodus para diaspora ini ke Super League. Akan tetapi, di sisi lain, dia sadar bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang melanggar aturan dan ada dalam ranah profesionalisme.
"Saya lihat di internet banyak orang komentar banyak, yang pemain diaspora datang ke Indonesia, main di Super League. Perkara ini, kita harus mengerti aturan dari Super League itu sendiri," kata Souza di Persija Training Ground, Senin (2/2/2026).
1. Akan memberi warna bagi klub dan liga

Souza paham, para pemain diaspora ini adalah para pemain berkualitas, sampai-sampai bisa dipanggil ke Timnas Indonesia. Dengan kualitas mereka, plus aturan 11 pemain asing Super League, para pemain diaspora ini bisa memberi warna di klub dan liga.
"Liga (I.League) ini izinkan 11 pemain asing didaftarkan. Jadi banyak pemain diaspora kami punya, mereka itu ada di Timnas, dan dia bisa lebih perkuat tim kita, lebih baik," ujar Souza.
2. Belum tentu para pemain diaspora jadi inti

Souza juga mengungkapkan, meski banyak pemain diaspora ke Super League, mereka belum tentu jadi pemain inti. Mereka tetap harus bersaing dengan para pemain lain agar dapat tempat inti di klub.
"Mereka juga belum tentu bisa jadi pemain inti. Tapi mereka akan berusaha untuk bisa ada di tim inti. Akan main, pemain yang bisa respons baik di dalam latihan, dan di pertandingan itu yang akan jadi pemain yang start (inti)," ujar Souza.
3. Para pemain diaspora marak di Super League

Kedatangan para pemain diaspora dan naturalisasi ini mulai marak pada awal 2025/26. Kini, memasuki paruh kedua musim 2025/26, pergerakan itu kian masif terjadi. Mereka tersebar di Persija, Persib, Dewa United, dan Bali United.
Kebanyakan para pemain diaspora yang menyeberang ke Super League ini merupakan penggawa Timnas Indonesia seperti Jens Raven, Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Rafael Struick.
Terbaru, ada Shayne Pattynama yang merapat ke Persija, serta Dion Markx yang merapat ke Persib. Ada dua nama lagi yang santer dikabarkan menyusul ke Super League, yakni Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra.


















