Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelatih Spanyol dan Swiss Bantah Argentina Anak Emas FIFA
ilustrasi suporter Timnas Argentina (unsplash.com/Cristian Tarzi)
  • Kontroversi muncul usai kemenangan 3-2 Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026, dengan tuduhan FIFA berpihak pada juara bertahan akibat keputusan wasit dan VAR yang dianggap merugikan Mesir.
  • Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menilai kepemimpinan wasit sudah tepat dan memuji kinerjanya, menegaskan bahwa semua keputusan dalam laga tersebut sesuai jalannya pertandingan.
  • Pelatih Swiss Murat Yakin serta tim VAR menjelaskan seluruh insiden telah ditinjau objektif, termasuk gol ketiga Argentina yang dinyatakan sah karena tekel Julián Álvarez dinilai bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kontroversi kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 masih menjadi perbincangan hangat. Tuduhan bahwa FIFA berpihak kepada juara bertahan mencuat setelah sejumlah keputusan wasit dan VAR dinilai merugikan Mesir dalam laga yang berakhir 3-2 untuk Lionel Messi dkk.

Di tengah derasnya kritik terhadap FIFA, dukungan justru datang dari pelatih negara lain. Manajer tim Spanyol, Luis de la Fuente, dan pelatih Swiss, Murat Yakin, menilai kepemimpinan wasit berjalan dengan baik dan membantah anggapan soal Argentina menjadi anak emas FIFA selama turnamen.

1. Puja-puji untuk wasit dari manajer timnas Spanyol

ilustrasi jersey Timnas Spanyol (unsplash.com/Cachimberos)

Luis de la Fuente mengaku heran lantaran kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga Argentina kontra Mesir terus dibahas. Menurut De la Fuente, seluruh keputusan yang diambil perangkat pertandingan sudah sesuai dengan jalannya pertandingan dan tidak layak diperdebatkan.

De la Fuente bahkan memberikan apresiasi secara terbuka kepada wasit yang memimpin laga tersebut. 

"Saya tidak mengerti mengapa mereka terus bertanya tentang kontroversi wasit dalam pertandingan Argentina melawan Mesir. Dari mana semua itu berasal? Saya menonton pertandingan itu dan saya pikir wasit melakukan segalanya dengan benar. Bahkan, saya ingin mengucapkan selamat kepadanya, setiap keputusan yang dia ambil benar-benar sempurna,” ujar de La Fuente mengutip Essentially Sports.

2. Pelatih Swiss ingatkan pembuktian harus dilakukan dilapangan

bendera Swiss (unsplash.com/thiagoandf)

Pandangan serupa juga disampaikan pelatih Swiss, Murat Yakin. Menurut Yakin, sistem VAR yang dimiliki sepak bola modern membuat hampir seluruh insiden penting dapat ditinjau ulang secara objektif. Yakin menegaskan, hasil pertandingan seharusnya ditentukan oleh apa yang dilakukan para pemain di lapangan, bukan oleh perdebatan setelah laga berakhir. 

"Secara umum, pertandingan sekarang berlangsung dengan adil, semuanya bisa dikendalikan dengan VAR. Anda tidak harus menyelesaikan semuanya dengan kata-kata setelah pertandingan. Ketika Anda memiliki kesempatan, Anda harus memenangkannya. Di dalam pertandinganlah Anda memiliki kesempatan itu, setelah pertandingan, menjelaskan atau menghina tidak ada hubungannya dengan keadilan. Jadi semuanya harus diselesaikan di lapangan,” kata Yakin.

3. Tim VAR sudah berikan pernyataan

Kapten Argentina, Lionel Messi, merayakan gol ke gawang Mesir dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP / Thomas Coex)

Wasit VAR yang bertugas dalam laga Mesir melawan Argentina, Jerome Brisard, sudah memberikan pernyataan soal keputusan yang diambil dalam laga. Termasuk soal klaim pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum terciptanya gol ketiga Argentina yang memastikan comeback luar biasa mereka.

Menurut penjelasan VAR, situasi tersebut telah diperiksa secara menyeluruh sebelum gol disahkan. Hasil evaluasi menunjukkan, Julian Alvarez lebih dulu merebut bola secara bersih sehingga tidak ada alasan untuk membatalkan gol Argentina.

"Dan pada keputusan yang paling banyak dibicarakan, ketika orang-orang mengira dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum gol ketiga Argentina tidak ditinjau oleh VAR. Saya bisa memastikan bahwa insiden itu telah ditinjau. Julián Alvarez dengan jelas lebih dulu merebut bola dari Salah, kemudian Salah terjatuh. Berdasarkan hasil peninjauan kami, itu adalah tekel yang sah, sehingga gol tetap dinyatakan berlaku,” ujar Brisard.

Curated For You

Editorial Team

Related Article