Maroko dan Belgia sama-sama kalah pada perempat final Piala Dunia 2026. Maroko menyerah 0-2 dari Prancis dan Belgia tunduk 1-2 di hadapan Spanyol. Keduanya padahal akan saling bertarung pada semifinal andai menang. Bagi tiga pemain Maroko, pertandingan tersebut bernilai lebih jika benar terlaksana. Sebab, mereka lahir di Belgia.
3 Pemain Maroko di Piala Dunia 2026 yang Lahir di Belgia

1. Bilal El Khannouss lahir di Strombeek-Bever
Bilal El Khannouss lahir di Strombeek-Bever pada 10 Mei 2002. Gelandang serang setinggi 1,8 meter ini selalu bermain dalam enam pertandingan yang dijalani Maroko di Piala Dunia 2026. Itu membuat caps-nya kini bertambah menjadi 43. Menariknya, El Khannous debut bersama Maroko saat kalah dari Kroasia pada laga perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2022 silam.
El Khannous memang baru memutuskan tim nasional senior mana yang akan dibelanya sebulan sebelum Piala Dunia 2022 dimulai. Ia awalnya sempat berpindah-pindah memperkuat Belgia dan Maroko di tingkat junior. El Khannous pernah memperkuat Belgia U-15, U-16, U-17, dan U-18. Di sisi lain, ia juga mencicipi bermain bersama Maroko U-17, U-20, dan U-23.
Dalam sebuah wawancara bersama Het Nieuwsblad, El Khannous mengungkapkan pada akhirnya memilih Maroko sebagai ucapan terima kasih kepada keluarganya. Terutama kepada kakek dan neneknya yang begitu berani pindah dari Maroko ke Belgia sehingga nasib mereka berubah. Di level klub, El Khannous kini tengah berkarier bersama Stuttgart.
2. Chemsdine Talbi lahir di Sambreville
Chemsdine Talbi baru mengoleksi sepuluh caps bersama Timnas Maroko. Separuhnya terukir di Piala Dunia 2026. Jumlah minim ini disebabkan Talbi yang memang penggawa anyar di tubuh The Lions Atlas. Ia resmi melakukan naturalisasi pada September 2025 setelah sebelumnya memperkuat Belgia di level junior, dari mulai U-15, U-17, U-18, dan U-19.
Talbi menyatakan, ia memilih berganti tim nasional karena alasan keluarga. Ayahnya datang ke Belgia dari Maroko bersama saudara-saudaranya saat masih berusia 9 tahun. Mereka lantas bekerja sebagai tukang perbaikan rumah atau sekolah. Sang ayah kemudian menikah dengan ibunya yang asli Belgia dan bekerja sebagai tukang pembersih.
Talbi mengawali karier sepak bolanya bersama Club Brugge. Setelah memperkuat mereka dari 2015, winger setinggi 1,75 meter ini mengambil langkah berani dengan pindah ke Inggris usai menerima tawaran dari tim promosi, Sunderland, pada musim panas 2025. Talbi lantas menjadi salah satu faktor yang membuat Sunderland membuat kejutan.
3. Zakaria El Ouahdi lahir di Hoboken
Satu pemain terakhir di skuad Maroko di Piala Dunia 2026 yang lahir di Belgia adalah Zakaria El Ouahdi. Bek kanan setinggi 1,71 meter ini lahir di Hoboken pada 31 Desember 2001. Usia kariernya bersama Timnas Maroko senior sebetulnya lebih tua dibanding Chemsdine Talbi. El Ouahdi sudah memperkuat Maroko dari 2024. Namun, ia baru memiliki empat caps.
El Ouahdi debut saat menang 1-0 atas Benin pada 10 Juni 2025. Ia kemudian bermain ketika mengalahkan Paraguay 2-1 pada 1 April 2026 dan imbang 1-1 dengan Norwegia pada 8 Juni 2026. Penampilan keempatnya akhirnya terukir di Piala Dunia 2026. El Ouahdi bermain sebagai pengganti selama 16 menit ketika kalah 0-2 dari Prancis pada perempat final.
Tidak seperti Bilal El Khannous dan Chemsdine Talbi, El Ouahdi langsung memperkuat Maroko tanpa merasakan membela Belgia di level junior. Ia sebetulnya mendapat tawaran dari Belgia. Namun, dilansir HESPRESS English, penggawa Genk ini sejak awal memang hanya ingin membela Maroko. Keluarga lagi-lagi menjadi alasan di balik keputusan itu.
Selain ketiga pemain di atas, pelatih Maroko di Piala Dunia 2026 juga lahir di Belgia. Mohamed Ouahbi lahir di Schaerbeek pada 7 September 1976. Kedua orangtuanya berasal dari Maroko. Oahbi tidak pernah menjadi pemain profesional. Namun, ia berhasil berkembang sebagai pelatih muda bertalenta bersama Anderlecht. Ia kemudian ditunjuk sebagai pelatih Maroko U-20 pada 2022 dan promosi ke tim senior pada Maret 2026.