Erling Haaland berhasil menyabet gelar top skor alias English Premier League Golden Boot 2025/2026. Torehan 27 golnya bersama Manchester City membawanya merengkuh gelar ketiga. Ia menjadi pemain ketiga yang mampu menjadi pencetak gol terbanyak dalam semusim. Dengan keberhasilan ini, ia menyamai pencapaian sejumlah legenda Premier League.
3 Pemain yang Mampu Meraih 3 Premier League Golden Boot

1. Erling Haaland meraih Premier League Golden Boot ketiga bersama Manchester City
Erling Haaland mengukuhkan statusnya sebagai raja gol di Premier League 2025/2026. Melalui torehan 27 gol dari 35 pertandingan, striker berpaspor Norwegia ini meraih Premier League Golden Boot. Ini menjadi sepatu emas ketiga bagi pemain berusia 25 tahun ini.
Golden Boot pertama Haaland diperoleh pada musim debutnya 2022/2023. Kala itu, ia tampil sensasional dengan gelontoran 36 gol dari 35 pertandingan. Selain menjadi top skor, ia memecahkan rekor gol terbanyak dalam semusim. Sementara itu, Golden Boot kedua Haaland diraih semusim setelahnya. Pada 2023/2024, ia membuat 27 gol dari 31 penampilan. Dari tiga kali top skor, Haaland hanya tidak menjuarai Premier League pada musim 2025/2026
Meski begitu, raihan Golden Boot tersebut membawa Haaland menjadi pemain ketiga yang mampu melakukannya. Haaland hanya kalah dari dua pemain yang mengoleksi empat gelar top skor Premier League, yakni Thierry Henry ketika berseragam Arsenal dan Mohamed Salah bersama Liverpool. Dengan usia yang masih muda dan kontrak panjang di Manchester City, Haaland berpotensi menyamai bahkan memecahkan rekor peraih gelar top skor terbanyak.
2. Harry Kane mendapatkan tiga kali gelar top skor bersama Tottenham Hotspur
Harry Kane merupakan salah satu mesin gol di Premier League. Bersama Tottenham Hotspur, ia menjadi andalan di tim utama selama 12 tahun pada 2011–2023. Ketajamannya di Premier League terbukti dengan catatan 213 gol. Torehan ini membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua di Premier League, hanya kalah dari Alan Shearer yang membuat 260 gol.
Golden Boot pertama Kane diperoleh pada 2015/2016. Kala itu, ia menghasilkan 25 gol dari 38 pertandingan. Sayangnya, ia tak berhasil membawa Spurs juara setelah hanya finis ketiga di bawah Leicester City yang juara dan Arsenal di posisi kedua. Meski begitu, kontribusinya membawa tim bersaing juara membuat namanya mulai diperhitungkan di Premier League.
Semusim kemudian di Premier League 2016/2017, Kane kembali meraih Golden Boot. Kali ini, ketajamannya meningkat melalui catatan 29 gol dari 30 penampilan. Namun, gelar juara Premier League lagi-lagi gagal diperolehnya. Spurs finis runner up karena kalah bersaing dengan Chelsea yang mengakhiri musim dengan juara setelah mengumpulkan total 93 poin.
Setelah itu, Spurs mengalami performa naik turun. Namun, Kane tetap konsisten menghasilkan dua digit gol tiap musimnya. Kane akhirnya kembali mendapatkan Golden Boot ketiganya pada 2020/2021. Ia mengakhiri musim melalui torehan 23 gol, berbagi gelar top skor bersama Mohamed Salah yang juga menghasilkan 23 gol dengan Liverpool. Kane tidak diragukan sebagai striker elite di Premier League, sayangnya ia tak pernah juara bersama Spurs.
3. Alan Shearer memeroleh Premier League Golden Boot dalam 3 musim beruntun
Alan Shearer hingga saat ini memegang status sebagai top skor sepanjang masa Premier League. Sejak era Premier League dimulai pada 1992, ia menjelma sebagai striker tajam. Selama bermain di Premier League hingga pensiun pada 2006, ia mengoleksi 260 gol.
Kiprahnya di Premier League bermula di Blackburn Rovers pada 1992–1996. Kendati sudah tampil konsisten mencetak gol dua digit, Golden Boot pertama Shearer baru hadir pada musim 1994/1995. Kala itu, ia membukukan 34 gol dalam 42 pertandingan. Berkat kontribusinya ini, Blackburn Rovers sukses keluar sebagai juara Premier League pada musim tersebut.
Semusim setelahnya, Shearer kembali mendapatkan Golden Boot. Bersama Blackburn Rovers, ia mengemas 31 gol dan 35 penampilan di Premier League 1995/1996. Sayangnya, Blackburn Rovers gagal mempertahankan titel juara setelah hanya finis di posisi ketujuh. Ini juga menjadi musim terakhir bagi Shearer karena pindah ke Newcastle United pada musim panas 1996.
Kendati pindah, Shearer langsung moncer. Musim debutnya bersama Newcastle United, ia tampil tajam. Ia mampu meraih Golden Boot untuk yang ketiga kalinya secara beruntun setelah torehan 25 gol dari 31 laga. Namun, Newcastle United tidak mampu juara karena hanya mengakhiri musim sebagai runner up di bawah Manchester United. Hingga akhir kariernya di Newcastle United pada 2006, ia belum berhasil membantu tim juara Premier League.
Tiga pemain di atas menunjukkan ketajamannya sebagai striker. Raihan Premier League Golden Boot menjadi bukti kualitas mereka di lini serangan. Erling Haaland berpeluang besar untuk menyamai rekor empat kali top skor yang dibuat Thierry Henry dan Mohamed Salah. Ia juga berpotensi menyalip perolehan tersebut mengingat usianya masih muda. Patut ditunggu.