Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Lolos Final Piala Dunia 2026

- Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Inggris 2-1 di Atlanta Stadium, namun kemenangan itu diwarnai ancaman sanksi FIFA.
- Beberapa pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas', yang dianggap bermuatan politik dan melanggar aturan FIFA serta IFAB.
- Tindakan pemain berlawanan dengan imbauan pelatih Lionel Scaloni yang sebelumnya meminta agar sepak bola dipisahkan dari isu politik terkait Kepulauan Falkland.
Jakarta, IDN Times - Argentina berhasil lolos ke final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Inggris dalam duel ketat di Atlanta Stadium, Kamis dini hari WIB (16/7/2026) dengan skor 2-1. Kemenangan ini ternyata juga diiringi ancaman sanksi FIFA terhadap Argentina.
Gestur yang dilakukan oleh para pemain Argentina menyulut potensi hukuman FIFA karena terkesan menantang. Mereka membentangkan spanduk dengan tulisan bernada politis dan bisa memperkeruh suasana di luar lapangan. Apa itu?
1. Ada spanduk bernada Kepulauan Falkland
Dalam selebrasinya, lewat foto yang diunggah AFP, sejumlah pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas". Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, "Kepulauan Malvinas milik Argentina". Dilansir Daily Mirror, spanduk itu dibawa oleh Nicolas Otamendi, lalu Cristian Romero serta Giovani Lo Celso juga ikut membentangkannya di hadapan suporter.
Pesan ini begitu kental dengan aroma politik karena secara historis Argentina dan Inggris sempat berperang demi memperebutkan Kepulauan Falkland, atau yang dikenal sebagai Islas Malvinas oleh orang Argentina. Perang terjadi selama 74 hari dan menewaskan 900 tentara Argentina serta Inggris.
2. Para pejabat Argentina sempat memanaskan situasi
Spanduk ini melanggar sejumlah aturan dari FIFA dan International Football Association Board (IFAB). FIFA bersama IFAB memang memiliki aturan ketat yang melarang spanduk, simbol, dan hal-hal lain, termasuk gestur berbau politik, masuk ke dalam stadion serta dibawa ke pertandingan.
Jelang semifinal, sejumlah pihak, terutama dari Argentina, sempat memanaskan situasi. Tak main-main, para pejabat publik Argentina seperti Menteri Luar Negeri Pablo Quinos dan Wakil Presiden Victoria Villaruel bahkan melayangkan komentar yang memanaskan masalah Kepulauan Falkland.
Mereka sama-sama menegaskan jika Argentina tak akan menyerah untuk merebut Kepulauan Falkland. Bahkan, Villaruel menyebut orang Inggris sebagai "perompak yang merebut wilayahnya".
3. Scaloni padahal sudah meredam tensi
Aksi para pemain Argentina sebenarnya bertolak belakang dengan pernyataan pelatih Lionel Scaloni. Dalam konferensi pers jelang laga, Scaloni meminta semua pihak memisahkan urusan sepak bola dari politik.
"Ini laga sepak bola. Saya tak bisa mencampuradukkan sebagai rasa hormat terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Kita kritisi perangnya. Tentu, orang-orang mengingat sejarah dan apa yang terjadi. Namun, ini pertandingan sepak bola. Harus bisa dipisahkan!" ujar Scaloni, dilansir Daily Mirror.















