Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemain Putra Jaya Pasuruan Resmi Dilarang Bermain Seumur Hidup

community.idntimes.com
Logo PSSI. (Dok.PSSI)
Intinya sih...
  • Hilmi dilarang bermain seumur hidup karena melancarkan tendangan kungfu ke dada Firman Nugraha saat pertandingan melawan Perseta 1970 Tulungagung.
  • Komdis PSSI Asprov Jawa Timur tidak memberikan hak kepada Hilmi untuk mengajukan banding dan harus membayar denda Rp2,5 juta.
  • Tendangan kungfu Hilmi berpotensi menyebabkan cedera permanen pada korban, sehingga hukuman ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pemain lain.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komite Disiplin PSSI Provinsi Jawa Timur resmi menjatuhkan hukuman berat kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi, Selasa (6/1/2026). Hilmi disanksi larangan bermain seumur hidup.

Sanksinya lebih berat dari itu. Hilmi tak hanya dilarang bermain, melainkan juga beraktivitas di sepak bola. Hukuman itu praktis membuat karier Hilmi di sepak bola tamat.

1. Kenapa Hilmi dapat sanksi begitu berat?

Hilmi mendapat sanksi berat akibat melancarkan tendangan kungfu saat melawan Perseta 1970 Tulungagung. Korbannya adalah Firman Nugraha.

Insiden bermula ketika keduanya hendak berebut bola. Namun, Hilmi justru meloncat dan mengarahkan tendangan ke dada Firman, meski bola bergulir di atas lapangan. Hal ini memunculkan dugaan adanya unsur kesengajaan.

2. Tidak bisa banding

Dalam putusan itu, Komdis PSSI Asprov Jawa Timur tak memberikan hak kepada Hilmi untuk mengajukan banding. Hilmi dinytakan melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Hilmi juga harus membayar denda sebesar Rp2,5 juta. Nominal ini tentu terasa kecil atas pelanggaran berat yang ia lakukan.

3. Aksi Hilmi berpotensi memberikan cedera permanen

Pertimbangan dalam putusan tersebut adalah perlakukan Hilmi masuk dalam tindakan kekerasan. Tendangan kungfu ke arah dada berpotensi membuat korban cedera parah, bahkan menjadi cacat permanen.

Komdis PSSI Asprov Jawa Timur berharap hukuman ini memberikan efek jera kepada pemain lain. Harapannya insiden serupa tak terulang lagi di sepak bola tanah air.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Fulham vs Chelsea Live di TV Mana? Ini Link Streamingnya

08 Jan 2026, 01:30 WIBSport