Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pemain yang Pernah Berseragam Liverpool dan RB Leipzig

5 Pemain yang Pernah Berseragam Liverpool dan RB Leipzig
Dominik Szoboszlai (liverpoolfc.com)
Intinya sih...
  • Dominik Szoboszlai: Berhasil mencetak 20 gol dan 22 assist selama di RB Leipzig, sebelum pindah ke Liverpool dengan nilai transfer fantastis.
  • Fabio Carvalho: Direkrut Liverpool dari Fulham, dipinjamkan ke RB Leipzig namun gagal bersinar. Dijual ke Brentford dengan harga besar.
  • Ibrahima Konate: Solid di RB Leipzig sebelum pindah ke Liverpool, membantu tim meraih Piala FA dan Piala Liga Inggris di musim debutnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Liverpool dan RB Leipzig memang berasal dari liga berbeda, tetapi keduanya sama-sama dikenal sebagai klub yang mampu mencetak pemain berkualitas. Tak heran bila ada sejumlah nama yang pernah memperkuat kedua tim ini, baik lewat transfer permanen maupun masa pinjaman. Beberapa di antaranya bahkan sukses menorehkan catatan gemilang di kedua klub, sementara ada juga yang justru kesulitan beradaptasi.

Kisah perjalanan pemain-pemain tersebut menarik untuk ditelusuri, mulai dari masa baktinya di Leipzig hingga kontribusinya di Liverpool. Selain itu, detail seperti jumlah penampilan, torehan gol, hingga nilai transfer yang fantastis, membuat cerita mereka semakin menarik. Berikut adalah daftar lima pemain yang pernah berseragam Liverpool dan RB Leipzig beserta perjalanan kariernya.

1. Dominik Szoboszlai

Dominik Szoboszlai (liverpoolfc.com)
Dominik Szoboszlai (liverpoolfc.com)

Szoboszlai bergabung ke RB Leipzig pada Januari 2021 dan bertahan hingga Juli 2023. Dalam kurun waktu itu, ia tampil dalam 91 pertandingan, mencetak 20 gol, serta menyumbangkan 22 assist. Penampilannya yang konsisten membuatnya jadi salah satu gelandang kreatif paling menonjol di Bundesliga. Setelah dua setengah musim, Liverpool menebusnya pada musim panas 2023. Bersama The Reds hingga Agustus 2025, ia sudah memainkan 71 laga dan mencetak 9 gol.

Dari sisi prestasi, Szoboszlai sukses meraih dua gelar DFB-Pokal bersama Leipzig pada 2022 dan 2023. Saat pindah ke Liverpool, ia langsung berperan penting dalam menjuarai Premier League musim 2024/25. Transfernya dari Leipzig ke Liverpool tercatat senilai 70 juta euro, atau setara Rp1,1–1,3 triliun, menjadikannya salah satu rekrutan termahal dalam sejarah klub.

2. Fabio Carvalho

Fabio Carvalho (twitter.com/RBLeipzig_EN)
Fabio Carvalho (twitter.com/RBLeipzig_EN)

Carvalho direkrut Liverpool dari Fulham pada 2022 dan langsung diproyeksikan sebagai pemain masa depan. Namun, kesempatan bermainnya terbatas sehingga dipinjamkan ke RB Leipzig pada musim 2023/24. Sayangnya, masa pinjamannya tidak berjalan mulus karena ia hanya tampil 15 kali dan gagal mencetak gol, hingga akhirnya kontrak pinjaman diputus pada Januari 2024.

Prestasi Carvalho di kedua klub terbilang minim karena keterbatasan jam bermain. Meski begitu, Liverpool melepasnya ke Brentford dengan harga yang cukup besar. Awalnya ia diboyong ke Anfield seharga 5 juta euro atau sekitar Rp95 miliar, sebelum dijual ke Brentford seharga £27 juta (sekitar Rp513 miliar). Nilai transfer ini menunjukkan potensi besar Carvalho meski gagal bersinar baik di Liverpool maupun Leipzig.

3. Ibrahima Konate

Ibrahima Konate (twitter.com/LFC)
Ibrahima Konate (twitter.com/LFC)

Konaté bergabung ke RB Leipzig pada 2017 setelah pindah dari Sochaux. Sebagai bek tengah, ia tampil solid dalam sekitar 95 pertandingan bersama klub Jerman tersebut hingga 2021. Meski tidak banyak mencetak gol, kehadirannya di lini belakang memberi kestabilan yang signifikan. Performanya membuat Liverpool kepincut dan membawanya ke Premier League pada musim panas 2021.

Bersama Liverpool, Konaté langsung menorehkan prestasi dengan membantu tim meraih Piala FA dan Piala Liga Inggris di musim debutnya. Ia juga ikut membawa The Reds ke final Liga Champions 2022 meski hanya menjadi runner-up. Transfernya dari Leipzig ke Liverpool menelan biaya 36 juta - 40 juta euro atau setara Rp684 miliar, menjadikannya salah satu bek muda termahal di Eropa saat itu.

4. Naby Keita

Naby Keita (liverpoolfc.com)
Naby Keita (liverpoolfc.com)

Keïta membela RB Leipzig antara 2016 hingga 2018. Selama periode itu, ia tampil dalam 58 pertandingan dan mencetak 14 gol, sebuah catatan impresif untuk gelandang box-to-box. Performa gemilangnya membuat Liverpool tertarik dan merekrutnya pada musim panas 2018. Di Anfield, ia bermain selama lima musim dengan total 129 penampilan, 11 gol, dan 7 assist.

Dalam hal prestasi, Keïta berjasa membawa Liverpool meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Premier League 2019/20, Liga Champions 2018/19, serta Piala Dunia Antarklub 2019. Sementara di Leipzig, meski tak meraih trofi, ia dikenal sebagai motor serangan yang membuat klub kompetitif di Bundesliga. Liverpool memboyongnya dengan biaya 60 juta euro atau sekitar Rp1 triliun, yang kala itu menjadikannya salah satu gelandang termahal di dunia.

5. Peter Gulacsi

Peter Gulacsi (bundesliga.com)
Peter Gulacsi (bundesliga.com)

Gulácsi memulai karier di Liverpool pada 2007, bergabung sebagai pemain muda sebelum naik ke tim senior. Namun, ia tidak pernah mencatat penampilan kompetitif selama lima tahun berada di klub. Setelah dipinjamkan ke beberapa tim, ia akhirnya meninggalkan Anfield pada 2013 menuju RB Salzburg, lalu pindah ke RB Leipzig pada 2015. Di Leipzig, ia berkembang pesat hingga menjadi kiper utama dengan lebih dari 260 penampilan hingga 2025.

Dari sisi prestasi, Gulácsi sukses membawa Leipzig meraih DFB-Pokal serta mengukuhkan diri sebagai salah satu kiper terbaik Bundesliga. Meski gagal menembus skuad utama Liverpool, kariernya di Leipzig membuatnya dikenal luas di Eropa. Karena tidak ada transfer langsung dari Liverpool ke Leipzig, nilai transfer antar kedua klub tidak relevan, sehingga kontribusinya lebih dilihat dari performa di lapangan ketimbang angka.

Perjalanan lima pemain di atas menunjukkan bahwa karier sepak bola selalu penuh dinamika. Ada yang sukses menorehkan prestasi besar bersama Liverpool maupun RB Leipzig, ada pula yang gagal memenuhi ekspektasi. Namun, satu hal yang pasti, keberadaan mereka menambah warna dalam sejarah kedua klub dan menjadi bagian penting dari kisah transfer besar Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
Jumawan Syahrudin
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us