Al Hilal resmi mendatangkan Gabriel Martinelli dari Arsenal seharga Rp1,2 triliun. Ini membuat pemain asal Brasil tersebut termasuk sebagai pembelian termahal di Saudi Pro League (SPL) Arab Saudi. Pemain lain yang juga masuk di lima besar adalah Neymar, Jhon Duran, Crysencio Summerville, dan Mateo Retegui. Mayoritas dari mereka merupakan pembelian dari Al Hilal. Berikut ulasannya per 6 September 2026 pukul 19.00 WIB menurut data Transfermarkt.
5 Pembelian Termahal di Saudi Pro League per September 2026

- Neymar masih menjadi pembelian termahal Saudi Pro League senilai Rp1,5 triliun, meski hanya tampil tiga kali untuk Al Hilal sebelum kembali ke Santos tanpa biaya transfer.
- Jhon Duran dibeli Al Nassr seharga Rp1,3 triliun dan mencetak 12 gol dalam 18 laga, sementara Gabriel Martinelli direkrut Al Hilal dari Arsenal senilai Rp1,2 triliun hingga 2030.
- Al Hilal juga membeli Crysencio Summerville senilai Rp1,1 triliun, sedangkan Mateo Retegui pindah ke Al Qadsiah seharga Rp1,07 triliun dan melanjutkan produktivitas golnya di SPL.
1. Neymar (Rp1,5 triliun) tidak bertahan lama bersama Al Hilal
Neymar pernah menjadi bagian dari Al Hilal pada 2023—2025. Ia saat itu diboyong dari Paris Saint-Germain senilai Rp1,5 triliun. Ini masih menjadikannya rekrutan termahal di SPL, meski sudah hengkang dengan memutuskan kembali ke Santos FC tanpa biaya transfer sepeser pun.
Sayangnya, status sebagai pembelian termahal tersebut tidak sebanding dengan penampilan di lapangan. Neymar saat itu hanya mencatatkan tiga penampilan, termasuk di SPL. Ia sedikit bermain bukan karena kalah bersaing, tetapi cedera berkepanjangan dan masalah kebugaran.
2. Jhon Duran (Rp1,3 triliun) tampil tajam sebagai striker Al Nassr
Jhon Duran meninggalkan Aston Villa untuk bergabung ke Al Nassr pada musim dingin 2025. Kesepakatan ini tercapai usai kedua tim menyetujui mahar kepindahan sebesar Rp1,3 triliun. Namun, ia tidak dapat bertahan lama, bahkan juga sempat dipinjamkan ke klub-klub di Eropa.
Jhon Duran hanya menjalani 18 pertandingan selama berseragam Al Nassr. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan dapat membukukan 12 gol. Ini statistik yang sangat baik karena menunjukkan produktivitas sebagai pemain depan yang punya pengalaman bermain di Eropa.
3. Gabriel Martinelli (Rp1,2 triliun) bakal menjadi opsi baru posisi penyerang
Gabriel Martinelli resmi berlabuh di Kingdom Arena pada 3 September 2026. Al Hilal merogoh kocek sebanyak Rp1,2 triliun untuk memboyongnya dari Arsenal. Banderol fantastis ini bakal mengikat pemain berusia 25 tahun tersebut untuk bertahan hingga musim panas 2030 nanti.
Gabriel Martinelli akan menggantikan posisi Malcom yang telah cabut dari Al Hilal pada musim panas 2026. Apabila melihat rekam jejaknya bersama Arsenal, maka ia pilihan yang tepat. Ia saat itu menorehkan 41 gol dan 23 asis dari 191 penampilan di English Premier League (EPL).
4. Crysencio Summerville (Rp1,1 triliun) telah mencetak gol di SPL 2026/2027
Crysencio Summerville bergabung ke Al Hilal pada 24 Juli 2026. Ia didatangkan dari klub asal Inggris, West Ham United, dengan mahar Rp1,1 triliun. Transfer ini memberikan keuntungan besar bagi The Hammers karena dua kali lipat lebih mahal dari biaya untuk mendatangkannya.
Hebatnya, ia cepat beradaptasi dengan gaya permainan Al Hilal. Ini terlihat dengan langsung menjadi pemain andalan yang belum tergantikan hingga pekan ke-4 SPL 2026/2027. Ia bahkan memberikan kontribusi yang nyata dengan telah terlibat dalam terciptanya empat gol Al Hilal.
5. Mateo Retegui (Rp1 triliun) menjadi mesin gol bagi Al Qadsiah
Mateo Retegui menerima tawaran untuk pindah ke Al Qadsiah pada 21 Juli 2025. Atalanta BC setuju untuk menjualnya di angka Rp1,07 triliun. Nominal ini masih menempati urutan kedua sebagai penjualan termahal sepanjang masa La Dea dengan hanya kalah dari Rasmus Hojlund.
Mateo Retegui menunjukkan kapasitasnya dengan masih konsisten menjadi mesin gol di SPL. Ia memulai musim debut dengan menorehkan sebanyak 16 gol untuk Al Qadsiah. Sementara itu, ketajamannya masih terus berlanjut dengan telah dapat mencetak 3 gol di SPL 2026/2027.
SPL masih menjadi tujuan bagi para pemain dari klub Eropa untuk menjajal persepakbolaan Asia dan memperoleh pundi-pundi uang dalam jumlah besar. Ini terlihat dari kelima rekrutan termahal. Menarik untuk mengikuti kiprah mereka di Arab Saudi.




















