Kobbie Mainoo bisa dibilang sebagai pemain yang paling diuntungkan dari perubahan lanskap ini. Menurut The Athletic, Mainoo hanya mencatatkan 221 menit bermain di Premier League 2025/2026 dan tidak pernah menjadi starter di liga, kontras dibanding musim sebelumnya ketika ia mencatatkan 13 starter liga. Amorim lebih memilih duet Casemiro–Bruno Fernandes, dengan Fernandes ditarik lebih dalam demi kreativitas, sehingga Mainoo terpinggirkan dan sempat mempertimbangkan opsi pinjaman.
Saat diturunkan, Mainoo kerap bermain di posisi yang tak mendukung potensinya, dari gelandang bertahan, gelandang serang, hingga eksperimen radikal sebagai penyerang, yang menunjukkan ambiguitas struktural yang menghambat perkembangannya. Jika Fletcher atau pelatih berikutnya beralih ke 4-3-3 atau 4-2-3-1, Mainoo berpotensi kembali ke peran interior midfielder yang menuntut kontrol tempo dan progresi bola. Perubahan ini membuka peluang baginya lebih dari sekadar pelengkap sebelas pemain, sesuatu yang selama ini justru langka ia dapatkan.
Joshua Zirkzee juga berada dalam kategori pemain yang berpeluang diuntungkan oleh perubahan taktik. Penyerang Belanda itu memang punya catatan menit bermain lebih baik ketimbang Mainoo, tetapi statusnya abu-abu di bawah Amorim. Preferensi Amorim yang kerap menempatkan Matheus Cunha sebagai penyerang number 9, serta kedatangan Benjamin Sesko, membuat posisi Zirkzee terus berada dalam ketidakpastian.
Hubungan yang tidak sepenuhnya klop antara Zirkzee dan Amorim turut memicu wacana kepindahan, termasuk ketertarikan dari AS Roma. Namun, perubahan pelatih memaksa klub untuk mengevaluasi ulang statusnya, terutama mengingat fleksibilitas Zirkzee sebagai penyerang yang mampu turun ke ruang antarlini. Dalam sistem yang lebih cair, profil seperti ini justru memberikan nilai tambah, terutama ketika MU membutuhkan variasi serangan, bukan sekadar target man statis.
Kelompok lain yang berpotensi diuntungkan adalah pemain akademi. Amorim kerap dikritik karena enggan menurunkan talenta muda dalam situasi ideal, seperti ketika Shea Lacey tidak diberi debut saat MU menang 4-1 atas Wolverhampton Wanderers, tetapi justru dimainkan di laga sulit melawan Aston Villa. Jack Fletcher, Bendito Mantato, dan Tyler Fredricson lebih sering diperkenalkan dalam situasi krisis, bukan sebagai bagian dari rencana jangka menengah.
Dengan Darren Fletcher sebagai pelatih interim yang punya latar belakang kuat di akademi, pendekatan terhadap pemain muda berpotensi menjadi lebih kontekstual. Pengetahuan internal tentang karakteristik dan kesiapan mereka membuka peluang integrasi yang lebih rasional. Perubahan ini menegaskan, pergeseran filosofi tidak hanya berdampak kepada pemain inti, tetapi juga pada jalur regenerasi klub.