Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Membandingkan Pencapaian Ruben Amorim dan 4 Pelatih Sebelumnya di MU

ilustrasi Old Trafford Stadium
ilustrasi Old Trafford Stadium (pexel.com/Mylo Kaye)
Intinya sih...
  • Jose Mourinho mempersembahkan tiga trofi dan rata-rata 1,97 poin per pertandingan selama menangani Manchester United.
  • Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan rata-rata 1,79 poin per pertandingan dan gagal mempersembahkan gelar juara Europa League.
  • Ralf Rangnick hanya mencatatkan rata-rata 1,45 poin per pertandingan dan gagal mempersembahkan trofi untuk Manchester United.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester United (MU) memutuskan untuk memecat Ruben Amorim dari jabatannya sebagai pelatih skuad utama pada 5 Januari 2026. Keputusan itu diumumkan sehari setelah klub hanya meraih hasil imbang di markas Leeds United. Ini sekaligus mengakhiri masa kerja juru taktik asal Portugal tersebut yang berlangsung sejak November 2024.

Pergantian pelatih kembali menjadi sorotan di Old Trafford, mengingat hasil yang diraih Amorim selama menukangi tim belum menunjukkan perbaikan signifikan. Catatan pertandingan MU di bawah arahannya menempatkan klub dalam situasi yang tak baik-baik saja, sehingga pencapaiannya mulai disejajarkan dengan para pendahulunya. Dari sini, menarik untuk melihat bagaimana kinerja Amorim dibandingkan empat pelatih sebelumnya yang sempat memimpin Manchester United.

1. Jose Mourinho mempersembahkan tiga trofi

Jose Mourinho mengemban peran sebagai manajer Manchester United sejak Juli 2016 hingga Desember 2018. Selama 2,5 tahun masa kepemimpinannya, Setan Merah meraih 1,97 poin per pertandingan dengan total 84 kemenangan, 31 keimbangan, dan 29 kekalahan dari total 144 pertandingan di berbagai ajang. Salah satu catatan apiknya ialah mempersembahkan kemenangan dalam sembilan laga beruntun.

Kehadiran pria asal Portugal itu di kursi kepelatihan MU juga berbuah 3 trofi di 3 ajang berbeda dalam musim yang sama. Di bawah kendalinya, Setan Merah memenangi trofi Europa League, Community Shield, dan Carabao Cup pada 2016/2017. Pada 2025/2026 ini, Mourinho kembali ke negaranya untuk menukangi Benfica.

2. Statistik Ole Gunnar Solskjaer memburuk sejak dipilih sebagai pelatih utama

Ole Gunnar Solskjaer awalnya hanya berstatus sebagai pelatih interim di Manchester United pada Desember 2018–Maret 2019. Hasil apik berupa 2,32 poin per pertandingan lantas membuat manajemen meresmikannya sebagai pelatih utama pada Maret 2019. Lalu, jabatan itu ia pegang hingga November 2021. 

Di bawah kendali Solskjaer sebagai juru taktik utama, Setan Merah meraih 1,79 poin per pertandingan dari 95 kemenangan, 35 keimbangan, dan 41 kekalahan. Sosok asal Norwegia itu sempat berpeluang mempersembahkan gelar juara Europa League 2020/2021. Sayangnya, David de Gea dan kolega harus takluk dari Villarreal lewat adu penalti di final.

3. Ralf Rangnick mencatatkan rata-rata 1,45 poin per pertandingan

Ralf Rangnick hanya mengawal Manchester United selama 179 hari pada Desember 2021–Mei 2022. Hasilnya, Setan Merah hanya mendapat 1,45 poin per pertandingan dengan total 11 kemenangan, 9 keimbangan, 9 sisanya berakhir dengan kekalahan. Sejak 2022, ia ditunjuk sebagai juru taktik Timnas Austria.

Beberapa catatan buruk juga menyertai Rangnick selama mengarsiteki Setan Merah. Selain gagal mempersembahkan trofi, anak asuhnya juga tak mampu berbuat banyak di berbagai ajang. Mereka bahkan terhenti pada putaran keempat FA Cup setelah kalah dari Middlesbrough.

4. Erik ten Hag mempersembahkan dua trofi kompetisi domestik

Setelah Ralf Rangnick, giliran Erik ten Hag yang menjabat sebagai manajer Manchester United. Ia memegang kendali selama 850 hari sejak Juli 2022 hingga dipecat pada Oktober 2024. Selama dilatih olehnya, Setan Merah memperoleh rata-rata 1,84 poin per pertandingan dari 72 kemenangan, 20 keimbangan, dan 36 kekalahan. 

Juru taktik asal Belanda itu mempersembahkan dua trofi untuk MU. Setan Meraih menjuarai Carabao Cup 2022/2023 usai mengalahkan Newcastle United di final. Kemudian pada musim berikutnya, ia membawa anak asuhnya mengangkat trofi FA Cup setelah menumbangkan Manchester City di partai puncak.

5. Ruben Amorim gagal mempersembahkan trofi dan hanya mencatatkan 1,43 poin per pertandingan

Ruben Amorim ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada November 2024 usai melewati periode gemilang di Sporting CP. Sayangnya, masa baktinya di Old Trafford harus berakhir lebih cepat usai manajemen memilih memecatnya pada 5 Januari 2026. Secara total, ia membawa Setan Merah meraih 25 kemenangan, 15 keimbangan, dan 23 kekalahan (1,43 poin per pertandingan).

Sosok asal Portugal itu hampir mengikuti jejak Jose Mourinho dengan mempersembahkan gelar juara Europa League. Sayangnya, ambisi itu pupus usai anak asuhnya takluk dari Tottenham Hotspur di final pada musim 2024/2025. Catatan buruk juga menyertai Amorim lantaran tim besutannya disingkirkan klub kasta keempat pada putaran kedua Carabao Cup 2025/2026. 

Ruben Amorim mengikuti jejak empat nama sebelumnya sebagai pelatih yang akhirnya harus angkat kaki dari Old Trafford. Namun, poin per pertandingan yang ia catatkan merupakan yang terburuk dibanding empat nama lainnya dalam daftar ini. Selain itu, ia menyamai Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick lantaran gagal mempersembahkan trofi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Malaysia Open 2026 Hari Ini: Kamis, 8 Januari 2026

08 Jan 2026, 10:10 WIBSport