Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Manajer Tetap Manchester United Pasca-Ferguson, Amorim Terburuk!

ilustrasi logo Manchester United
ilustrasi logo Manchester United (unsplash.com/Pranshu Bhatnagar)

Manchester United kembali menjadi sorotan setelah memutuskan berpisah dengan Ruben Amorim. Manajer asal Portugal itu gagal mengangkat performa Setan Merah secara konsisten. Keputusan pemecatan ini pun memunculkan perbandingan dengan manajer-manajer sebelumnya di era pasca sepeninggalan Sir Alex Ferguson pada 2013.

Jika dilihat dari data pertandingan, persentase kemenangan, dan posisi akhir liga, kinerja Ruben Amorim ternyata berada di level paling bawah. Bahkan, catatannya masih kalah dibanding pelatih interim yang hanya menangani tim dalam waktu singkat. Berikut perbandingan Ruben Amorim dengan lima manajer tetap Manchester United sebelumnya.

1. Ruben Amorim menjadi manajer Manchester United terburuk sejak 2013

Ruben Amorim mencatatkan performa terburuk Manchester United di era Premier League. Ruben Amorim menangani Manchester United selama hampir 2 musim dengan total 63 pertandingan di semua kompetisi. Dari sekitar 62 pertandingan di seluruh kompetisi, ia hanya mampu meraih 24 kemenangan dengan persentase menang di bawah 39 persen. Rata-rata poin per laga yang diraih MU juga hanya berada di kisaran 1,43.

Manchester United bahkan finis di peringkat 15 English Premier League (EPL) pada musim terakhir Amorim. Posisi tersebut menjadi yang terendah bagi klub dalam lebih dari tiga dekade. Amorim memang membawa Setan Merah ke final Liga Europa, tetapi pencapaian itu tidak mampu menutupi buruknya performa di Premier League.

2. Ole Gunnar Solskjaer pernah membawa Manchester United finis kedua di EPL

Ole Gunnar Solskjaer mencatatkan persentase kemenangan bersama Setan Merah sekitar 51 persen. Ia membawa Manchester United beberapa kali finis di zona Liga Champions. Manchester United juga sempat finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2020/2021.

Namun, tetap tidak membawa Setan Merah menjuarai English Premier League (EPL). Meski gagal mempersembahkan trofi, performa Manchester United di liga tergolong cukup stabil. Catatan tersebut menunjukkan Solskjaer lebih efektif dibanding Amorim.

3. José Mourinho masih menjadi manajer terbaik sepeninggalan Alex Ferguson

José Mourinho menjadi manajer Manchester United paling sukses pasca-Ferguson secara statistik. Ia mencatatkan win rate mendekati 59 persen selama masa kepemimpinannya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara pelatih Manchester United sepeninggalan Sir Alex Ferguson.

Mourinho membawa Setan Merah menjuarai Europa League dan EFL Cup. Ia juga mengantar tim finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2017/2018. Hingga kini, era Mourinho masih menjadi pelatih Manchester United paling berhasil setelah 2013.

4. Louis van Gaal hanya bertahan 2 musim saat melatih Manchester United

Louis van Gaal mencatatkan win rate Premier League di kisaran 52 persen selama 2 musim. Ia membawa taktik permainan sedikit bertahan meski gaya bermain tersebut kerap menuai kritik. Manchester United juga mampu bersaing di papan atas liga.

Setan Merah finis di peringkat empat dan lima pada era van Gaal. Ia juga mempersembahkan trofi FA Cup sebagai bukti capaian nyata dari keberadaan Van Gaal di Old Trafford. Dari sisi statistik dan prestasi, van Gaal jauh lebih unggul dibanding Amorim.

5. David Moyes merupakan manajer pertama yang menggantikan Sir Alex Ferguson

David Moyes sering dianggap sebagai awal kemunduran Manchester United pasca-Ferguson. Namun, ia tetap mencatatkan persentase kemenangan di seluruh kompetisi kisaran 53 persen. Angka tersebut menunjukkan performa yang tidak terlalu jauh dari capaian pelatih-pelatih Manchester United lainnya yang ada di dalam daftar ini.

Manchester United finis di peringkat tujuh pada musim 2013/2014. Hasil tersebut memang mengecewakan bagi klub sebesar Manchester United. Meski begitu, posisi dan statistik Moyes masih berada di atas capaian Amorim.

Dari perbandingan lima manajer tetap Manchester United pasca-Ferguson, Ruben Amorim berada di posisi terbawah secara statistik. Setan Merah terlalu jarang menang dan finis terlalu rendah di klasemen akhir EPL. Kondisi tersebut membuat Amorim tercatat sebagai manajer dengan performa terburuk Manchester United pasca sepeninggalan Sir Alex Ferguson pada 2013.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

John Herdman Tiba Bareng Keluarga di Indonesia, Asistennya Menyusul

10 Jan 2026, 21:13 WIBSport