Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pencetak Gol Swiss di Piala Dunia 2026, Termasuk Granit Xhaka
Swiss bertanding di Piala Dunia. (pexels.com/Rushi Patel)
  • Swiss terhenti di perempat final Piala Dunia 2026 usai kalah 1-3 dari Argentina, meski tampil solid dengan kontribusi lima pencetak gol berbeda sepanjang turnamen.
  • Johan Manzambi menjadi top skor Swiss dengan tiga gol dan dua assist, menunjukkan potensi besar sebagai pemain muda yang berperan penting sejak fase grup hingga babak gugur.
  • Granit Xhaka memimpin tim sebagai kapten tak tergantikan, menyumbang satu gol dan sukses dalam adu penalti, menegaskan keseimbangan antara pengalaman dan talenta muda di skuad Swiss.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tim Nasional Swiss tak mampu melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Langkah mereka terhenti pada perempat final dengan kalah 1-3 dari sang juara bertahan Argentina. Kekalahan tersebut juga menutup kiprah lima pencetak gol mereka di ajang ini, termasuk Granit Xhaka yang sekaligus memegang tanggung jawab besar sebagai kapten tim.

1. Johan Manzambi menjadi top skor Swiss dengan tiga gol

Piala Dunia 2026 menjadi momen bagi Johan Manzambi untuk menunjukkan sentuhan terbaiknya sebagai talenta muda dengan prospek menjanjikan. Pemain berusia 20 tahun itu mengakhiri kiprahnya sebagai top skor Swiss dengan total 3 gol dan 2 assist. Sayangnya, setelah selalu tampil sejak laga pertama fase grup hingga babak 32 besar, ia harus absen dalam dua laga berikutnya karena cedera.

Manzambi menjadi sosok kunci dengan torehan dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Bosnia-Herzegovina pada laga kedua fase grup. Sedangkan saat bermain selama 85 menit menghadapi Kanada, ia berhasil mengemas 1 gol dan 1 assist yang berbuah kemenangan 2-1 bagi Swiss. Lalu, satu assist-nya yang lain hadir dalam kemenangan 2-0 atas Aljazair.

2. Breel Embolo menjebol gawang Qatar dan Aljazair

Breel Embolo memegang tanggung jawab sebagai ujung tombak utama Swiss. Ia sekaligus menjadi pencetak gol pertama timnya, yaitu sebuah gol yang berbuah hasil imbang 1-1 dengan Qatar pada laga pertama fase grup. Dalam dua laga berikutnya pada fase grup, ia selalu berhasil menyumbang assist

Pemain Stade Rennais itu kembali mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan 2-0 atas Aljazair. Sayangnya, kontribusi gol dan assist-nya justru berhenti sampai di situ. Dalam kekalahan dari Argentina, pemain berusia 29 tahun tersebut terkena kartu merah pada menit 72.

3. Ruben Vargas mencetak dua gol dan berhasil melakukan tugasnya dalam adu penalti kontra Kolombia

Rubern Vargas dipercaya sebagai salah satu motor serangan lewat kemampuannya mengeksplorasi sisi kiri lini serang. Namun, menit bermain yang didapat justru makin menurun  sejak fase grup hingga fase gugur. Dengan selalu bermain dalam tiap laga, ia berhasil menjebloskan 2 gol dan 1 assist.

Satu gol dan assist-nya mewarnai kemenangan telak 4-1 atas Bosnia-Herzegovina pada laga kedua fase grup. Peran pentingnya kembali terlihat dengan mencetak sebuah gol dalam kemenangan tipis atas Kolombia. Lalu dalam adu penalti kontra Kolombia pada babak 16 besar, ia menjadi eksekutor terakhir yang sekaligus memastikan langkah Swiss ke fase berikutnya.

4. Gol Dan Ndoye bersarang di gawang Argentina dan Aljazair

Dan Ndoye menjadi salah satu motor serangan utama lewat kemampuannya beroperasi di sisi kanan dan kiri. Namun, ia sempat menemui kesulitan dan tak mampu menyumbang gol selama fase grup. Akhirnya, gol yang ia tunggu hadir dalam kemenangan atas Aljazair pada babak 32 besar yang sekaligus membawa Swiss ke fase berikutnya. 

Pemain Nottingham Forest tersebut kembali menciptakan gol pada perempat final. Ia melakukannya dengan sepakan kaki kanan pada menit 67 dan membuat skor imbang 1-1. Sayangnya, kontribusinya belum cukup untuk membawa Swiss melangkah lebih jauh.

5. Granit Xhaka tak tergantikan dan menyumbang satu gol

Granit Xhaka memang telah melewati usia emasnya. Meski demikian, Swiss masih begitu bergantung dengan pemain kelahiran 29 September 1992 tersebut. Buktinya, Xhaka menjadi kapten tim, selalu bermain penuh dalam tiap laga, serta mengemas 1 gol pada waktu normal dan 1 gol dalam adu penalti.

Dalam kemenangan atas Bosnia-Herzegovina, Xhaka mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90+7 yang sekaligus menutup pesta gol timnya. Ia melakukannya dengan eksekusi matang dari titik penalti yang berawal dari pelanggaran yang didapat Djibril Sow. Lalu dalam adu penalti melawan Kolombia, Xhaka menjadi eksekutor pertama Swiss dan berhasil melakukan tugasnya.

Hadirnya lima pencetak gol berikut menegaskan kontribusi merata di skuad Swiss. Meski tak memiliki sosok penyerang yang benar-benar dominan, kedalaman tim dan kemampuan para pemain untuk saling berbagi peran berhasil membawa mereka melaju hingga perempat final Piala Dunia 2026. Dengan perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda menjanjikan, Swiss memiliki modal kuat untuk kembali bersaing pada turnamen besar mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article