Peru Dilanda 'Demam Haaland', Ratusan Bayi Lahir Pakai Namanya

- Lebih dari 500 bayi di Peru diberi nama Haaland atau Erling Haaland selama Piala Dunia 2026, mencerminkan pengaruh besar sang striker Norwegia di luar lapangan.
- Performa tajam Haaland dengan tujuh gol dan membawa Norwegia ke perempat final membuatnya jadi sorotan global, termasuk bagi penggemar sepak bola di Peru.
- Tradisi menamai anak dengan nama pesepak bola sudah lama ada di Peru, dengan ribuan warga memakai nama seperti Messi, Ronaldo, Neymar, hingga kini muncul tren 'Haaland Fever'.
Nama Erling Haaland kembali menjadi perbincangan dunia. Namun, kali ini bukan karena torehan gol atau rekor di lapangan hijau. Penyerang andalan Norwegia tersebut justru memicu fenomena unik di Peru setelah penampilannya pada Piala Dunia 2026. Lebih dari 500 bayi yang lahir di negara Amerika Selatan itu didaftarkan menggunakan nama Haaland atau Erling Haaland sebagai bentuk apresiasi orangtua terhadap sang pemain. Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa pengaruh seorang pesepak bola dapat melampaui lapangan pertandingan dan merambah ke kehidupan sosial masyarakat.
Yang menarik, Peru sebenarnya tidak menjadi salah satu peserta Piala Dunia 2026. Meski demikian, antusiasme masyarakat terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia tetap sangat tinggi. Penampilan impresif Haaland bersama Norwegia berhasil mencuri perhatian banyak penggemar sepak bola di Peru hingga memunculkan tren penamaan bayi yang tercatat secara resmi oleh pemerintah. Kisah ini pun menjadi salah satu fenomena unik yang lahir di luar persaingan perebutan gelar juara Piala Dunia.
1. Lebih dari 500 bayi menggunakan nama Haaland
Mengutip Euronews, Kantor Registrasi Nasional Identifikasi dan Status Sipil Peru (RENIEC) mencatat lonjakan pendaftaran bayi yang menggunakan nama Haaland selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 468 bayi telah didaftarkan dengan nama Haaland. Sementara itu, 91 bayi lainnya memperoleh nama lengkap Erling Haaland, sehingga total terdapat 559 bayi yang menggunakan nama yang terinspirasi dari striker Timnas Norwegia tersebut.
RENIEC menjelaskan bahwa peningkatan tersebut mulai terlihat beberapa pekan setelah Piala Dunia bergulir. Performa Haaland yang tampil tajam bersama Norwegia disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong popularitas namanya di Peru. Juru bicara RENIEC, Iván Torres, mengatakan kepada stasiun televisi Peru, Televisión Panamericana, bahwa para bintang sepak bola kerap menjadi inspirasi bagi masyarakat Peru dalam memilih nama untuk anak mereka. Ia bahkan sempat berkelakar bahwa "Haaland kini juga orang Peru" untuk menggambarkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap sang pemain.
2. Performa gemilang Haaland jadi pemicu demam di Peru
Erling Haaland tampil sebagai salah satu pemain paling menonjol sepanjang Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 25 tahun itu berhasil mencetak tujuh gol, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappé yang menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. Ketajamannya juga membantu Norwegia melangkah hingga babak perempat final.
Salah satu penampilan terbaik Haaland terjadi saat Norwegia menghadapi Brasil di babak gugur. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak dua gol yang memastikan timnya menyingkirkan salah satu kandidat juara. Meski langkah Norwegia akhirnya terhenti setelah kalah dari Inggris di babak perempat final, performa impresif Haaland sepanjang turnamen telah meninggalkan kesan mendalam bagi penggemar sepak bola di berbagai negara, termasuk Peru yang bahkan tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
3. Peru sudah lama gemar menggunakan nama pesepak bola
Fenomena penggunaan nama pesepak bola sebenarnya bukan hal baru di Peru. Menurut data RENIEC, masyarakat negara tersebut memang memiliki kebiasaan memberikan nama anak yang terinspirasi dari bintang sepak bola dunia. Tradisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berlanjut setiap kali muncul pemain yang tampil menonjol di panggung internasional.
Data resmi menunjukkan terdapat 3.402 warga Peru yang menggunakan nama Messi, termasuk 292 orang yang memakai nama lengkap Lionel Messi. Selain itu, terdapat 1.185 orang bernama Cristiano Ronaldo dan 1.241 orang menggunakan nama Yamal yang terinspirasi dari bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Sementara itu, nama Neymar masih menjadi yang paling populer dengan sekitar 33.809 orang menggunakannya.
Fenomena Haaland Fever menjadi bukti bahwa dampak Piala Dunia tidak hanya terasa di dalam stadion, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat di berbagai negara. Penampilan impresif seorang pemain selama turnamen mampu meninggalkan kesan mendalam hingga menginspirasi orangtua dalam memilih nama untuk anak mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa sepak bola memiliki pengaruh yang melampaui hasil pertandingan maupun prestasi sebuah tim nasional.
Meski Peru tidak tampil di Piala Dunia 2026, antusiasme masyarakatnya terhadap turnamen tersebut tetap sangat tinggi. Kisah ratusan bayi yang diberi nama Haaland menjadi salah satu fenomena unik yang memperlihatkan besarnya pengaruh seorang pesepak bola terhadap para penggemarnya. Bukan tidak mungkin jika tren serupa akan kembali muncul ketika lahir bintang baru di sepak bola dunia dengan tradisi penamaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kalau kamu sendiri, apakah ada pesepak bola yang begitu menginspirasi hingga layak dijadikan nama untuk generasi berikutnya?













