5 Pencetak Gol Terbanyak Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang Gagal Lolos

- Lima pemain mencetak delapan gol di Kualifikasi Piala Dunia 2026, namun gagal membawa negaranya lolos meski tampil impresif sepanjang turnamen.
- Kamory Doumbia, Denis Bouanga, Victor Osimhen, Fabio Lima, dan Miguel Terceros menjadi sorotan karena kontribusi besar mereka bagi tim masing-masing.
- Kegagalan mereka menunjukkan bahwa performa individu gemilang belum tentu cukup untuk mengantarkan tim ke putaran final Piala Dunia.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 telah rampung. Sebanyak 45 negara sah menjadi peserta usai melewati perjalanan panjang. Beberapa negara menjadi sorotan karena penampilan apik selama babak kualifikasi. Begitu pula dengan para pemain. Di daftar top skor, Erling Haaland menjadi raja dengan torehan 16 gol bagi Norwegia.
Ketajaman Haaland pun tak sia-sia karena ia berhasil membawa Norwegia lolos. Namun, ada beberapa pemain yang tak seberuntung dirinya. Mereka mencetak banyak gol di Kualifikasi Piala Dunia 2026, tetapi gagal meloloskan negaranya. Inilah lima nama teratas, yang masing-masing membuat delapan gol.
1. Kamory Doumbia gagal meloloskan Mali dari putaran pertama kualifikasi zona Afrika
Kamory Doumbia mungkin adalah pemain yang bernasib paling sial di daftar ini. Doumbia tajam bersama Timnas Mali pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. Gelandang serang 23 tahun itu tampil dalam sepuluh laga negaranya yang tergabung di Grup I. Doumbia pun mencetak delapan gol yang membawa Mali meraih 5 kemenangan dan 3 hasil imbang.
Sayangnya, Mali hanya finis di peringkat ketiga klasemen grup. Mereka kalah bersaing dengan Ghana dan Madagaskar. Mali pun gagal lolos ke Piala Dunia 2026, bahkan tidak melaju ke putaran kedua kualifikasi. Dengan demikian, Timnas Mali masih belum pernah tampil di Piala Dunia sepanjang sejarah mereka.
2. Denis Bouanga bersama Gabon terhenti pada putaran kedua kualifikasi zona Afrika
Denis Bouanga juga mencetak delapan gol bagi Timnas Gabon di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. Bouanga adalah winger andalan Gabon berusia 31 tahun. Ia membawa Gabon meraih 8 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 10 laga Grup F. Sialnya, Gabon tetap gagal menjadi juara grup karena Pantai Gading tampil lebih hebat.
Sebagai runner-up grup, Gabon melaju ke putaran kedua kualifikasi dan bertemu Nigeria pada semifinal. Mereka sempat memberi perlawanan bagi Nigeria hingga laga berlanjut ke babak tambahan. Namun, Gabon akhirnya kalah 1-4 dan gagal ke Piala Dunia. Bouanga sendiri tampil penuh selama 120 menit laga, tetapi gagal mencetak gol bagi timnya.
3. Victor Osimhen diganggu cedera pada laga final putaran kedua kualifikasi
Nigeria juga memiliki pemain yang mencetak delapan gol pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain tersebut adalah Victor Osimhen, striker andalan mereka. Osimhen membuat 6 gol dalam 5 laga putaran pertama di Grup C. Itu termasuk hattrick ke gawang Benin pada laga terakhir yang memastikan Nigeria finis di peringkat kedua klasemen.
Nigeria lalu menyingkirkan Gabon pada semifinal putaran kedua berkat dua gol Osimhen. Sayangnya, Osimhen mengalami cedera di tengah laga final kontra Republik Demokratik (RD) Kongo. Ia pun ditarik keluar pada paruh babak dan hanya bisa menonton kelanjutan perjuangan timnya. Nigeria akhirnya kalah adu penalti dari RD Kongo hingga gagal ke Piala Dunia.
4. Fabio Lima hanya bisa membawa Uni Emirat Arab hingga putaran kelima kualifikasi zona Asia
Ada pula Fabio Lima, gelandang kelahiran Brasil yang membela Timnas Uni Emirat Arab (UEA). Lima menjadi pemain kunci UEA pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ia tampil 11 kali dan menyumbang 8 gol bagi timnya. Itu termasuk quattrick ke gawang Qatar pada matchday 6 putaran ketiga.
Gol-gol Lima meloloskan UEA sampai ke putaran kelima kualifikasi. Mereka bertemu Irak dan bakal lanjut ke playoff antarkonfederasi jika bisa menang. Sayangnya, Lima tak bisa tampil dalam dua pertemuan kontra Irak. UEA pun menyerah dengan skor agregat 2-3 dan masih harus absen di Piala Dunia setelah penampilan pertama mereka pada 1990.
5. Miguel Terceros gagal membawa Bolivia kembali ke Piala Dunia setelah 32 tahun absen
Sementara, Bolivia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1994 alias 32 tahun lalu. Sejak itu, perjuangan mereka selalu mentok pada babak kualifikasi. Bolivia sebenarnya sudah di ambang kelolosan ke edisi 2026. Mereka berhasil mencapai babak playoff antarkonfederasi dan tinggal mengalahkan Irak untuk tampil di putaran final.
Salah satu pemain kunci Bolivia di babak kualifikasi adalah Miguel Terceros. Gelandang yang akrab disapa Miguelito itu baru berusia 21 tahun tetapi sudah jadi andalan Bolivia. Ia merumput 14 kali sepanjang kualifikasi dan membuat 8 gol. Sayangnya, Miguelito nihil gol saat Bolivia dikalahkan Irak 1-2 hingga harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia.
Lima pemain di atas sudah tampil maksimal di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sayangnya, ketajaman mereka belum cukup membawa negaranya lolos ke turnamen akbar tersebut. Akankah mereka berhasil melakukannya pada edisi Piala Dunia berikutnya?
















