Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengakuan Giggs: Dulu, Pemain MU Ogah Kenal Dekat Pemain Arsenal
Legenda Manchester United, Ryan Giggs di SUGBK. (IDN Times/Gabriel).
  • Ryan Giggs heran melihat pemain modern saling berpelukan sebelum laga, berbeda dari eranya yang menganggap pertarungan mental dimulai sejak di lorong stadion.

  • Pemain MU pada era Giggs membatasi interaksi personal dengan rival seperti Arsenal agar tetap fokus memenangkan pertandingan.

  • Setelah pensiun, Giggs menyadari legenda Arsenal seperti Gilberto Silva dan Robert Pires adalah sosok yang baik dan menyenangkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10/2026)

Ryan Giggs melontarkan pandangannya dalam jumpa pers jelang membela United Legends kontra North London Legends di SUGBK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ryan Giggs mengungkap perbedaan sikap pemain terhadap rival sebelum pertandingan pada eranya dan sepak bola modern.
  • Who?
    Ryan Giggs, legenda Manchester United, serta pemain MU dan rival seperti Arsenal.
  • Where?
    Jumpa pers jelang laga United Legends kontra North London Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
  • When?
    Jumat (9/10/2026).
  • Why?
    Pemain MU pada era Giggs membatasi kedekatan dengan lawan untuk menjaga fokus dan memenangkan pertandingan.
  • How?
    Pemain mengurangi interaksi personal dengan rival sebelum laga, sementara Giggs baru mengenali sisi ramah mereka setelah pensiun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ryan Giggs bercerita tentang pemain MU dan Arsenal dulu. Mereka saling menghormati, tetapi tidak banyak berteman sebelum pertandingan. Mereka ingin fokus menang dan menjaga pikiran tetap kuat. Setelah berhenti bermain, Giggs baru tahu pemain Arsenal seperti Gilberto Silva dan Robert Pires ternyata orang yang baik. Sekarang ia heran melihat pemain sering berpelukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengalaman Ryan Giggs menunjukkan bahwa persaingan di lapangan tidak harus menghapus rasa saling menghormati. Setelah pensiun, ia dapat mengenal Gilberto Silva dan Robert Pires sebagai orang yang baik serta menyenangkan. Perubahan pandangan itu memperlihatkan adanya ruang untuk membangun hubungan lebih akrab setelah tuntutan kompetisi berakhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Legenda Manchester United, Ryan Giggs, merasa heran melihat fenomena pesepak bola modern yang saling berpelukan di lorong pemain sebelum laga dimulai.

Giggs melontarkan pandangan itu dalam jumpa pers jelang membela United Legends kontra North London Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (9/10/2026).

Di eranya, bersikap terlalu ramah pada rival seperti Arsenal merupakan hal tabu. Bukan berarti mereka bermusuhan, karena mereka semua saling menghormati satu sama lain. Lantas, apa penyebabnya?

1. Frustrasi lihat pemandangan pemain saling peluk sebelum bertanding

Dari kiri ke kanan: Gilberto Silva, Robert Pires, Rio Ferdinand, Ryan Giggs. (IDN Times/Gabriel).

Beda dengan dulu, Giggs mengaku gemas ketika menyaksikan pertandingan sepak bola era sekarang. Para pemain dari dua tim yang akan bertanding justru terlihat sangat akrab di lorong stadion.

Giggs menyatakan, eranya dulu, pertarungan mental sudah dimulai sejak sebelum pemain masuk ke lapangan. Apalagi ketika MU bersua rival-rivalnya macam Arsenal, Manchester City, hingga Liverpool.

"Ketika kita menonton pertandingan di rumah dan melihat satu sama lain berpelukan sebelum pertandingan, kita seperti, 'Apa yang kalian lakukan?'. Itu membuat Anda frustrasi karena kita tidak bisa memiliki pola pikir seperti itu," kata Giggs yang duduk bersama Rio Ferdinand, Gilberto Silva, Robert Pires dalam jumpa pers jelang laga.

2. Ogah tahu kepribadian lawan

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand (kiri) dan Ryan Giggs (kanan) di SUGBK. (IDN Times/Gabriel).

Karena akan melawan sejumlah legenda Arsenal, Giggs menggambarkan para pemain MU eranya yang ogah kenal dekat dengan kubu The Gunners. Mereka bahkan membatasi interaksi secara personal.

"Kami sebenarnya tidak ingin mengenal satu sama lain. Anda tidak mau tahu bahwa mereka orang-orang yang hebat karena Anda harus sangat fokus pada momen itu, pada menang dalam pertandingan," ujar Giggs.

3. Baru sadar pemain Arsenal ramah usai gantung sepatu

Dari kiri ke kanan: Gilberto Silva, Robert Pires, Rio Ferdinand, Ryan Giggs. (IDN Times/Gabriel).

Pandangan Giggs terhadap para rivalnya baru berubah total setelah gantung sepatu. Pria yang pernah menjadi juru taktik sekaligus pemain MU itu baru menyadari kalau deretan legenda Arsenal macam Gilberto Silva hingga Robert Pires merupakan sosok yang seru.

"Lalu ketika pensiun, saya pernah bermain melawan Gilberto dan Robert (Pires), Anda berpikir, 'Hei, mereka orang-orang yang baik'. Anda duduk, minum kopi bersama. Tapi saat itu (saat masih aktif), Anda tidak bisa melakukan itu," cerita Giggs.

Curated For You

Editorial Team

Related Article