Jelang Duel di SUGBK, Giggs dan Gilberto Kenang Panasnya MU vs Arsenal

Legenda Manchester United dan Arsenal kembali mengenang rivalitas kedua klub sebelum duel di SUGBK.
Ryan Giggs menyebut persiapan mental menghadapi Arsenal dimulai sejak sepekan sebelum laga.
Rivalitas panas tetap melahirkan rasa saling hormat dan mendorong peningkatan level permainan kedua klub.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah legenda Manchester United dan Arsenal akan berduel di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (10/10/2026). Jelang duel, mereka kembali mengenang rivalitas kedua klub pada eranya.
Perwakilan United Legends di jumpa pers jelang laga diwakili duo legenda MU, Rio Ferdinand dan Ryan Giggs. Sementara, kubu North Legend menghadirkan dua legenda Arsenal, Gilberto Silva dan Robert Pires.
Giggs mengungkapkan tekanan menghadapi Arsenal bahkan sudah terasa sejak sepekan sebelum laga dimulai. Senada dengan hal tersebut, Gilberto menegaskan menghadapi skuad Setan Merah menuntut fokus yang ekstra.
Meski kerap diwarnai adu fisik dan konfrontasi panas di lapangan, kedua legenda sepakat rivalitas tersebut justru melahirkan rasa saling hormat. Rivalitas itu juga mendorong masing-masing klub meningkatkan level permainan dari musim ke musim.
1. Lawan Arsenal butuh persiapan mental

Legenda Manchester United, Ryan Giggs di SUGBK. (IDN Times/Gabriel). Pengaruh dua juru taktik kawakan, Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, membuat tensi pertandingan makin membara demi mencuri keunggulan sekecil apa pun. Bukan cuma taktik, tetapi Giggs mengakui MU harus mempersiapkan mental.
"Jika kami akan menghadapi Arsenal pada Minggu, sejak pertandingan sebelumnya kami sudah mengatakan, ‘Baik, berikutnya Arsenal. Mari bersiap menghadapi mereka.’ Persiapannya dimulai satu pekan sebelumnya," ungkap Giggs di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
2. Kesalahan kecil bisa berujung fatal di lapangan

Legenda Arsenal, Gilberto Silva di SUGBK. (IDN Times/Gabriel). Senada dengan Giggs, Gilberto menyatakan kalau menghadapi MU menuntut fokus tingkat tinggi. Tingginya kualitas individu pemain asuhan Alex Ferguson memaksa setiap personel di lapangan untuk tampil tanpa cela.
"Bagi kami, ketika menghadapi Manchester United, jika tidak siap, mereka bisa menghancurkan kami di lapangan karena kualitas pemain mereka memang luar biasa," ujar Gilberto.
3. Saling dorong level permainan dan jaga rasa hormat

Dari kiri ke kanan: Gilberto Silva, Robert Pires, Rio Ferdinand, Ryan Giggs. (IDN Times/Gabriel). Ternyata, rivalitas panas itu juga merawat performa kedua klub. Tensi tinggi di lapangan, diakui Gilberto, mendorong MU dan Arsenal untuk terus meningkatkan standar permainan dari musim ke musim.
"Terlepas dari rivalitas itu, saya pikir masing-masing tim turut berkontribusi dalam membantu tim lainnya meningkatkan level permainan dari musim ke musim," ucap Gilberto.
























