5 Pengguna Nomor Punggung 27 Paris Saint-Germain sebelum Dro Fernandez

Pada bursa transfer Januari 2026 ini, Paris Saint-Germain berhasil mendatangkan gelandang muda Barcelona, yaitu Pedro Fernandez Sarmiento atau biasa disapa Dro Fernandez. Pemain yang memiliki darah Filipina dari ibunya ini dibeli dengan biaya 6 juta euro atau sekitar Rp119 miliar untuk memperkuat lini tengah skuad asuhan Luis Enrique. Menariknya, gelandang muda asal Spanyol tersebut akan menggunakan nomor punggung 27 untuk musim debutnya di Parc des Princes.
Mungkin jersey dengan nomor punggung 27 tidak seikonik nomor 7 milik Mbappe atau nomor 10 milik Neymar dan Messi. Namun, nomor ini pernah melekat di punggung para pemain yang memberikan kontribusi besar bagi kejayaan Les Parisiens di kancah domestik maupun Eropa. Sebelum talenta muda Spanyol ini datang, nomor punggung 27 telah melewati berbagai generasi. Siapa saja mereka? Berikut adalah lima pengguna nomor punggung 27 Paris Saint-Germain sebelum Dro Fernandez.
1. Cher Ndour sang wonderkid Italia yang lebih banyak dipinjamkan
Cher Ndour datang ke Paris dengan status sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dari akademi Benfica. Ia didatangkan dengan status bebas transfer setelah kontraknya di Benfica habis. Memilih nomor punggung 27, gelandang bertubuh jangkung ini diproyeksikan sebagai suksesor lini tengah Paris Saint-Germain di bawah asuhan Luis Enrique.
Sayangnya, Ndour tidak mendapatkan menit bermain yang cukup di skuat utama karena ketatnya persaingan di lini tengah, sehingga ia lebih sering dipinjamkan ke beberapa klub sebelum akhirnya ia dibeli oleh Fiorentina dengan biaya sebesar 5 juta euro. Walaupun karirnya tidak terlalu baik selama berada di Paris, namun Ndour mewakili kebijakan baru dari Paris Saint-Germain yang kini lebih melirik investasi jangka panjang daripada sekadar membeli pemain matang dengan harga yang fantastis.
2. Idrissa Gueye sang jenderal pengangkut air yang menjaga lini tengah
Idrissa Gana Gueye adalah definisi dari kerja keras. Mengenakan nomor 27 dalam dua periode kepemimpinannya, Gueye menjadi sosok vital yang memberikan keseimbangan di lini tengah saat barisan penyerang bintang Paris Saint-Germain asyik menyerang. Ia adalah kunci kesuksesan dari Paris Saint-Germain saat mencapai final Liga Champions 2020. Selama berseragam Les Parisiens, Gueye mencatatkan lebih dari 100 penampilan dengan dedikasi yang luar biasa di lini tengah.
Gueye sendiri diboyong dari Everton pada tahun 2019 dengan biaya mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp510 miliar. Setelah memberikan pengabdian selama tiga musim dan membantu tim meraih berbagai trofi domestik, Gueye akhirnya dilepas kembali ke klub lamanya, Everton, pada 2022 dengan mahar sekitar 4 juta euro atau sekitar Rp68 miliar. Meski secara angka transfer menurun, namun kontribusinya di lapangan dinilai sangat sepadan.
3. Moussa Diaby yang terkenal dengan dribbling dan kecepatannya
Sebelum bersinar di Bundesliga dan Premier League, Moussa Diaby adalah permata asli akademi Paris Saint-Germain yang mengenakan nomor punggung 27. Di bawah arahan Thomas Tuchel, Diaby menunjukkan kecepatan dan kemampuan dribbling yang sangat memukau. Meskipun ia harus bersaing dengan nama-nama besar di lini depan seperti Neymar dan Angel Di Maria, setiap kali ia diberi kesempatan, Diaby selalu mampu memberikan dampak instan lewat assist maupun gol-golnya untuk tim.
Sepanjang musim 2018/2019, ia mencatatkan performa yang impresif dengan torehan 4 gol dan 7 assist, sebuah catatan yang membuktikan ia memiliki kontribusi yang luar biasa bagi tim. Namun, ambisinya untuk menjadi pemain inti secara reguler membuatnya harus berpisah dengan klub masa kecilnya tersebut dengan melanjutkan kariernya ke Bundesliga setelah Bayer Leverkusen memboyongnya dengan harga 15 juta euro atau sekitar Rp255 miliar demi mendapatkan menit bermain dan untuk mencari tantangan yang baru dalam karirnya.
4. Javier Pastore yang memberikan keindahan dalam permainan PSG
Javier Pastore bukan sekadar pemain, ia adalah pernyataan dari ambisi besar Paris Saint-Germain yang baru kala itu. Sebagai rekrutan besar pertama setelah PSG diakuisisi oleh QSI, Pastore adalah pemilik nomor 27 yang paling ikonik. Selama tujuh musim dari musim 2011/2012–2018/2019, "El Flaco"berhasil menyihir publik Paris dengan umpan-umpan visioner dan teknik dribbling yang sangat elegan. Meskipun kariernya sering terhambat karena cedera, namun ia masih tetap berkontribusi besar bagi tim dengan mencetak 45 gol dan 61 assist dari 269 laga yang dimainkan, menjadikannya salah satu pemain yang paling diingat dan dicintai oleh fans.
Nilai transfer Pastore menjadi tonggak sejarah baru di sepak bola Prancis kala itu. Paris Saint-Germain menebusnya dari Palermo dengan biaya yang fantastis, yakni sebesar 42 juta euro atau sekitar Rp714 miliar pada 2011. Nilai ini memecahkan rekor transfer liga saat itu. Setelah pengabdian panjang dan mulai kehilangan tempat di tim utama, Pastore akhirnya hijrah ke AS Roma pada 2018 dengan nilai transfer sebesar 24,7 juta euro atau sekitar Rp420 miliar. Sebuah angka yang masih cukup tinggi mengingat usianya yang sudah mulai menua saat itu.
5. Younousse Sankhare dari akademi dan berhasil menembus tim utama
Younousse Sankhare mewakili era di mana Paris Saint-Germain masih sangat mengandalkan pembinaan pemain muda dari akademi mereka sendiri. Sebagai lulusan asli Camp des Loges, Sankhare mendapatkan kepercayaan mengenakan nomor 27 di usianya yang masih sangat muda. Sayangnya, ia bermain di masa transisi klub yang kurang stabil secara prestasi dan finansial, sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman demi mendapatkan jam terbang yang reguler.
Sankhare dikenal sebagai pemain yang lugas dan tidak takut dalam melakukan duel. Meski ia harus menjalani beberapa masa peminjaman untuk mendapatkan waktu bermain, ia akhirnya harus meninggalkan tim masa kecilnya dengan pindah ke Dijon pada 2011 dengan status bebas transfer.
Nomor punggung 27 di Paris Saint-Germain memang memiliki kisah yang beragam, mulai dari gelandang pekerja keras seperti Gueye hingga seniman lapangan hijau seperti Pastore. Kini, menarik untuk melihat bagaimana perjalanan Dro Fernandez sebagai pemilik nomor punggung 27 yang baru di bawah asuhan Luis Enrique.


















