Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyerang Non-Inggris di Liverpool 2025/2026, Ada Salah!
ilustrasi Anfield Stadium (pexels.com/Tembela Bohle)

Liverpool diperkuat 6 pemain yang berposisi sebagai penyerang pada 2025/2026 per 17 April 2026, dengan 5 di antaranya merupakan non-Inggris. Mereka adalah warga negara Italia, Prancis, Mesir, Swedia, dan Belanda. Para juru gedor asing ini juga sedang berjuang mengantar The Reds mendapat tiket otomatis Liga Champions Eropa 2026/2027. Sebab, klub yang ditukangi Arne Slot tersebut menduduki peringkat kelima hingga pekan ke-32 English Premier League (EPL) musim ini.

1. Hugo Ekitike (Prancis) langsung menjadi penyerang tengah utama

Hugo Ekitike langsung mengemban peran sebagai penyerang tengah utama Liverpool pada Premier League 2025/2026. Pemain asal Prancis ini sukses mencuri perhatian publik Anfield. Sebab, dirinya mempunyai penyelesaian akhir tajam. Selain itu, dia aktif turun ke lini kedua demi menjemput bola dan membuka ruang di jantung pertahanan lawan. Namun, sumbangsihnya terhambat cedera achilles dan diperkirakan absen sampai Desember 2026. Hingga pekan ke-32, ia menyumbang 11 gol dan 4 assist dari 28 pertandingan. Di berbagai ajang, merumput 45 kali dengan mengemas 17 gol dan 6 assist musim ini.

Liverpool mengamankan jasa Ekitike setelah membayar 95 juta euro (sekitar Rp1,9 triliun) kepada Eintracht Frankfurt pada musim panas 2025. Pemain yang kini berusia 23 tahun tersebut untuk pertama kali merasakan atmosfer persaingan Premier League. Kehadirannya juga menjadi bentuk investasi jangka panjang The Reds demi menambah opsi rotasi penyerang tengah.

2. Alexander Isak (Swedia) sempat istirahat lama karena patah tulang fibula

Alexander Isak menorehkan rekam jejak mengesankan saat membela Newcastle United. Ini membuatnya sempat menjadi target beberapa klub Eropa. Tak ingin melewatkan bakat menjanjikan, Liverpool rela menggelontorkan biaya fantastis, 145 juta euro (sekitar Rp3 triliun) demi mengamankan tanda tangan pemain kelahiran Solna tersebut pada tenggat waktu musim panas 2025. Dirinya diproyeksikan untuk memperdalam kekuatan penyerang tengah.

Isak sendiri awalnya bisa menambah kedalaman penyerang tengah Liverpool pada Premier League 2025/2026. Pemain yang kini berusia 26 tahun tersebut cerdik mengeksploitasi ruang di pertahanan lawan, mempunyai keterampilan menggiring bola, dan rajin bergerak demi menambah opsi umpan bagi rekan. Tak berjalan lancar, patah tulang fibula sempat membuatnya beristirahat lama. Dirinya baru merumput 11 kali dengan menyumbang 2 gol dan 1 assist hingga pekan ke-32. Di berbagai kompetisi, dia dipasang 19 pertandingan dengan mencetak 3 gol dan 1 assist musim ini.

3. Federico Chiesa (Italia) merupakan sosok versatile di sektor depan

Federico Chiesa masih kesulitan memperoleh menit bermain bersama Liverpool pada Premier League 2025/2026. Pemain kelahiran Genova ini lebih sering dipasang sebagai pengganti dalam skema taktik. Meski begitu, ia merupakan sosok versatile yang mampu menempati posisi penyerang bayangan, penyerang tengah, atau penyerang sayap. Dia tetap dibutuhkan untuk meneror pertahanan lawan lantaran memiliki kecepatan, kemampuan dribel, serta membantu melakukan pressing. Dirinya diturunkan 23 pertandingan dengan membuahkan 2 gol dan 1 assist (278 menit) hingga pekan ke-32.

Chiesa sendiri setuju untuk meninggalkan Juventus demi bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2024. Pemain yang kini berusia 28 tahun ini didatangkan seharga 12 juta euro (sekitar Rp243.4 miliar). Ini menjadi pengalaman pertamanya mengembangkan karier di luar Italia. Ia tidak mendapat kesempatan reguler karena kalah bersaing dengan Mohamed Salah di posisi penyerang sayap kanan. Selain itu, performanya sempat terhalang cedera. Sejak berseragam The Reds, dirinya mencetak 5 gol dan 5 assist dari 47 pertandingan di berbagai kompetisi.

4. Mohamed Salah (Mesir) menjalani musim kesembilan bersama Liverpool

Menjalani musim kesembilan memperkuat Liverpool, Mohamed Salah masih sering diplot oleh Arne Slot untuk menempati penyerang sayap kanan utama pada Premier League 2025/2026. Ia juga sempat dirotasi ke penyerang tengah. Dia mempunyai pengalaman dalam memberi teror pertahanan lawan dengan menggabungkan kemampuan dribel, cerdik melakukan pergerakan tanpa bola, dan naluri menciptakan gol. Pemain yang kini berusia 33 tahun ini menyumbang 6 gol dan 6 assist dari 23 pertandingan hingga pekan ke-32.

Liverpool merekrut Salah seharga 42 juta euro (sekitar Rp847,3 miliar) dari AS Roma pada musim panas 2017. Pemain berkebangsaan Mesir ini mengenal atmosfer sepak bola Inggris karena pernah memperkuat Chelsea. Benar saja, dia cepat adaptasi sehingga langsung dipercaya menempati posisi penyerang sayap kanan utama dan menjadi idola publik Anfield berkat performa produktif. Sejak Juli 2017, ia mengemas 256 gol dan 122 assist dari 438 pertandingan di berbagai kompetisi bersama The Reds.

5. Cody Gakpo (Belanda) bisa menempati posisi penyerang sayap kiri atau penyerang tengah

Pada Premier League 2025/2026, Cody Gakpo masih kerap dibutuhkan untuk mengancam lini pertahanan lawan melalui sisi kiri penyerangan Liverpool. Pemain kelahiran Eindhoven ini juga beberapa kali digeser sebagai penyerang tengah. Ini membuatnya mengumpulkan banyak menit bermain. Sebab, ia memiliki kemampuan dribel, naluri mencetak gol, dan cerdas melakukan penempatan posisi. Dengan tinggi 193 cm, ia bisa duel udara. Hingga pekan ke-32, ia menyumbang 6 gol dan 4 assist dari 30 pertandingan (2.244 menit).

Dengan biaya 42 juta euro (sekitar Rp847,7 miliar), Gakpo didatangkan Liverpool dari PSV Eindhoven pada musim dingin 2023. Selain mampu memperkaya opsi rotasi di sektor depan, pemain yang kini berusia 26 tahun ini pernah beberapa kali berperan sebagai gelandang tengah. Ini membuatnya memperoleh banyak menit bermain. Sejak Januari 2023, dirinya merumput 174 kali dengan menyumbang 49 gol dan 22 assist (10.663 menit) di berbagai kompetisi.

Kelima penyerang non-Inggris di atas memperkuat Liverpool pada 2025/2026. Salah dan Gakpo masih sering dipercaya menjalankan tugas penyerang sayap. Chiesa diplot sebagai penyerang pelapis dan Isak baru pulih cedera. Sementara, Ekitike harus melewatkan banyak pertandingan karena mengalami cedera achilles.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy