7 Perbedaan Piala Dunia 2022 dan 2026, Tim hingga Aturan VAR

Ada sejumlah perbedaan antara Piala Dunia 2022 dengan Piala Dunia 2026.
Perbedaannya termasuk jumlah tim yang menjadi 48 negara hingga total 104 pertandingan yang membuat jadwal lebih panjang dan padat.
FIFA juga menerapkan sejumlah aturan baru, seperti jeda minum resmi, perluasan fungsi VAR, larangan menutup mulut saat konfrontasi, serta penindakan tegas terhadap aksi buang waktu.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang. Penyelenggaraannya menandai edisi ke-23 dari turnamen sepak bola terbesar yang pertama kali diadakan pada 1930 silam tersebut.
Membandingkan Piala Dunia 2026 dengan edisi-edisi sebelumnya, terdapat sejumlah perbedaan yang nantinya bakal terlihat, baik itu soal regulasi, penyesuaian aturan di lapangan, dan lain sebagainya. Lebih jelasnya, berikut sederet perbedaan Piala Dunia 2022 dan 2026 yang bisa diketahui. Simak sampai akhir, ya!
1. Jumlah peserta bertambah jadi 48 tim
Salah satu perbedaan paling mencolok bisa dilihat dari jumlah negara pesertanya. Di satu sisi, Piala Dunia 2022 dulu masih diikuti 32 tim. Sementara untuk edisi 2026, kontestannya akan bertambah menjadi total 48 negara.
Penambahan jumlah peserta memberi lebih banyak kesempatan bagi negara-negara lain untuk bisa tampil di Piala Dunia. Terbukti, pada Piala Dunia 2026 nanti ada beberapa negara debutan yang bakal ikut meramaikan turnamen, seperti Uzbekistan, Yordania, Curacao, dan Cape Verde.
2. Jumlah pertandingannya melonjak jadi 104 laga
Mengingat jumlah pesertanya yang bertambah, total pertandingannya pun ikut melonjak drastis. Sebagai perbandingan, Piala Dunia 2022 hanya memainkan sekitar 64 pertandingan, mulai dari babak grup hingga final.
Nah, pada Piala Dunia 2026 nanti, jumlah pertandingannya akan mencapai total 104 laga. Rinciannya termasuk 72 pertandingan di babak grup, 16 laga di fase 32 besar, 8 pertandingan di 16 besar, 4 laga di perempat final, 2 pertandingan di semifinal, dan 1 laga terakhir di final. Artinya, durasi kompetisi bakal menjadi lebih panjang dan jadwal pertandingannya akan jauh lebih padat dibanding edisi sebelumnya.
3. Digelar di tiga negara sekaligus
Piala Dunia 2022 sebelumnya hanya berlangsung di satu negara, yaitu Qatar. Untuk edisi 2026, FIFA telah menunjuk tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Perubahan tersebut akan menjadikan edisi 2026 ini sebagai salah satu Piala Dunia paling unik. Pasalnya, baru kali ini dalam sejarah Piala Dunia ada tiga negara yang menjadi tuan rumahnya. Edisi 2002 bahkan masih kalah karena waktu itu hanya ada dua negara tuan rumah, yakni Korea Selatan dan Jepang.
4. Aturan jeda minum
Aturan cooling break atau jeda minum tentu biasanya hanya berlaku dalam pertandingan yang berlangsung pada cuaca panas ekstrem. Namun, sedikit berbeda untuk Piala Dunia 2026.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA memberlakukan jeda minum selama 3 menit di tengah setiap babak. Tujuannya, sebagai komitmen untuk kesejahteraan para pemain di lapangan. Selain itu, jeda minum ini juga bisa menjadi kesempatan bagi mitra siaran Piala Dunia untuk menayangkan lebih banyak iklan.
5. Fungsi VAR diperluas
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) masih tetap digunakan pada Piala Dunia 2026, tapi dengan fungsi yang makin luas. FIFA dan IFAB melalui aturan barunya ingin mendorong penggunaan VAR yang lebih aktif untuk membantu wasit mengambil keputusan penting di lapangan.
Biasanya, penggunaan VAR utamanya dilakukan untuk goal checking, cek offside, handball hingga potensi kartu merah. Nah, kini VAR juga bisa meninjau kartu kuning kedua hingga intervensi kesalahan dalam pengambilan tendangan sudut.
6. Menutup mulut saat konfrontasi bisa kena kartu merah
Salah satu perubahan yang cukup menyita perhatian adalah soal perilaku pemain saat berdebat di lapangan. Dalam Piala Dunia 2026, pemain yang menutup mulut ketika melakukan konfrontasi atau berbicara dengan lawan maupun wasit bisa dianggap menyembunyikan ucapan tidak pantas atau diskriminatif.
Karena itu, tindakan demikian berpotensi diganjar kartu merah. Aturan ini mulai berlaku setelah insiden yang melibatkan Gianluca Prestianni dari Benfica ketika dituduh melontarkan hinaan diskriminatif terhadap Vinicius Jr dengan mulut tertutup.
7. Penindakan tegas untuk pemain yang sengaja ulur waktu
Perbedaan lainnya terlihat dari aturan yang dibawakan FIFA terhadap aksi time wasting atau buang-buang waktu. Pada Piala Dunia 2026, diberlakukan sejumlah aturan baru untuk mengurangi ulur waktu.
Contohnya seperti batas waktu kiper memegang bola, percepatan pergantian pemain hingga aturan lemparan ke dalam yang kini lebih ketat. Tujuannya agar pertandingan berjalan lebih efektif dan penonton tidak akan sering melihat para pemain membuang waktu di lapangan.
Demikian tadi sejumlah perbedaan Piala Dunia 2022 dan 2026 yang bisa diketahui. Bagaimana menurutmu?
FAQ seputar perbedaan Piala Dunia 2022 dan 2026
| Apa saja perbedaan Piala Dunia 2022 dan 2026? | Contohnya termasuk penambahan tim menjadi 48 negara, jumlah pertandingan yang melonjak hingga 104 laga, tiga negara jadi tuan rumah, aturan jeda minum setiap babak, perluasan fungsi VAR hingga potensi kartu merah untuk pemain yang menutup mulut saat konfrontasi. |
| Piala Dunia 2026 kapan? | Piala Dunia 2026 berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. |
| Apa ada perubahan regulasi di Piala Dunia 2026? | Ya, ada sejumlah perubahan regulasi di Piala Dunia 2026. Selain penambahan jumlah tim, ada beberapa aturan baru untuk memperketat kedisiplinan di pertandingan. Misal seperti batas waktu tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan lainnya. |
| Bagaimana sistem Piala Dunia 2026? | Piala Dunia 2026 diikuti total 48 tim peserta yang dibagi menjadi 12 grup. Nantinya, dua tim teratas dari masing-masing grup dan 8 tim peringkat tiga terbaik akan melaju ke fase knockout 32 besar. Setelah itu, skemanya akan terus berlanjut ke 16 besar, perempat final, semifinal hingga final. |
















