Perjalanan Leo Carnando/Daniel Marthin Menjuarai Taipei Open 2026

- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membawa Indonesia meraih satu gelar di Taipei Open 2026 usai mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Aaron Tai pada final.
- Leo/Daniel menjuarai turnamen dengan lima kemenangan, termasuk atas pasangan tuan rumah, Jepang Haruki Kawabe/Kentra Matsukawa, serta unggulan keenam Jepang Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita.
- Final berlangsung 42 menit dan dimenangi Leo/Daniel 23-21, 21-19; gelar Taipei Open menjadi titel kedua mereka pada musim 2026 setelah Thailand Open.
Taipei Open 2026 resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026). Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar juara melalui sektor ganda putra berkat penampilan mengesankan dari pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang sukses mengalahkan wakil Malaysia pada partai final.
Keberhasilan tersebut menjadi gelar kedua Leo/Daniel pada musim 2026 setelah gelar juara di Thailand Open 2026 lalu. Gelar juara tersebut sekaligus mengakhiri penampilan buruk mereka di BWF World Tour sejak kemenangan di Thailand Open 2026. Menariknya, perjalanan menuju gelar juara tidak sepenuhnya mudah karena mereka harus melewati sejumlah pasangan tangguh sejak babak pertama hingga final. Berikut perjalanan Leo Carnando/Daniel Marthin menjuarai Taipei Open 2026.
1. Mempermalukan ganda putra tuan rumah pada babak pertama
Perjalanan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di Taipei Open 2026 dimulai dengan melawan ganda putra tuan rumah pada babak pertama. Mereka dihadapkan dengan Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan yang saat ini bertengger di peringkat 39 dunia. Dalam pertandingan ini, Leo/Daniel meraih kemenangan dengan sangat mudah. Mereka hanya perlu bertarung 2 game langsung dalam waktu 30 menit dengan skor telak 21-12 dan 21-12.
2. Menang atas ganda putra Jepang pada babak kedua
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melalui laga yang cukup alot pada babak kedua Taipei Open 2026. Setelah menang mudah pada babak pertama, mereka harus berjibaku pada babak ini dengan pertarungan 3 game yang berlangsung selama 51 menit. Duel itu mereka jalani dengan menghadapi ganda putra Jepang, Haruki Kawabe/Kentra Matsukawa. Mereka menang dari pasangan peringkat 63 dunia itu dengan skor 21-12, 14-21, dan 21-18.
3. Kembali menaklukkan ganda putra tuan rumah pada perempat final
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali dihadapkan dengan ganda putra tuan rumah pada perempat final Taipei Open 2026. Kali ini, lawan yang mereka hadapi adalah Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng yang saat ini menghuni peringkat 55 dunia. Laga ini diselesaikan dengan cukup mudah oleh Leo/Daniel. Mereka mengantongi kemenangan 2 game langsung dengan skor 21-11 dan 21-17 hanya dalam waktu 32 menit.
4. Membekuk ganda putra unggulan asal Jepang pada semifinal
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin baru bertemu dengan sesama ganda putra unggulan pada semifinal Taipei Open 2026. Pada babak ini, mereka menghadapi Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita asal Jepang yang diunggulkan di urutan keenam. Meskipun menghadapi pasangan yang lebih diunggulkan, Leo/Daniel tetap sukses mengunci kemenangan. Mereka bahkan membukukan kemenangan 2 game langsung dalam laga yang hanya berlangsung selama 34 menit dengan skor 21-18 dan 21-10.
5. Menyingkirkan ganda putra unggulan asal Malaysia pada final
Pada laga final Taipei Open 2026, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berkesempatan menghadapi ganda putra Malaysia yang baru dipasangkan sekaligus unggulan kelima, yakni Aaron Chia/Aaron Tai. Dalam laga yang menjadi pertemuan pertama mereka ini Leo/Daniel berhasil merengkuh kemenangan. Mereka menang lewat duel sengit 2 game yang berjalan selama 42 menit dengan skor tipis 23-21 dan 21-19. Kemenangan itu memastikan gelar juara menjadi milik Leo/Daniel.
Gelar juara Taipei Open 2026 menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Leo/Daniel menjelang rangkaian turnamen besar berikutnya. Mereka menunjukkan permainan yang konsisten sepanjang turnamen dan mampu tampil tenang pada laga-laga krusial hingga memastikan trofi juara.
Hasil tersebut juga menjadi sinyal positif bagi sektor ganda putra Indonesia yang terus menunjukkan daya saing di BWF World Tour. Jika mampu mempertahankan performa seperti di Taipei Open, Leo/Daniel berpeluang kembali bersaing dalam perebutan gelar pada turnamen-turnamen berikutnya.




















