Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, di laga FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Saat duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memasuki menit krusial, Diks menghampiri pelatih John Herdman ke pinggir lapangan. Dia meminta izin untuk menjadi striker, atau memang perlu diganti dengan pemain karakter menyerang.
Karena Herdman ingin Diks tetap memimpin rekan-rekannya di atas lapangan, sang kapten pun diperbolehkan untuk lebih sering berada di kotak penalti lawan. Permintaan itu ditebus Diks lewat golnya yang membawa Timnas unggul 8-2 menit 90+6, semenit sebelum Mitchell Baker memastikan kemenangan 9-2.
"Ya, 30 menit terakhir sangat berat bagi saya. Namun, saya mencoba untuk mendorong semua orang di sekitar saya. Saya tidak hanya berjuang untuk diri saya sendiri, saya berjuang untuk semua orang yang ada di sekitar. Dan itulah saya berkata kepada pelatih apakah saya perlu digantikan atau menjadi seorang striker. Karena dengan begitu saya bisa tetap di lapangan dan menunggu bola sebentar serta tidak bermain dengan 10 orang. Jadi, dia setuju dan saya tetap main sebagai seorang striker dan saya mencetak gol," kata Diks selepas laga.