Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persita Kutuk Kerusuhan Suporter: Stadion Bukan Tempat Menyakiti!
Situasi Persita vs Persija di Super League 2026/27. (Dok. Istimewa)
  • Kerusuhan terjadi menjelang kick-off babak kedua laga Persita kontra Persija di Banten International Stadium.

  • Sejumlah suporter terluka, sementara Persita memberikan pertolongan medis dan mengumpulkan bukti insiden.

  • Persita menegaskan stadion harus aman bagi semua kalangan dan menolak kekerasan atas nama rivalitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (17/10/2026)

Kerusuhan mencoreng laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta di Banten International Stadium. Kericuhan pecah menjelang kick-off babak kedua dan membuat pertandingan tertunda cukup lama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kerusuhan pecah menjelang kick-off babak kedua laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta dan membuat pertandingan tertunda cukup lama.
  • Who?
    Sejumlah oknum suporter tuan rumah, suporter dari kedua kubu, manajemen Persita, I.League, dan aparat kepolisian setempat.
  • Where?
    Kericuhan terjadi di area tribune Banten International Stadium (BIS), Banten.
  • When?
    Sabtu (17/10/2026), pada lanjutan Super League musim 2026/27.
  • Why?
    Kerusuhan berawal dari provokasi sejumlah oknum suporter tuan rumah. Motif lebih lanjut masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • How?
    Bentrokan terjadi di area tribune dan menyebabkan suporter dari kedua kubu terluka. Persita memberikan pertolongan medis serta mengumpulkan bukti visual dan kesaksian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kerusuhan terjadi saat pertandingan Persita melawan Persija di stadion. Beberapa suporter terluka karena bentrokan. Persita memberi pertolongan medis dan mengumpulkan bukti. Klub juga berbicara dengan I.League dan polisi. Persita ingin stadion menjadi tempat aman untuk keluarga, anak-anak, dan semua orang yang menonton sepak bola.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persita mengambil langkah dengan memberikan pertolongan pertama kepada korban, mengumpulkan bukti visual dan kesaksian, serta berkoordinasi dengan I.League dan kepolisian. Sikap ini memperlihatkan adanya upaya penanganan terhadap insiden sekaligus penegasan bahwa stadion perlu menjadi ruang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan kembali mewarnai sepak bola Indonesia. Kali ini, insiden itu mencoreng laga Persita Tangerang kontra Persija Jakarta pada lanjutan Super League musim 2026/27 di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10/2026).

Berawal dari provokasi sejumlah oknum suporter tuan rumah, kericuhan pun pecah menjelang kick-off babak kedua dan membuat laga tertunda cukup lama. Persita pun mengutuk keras segala bentuk kekerasan di dalam stadion.

1. Lagi kumpulkan bukti

Bentrokan yang terjadi di area tribune itu menimbulkan korban luka dari kedua kubu suporter. Manajemen Persita memastikan pihaknya telah memberikan pertolongan pertama secara medis kepada para korban di lokasi kejadian.

Saat ini, pihak klub tengah bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti visual maupun kesaksian terkait insiden memalukan tersebut. Mereka juga intens berkoordinasi dengan I.League dan aparat kepolisian setempat untuk menyusun laporan demi menindak tegas para provokator.

2. Sepak bola harus aman untuk keluarga dan anak

Persita sangat menyayangkan tindakan segelintir oknum yang merusak esensi sepak bola sebagai hiburan rakyat. Klub berjuluk Pendekar Cisadane itu menekankan stadion harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

"Sangat disayangkan apabila kejadian seperti ini justru meninggalkan rasa takut, trauma, dan pengalaman buruk bagi para penonton yang hadir," tulis pernyataan resmi Persita.

3. Stadion bukan tempat menyakiti

Dalam pernyataannya, Persita secara lugas menyatakan perang terhadap segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Manajemen menegaskan tidak ada ruang sedikit pun bagi tindakan anarkis yang membahayakan nyawa orang lain atas nama rivalitas.

"Sepak bola adalah tentang kebersamaan, bukan kekerasan. Stadion adalah tempat untuk mendukung, bukan untuk saling menyakiti," tulis Persita.

Curated For You

Editorial Team

Related Article