Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Program Satu Anak Satu Bola, Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi
Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Intinya sih...
  • Program Satu Anak Satu Bola bertujuan mendorong pemerataan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.
  • Pembinaan usia muda tidak hanya soal teknis olahraga, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai sportivitas.
  • PSSI menyambut baik program ini karena sejalan dengan kebutuhan dasar pembinaan sepak bola nasional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Program bertajuk Satu Anak Satu Bola resmi diluncurkan oleh MaPan FC di Bekasi International Soccer Field, Bekasi, Minggu (25/1/2026). Sebanyak 1000 bola dibagikan kepada 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Bekasi dan Jakarta.

Program tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan konkret untuk pembinaan sejak usia dini. Diharapkan para pemain muda memiliki akses latihan lebih maksimal.

Semula kegiatan positif itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Namun, pria yang menjabat sebagai Pembina MaPan FC itu tidak bisa hadir karena dipanggil Presiden Prabowo Subianto, ke Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

1. Upaya mendorong pemerataan pembinaan sepak bola usia dini

Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi
Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo, mengatakan program tersebut lahir upaya mendorong pemerataan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Konsep peluncuran itu yakni setiap anak menerima satu bola secara langsung.

"Alhamdulillah, hari ini kami meluncurkan program Satu Anak Satu Bola. Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi akan terus bergerak ke seluruh Indonesia," ujar Eko.

Pria yang akrab disapa Eko Patrio itu menambahkan, program ini akan dijalankan secara berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia. Setiap wilayah nantinya akan menjadi basis pelaksanaan program serupa.

"Dengan satu anak satu bola, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap sepak bola sejak dini. Sentuhan pertama terhadap bola itu sangat penting bagi perkembangan pemain," kata Eko.

2. Pembinaan usia muda tak cuma soal teknis

Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi
Program Satu Anak Satu Bola di Bekasi. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Eko menegaskan pembinaan usia muda tidak hanya berfokus pada aspek teknis olahraga, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui sepak bola, anak-anak diajarkan nilai sportivitas, kejujuran, kerja sama tim, serta mental juara.

"Tadi kita lihat sendiri, anak-anak mengambil bola satu per satu dengan tertib. Di situ ada kejujuran, ada disiplin, dan ada nilai kebersamaan. Itu bagian dari pendidikan karakter," ujar Eko.

Eko juga memastikan program ini tidak berhenti pada pembagian bola semata. Ke depan, akan mengintegrasikan program tersebut dengan sistem pembinaan melalui SSB, kompetisi usia dini, serta proses penyaringan bakat.

"Kami akan bekerja sama dengan PSSI untuk pola kompetisi dan pembinaan. Dari sana nanti kami klasifikasi, kami bina anak-anak berbakat agar bisa menjadi pemain yang handal," kata pria asal Nganjuk, Jawa Timur itu.

3. PSSI sambut baik program ini

bola di gawang
ilustrasi bola bersarang di gawang (pixabay.com/neelam279)

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menilai program Satu Anak Satu Bola sejalan dengan kebutuhan dasar pembinaan sepak bola nasional. Dia menuturkan, jika konsep ini diterapkan secara luas di seluruh SSB, maka Indonesia memiliki harapan besar terhadap masa depan sepak bola nasional.

"Kami senang karena ini menjadi salah satu yang terdepan memberikan perhatian pada sepak bola usia dini. Anak-anak itu butuh sentuhan bola. Semakin sering menyentuh bola, semakin baik kualitas pemain ke depan," ujar Arya.

PSSI juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Asprov dan Askab/Askot PSSI di daerah agar program ini dapat meningkatkan gairah sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Kuota ASEAN di Liga Thailand Dihapus, Nasib Pemain Indonesia?

26 Jan 2026, 16:04 WIBSport