MilkLife Soccer Challenge Jangkau Bibit Potensial Kalimantan

- Seri kedua MLSC jangkau talenta putri Kalimantan, didukung oleh Jacksen F Tiago dan Timo Scheunemann.
- Animo peserta MLSC meningkat drastis dari 5.163 menjadi 17.492 peserta, menciptakan efek domino dengan menjamurnya SSB putri di berbagai daerah.
- Ekspansi MLSC ke Kalimantan didukung oleh Bayan Peduli untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri di daerah tersebut.
Jakarta, IDN Times - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) memasuki seri kedua musim 2025/26. Dalam seri kedua, pengembangan sepak bola usia dini putri itu menjangkau Pulau Kalimantan sebagai tuan rumah baru.
MLSC akan membidik talenta sepak bola putri Samarinda dan Banjarmasin pada 23-26 April. Ekspansi itu sekaligus menggenapkan total penyelenggaraan MLSC menjadi 12 kota.
1. Duetkan Jacksen F Tiago dan Timo Scheunemann

Seri kedua akan berjalan lebih menarik. Timo Scheunemann tak lagi bekerja seorang diri. Ia akan berduet dengan Jacksen F Tiago dalam memantau dan mengembangkan bibit putri Tanah Air.
"Ya, latar belakangnya adalah karena memang MLSC telah bertumbuh sangat pesat. Kita masuk ke seri kelima tahun kedua setengah tahun ini, itu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, pertumbuhan yang sangat pesat sehingga dibutuhkan sumber daya yang lain," kata Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Di mana pada saat ini kita penyelenggaraan sudah menambah dua kota lagi menjadi 12, otomatis kita perlu pengembangan organisasi juga karena organisasinya bertumbuh sehingga kita perlu penambahan, penambahan human resources, sumber daya manusianya. Sehingga akhirnya setelah melihat beberapa kandidat ya yang kita review, akhirnya kita sepakat untuk memilih Coach Jackson," ujar Teddy.
2. Animo peserta meninggi!

Kabar baiknya, animo sepak bola putri naik tajam. Pada seri pertama 2024, hanya diikuti 5.163 peserta. Kini, ini angka tersebut melonjak drastis pada seri pertama 2025/26 menembus 17.492 peserta. Fenomena itu menciptakan efek domino dengan menjamurnya sekolah sepak bola (SSB) khusus putri di berbagai daerah.
"Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang sangat kami harapkan. Hadirnya Jacksen yang reputasinya sudah tak diragukan lagi sebagai pelatih ataupun pemain juga kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta meningkatkan prestasi pada MLSC," ucap Teddy.
3. Gandeng Bayan Peduli

Ekspansi MLSC ke Kalimantan tak lepas dari dukungan Bayan Peduli. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyatakan kolaborasi ini merupakan ruang strategis bagi program CSR mereka dan akan berlangsung jangka panjang, demi meningkatkan sepak bola putri Kalimantan.
"Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan. Kami optimistis dari sini akan lahir generasi yang kelak membawa Timnas Indonesia berprestasi di tingkat dunia," ucap Merlin.

















