Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pukulan Keras Buat Arsenal, Kalah di Fase Kritis
Bomber Arsenal, Kai Havertz, usai mencetak gol ke gawang Sporting Lisbon (AFP / Patricia De Melo Moreira)
  • Arsenal kalah 1-2 dari Bournemouth di Emirates Stadium, membuat Mikel Arteta kecewa karena hasil itu bisa dihindari dan berpotensi mengancam posisi puncak klasemen.
  • Arteta menegaskan pentingnya respons positif dari para pemain setelah kekalahan ini, dengan menumbuhkan semangat juang tinggi agar tetap bersaing dalam perebutan gelar.
  • Tiga kekalahan dari empat laga terakhir memperbesar tekanan bagi Arsenal, sementara peluang juara makin terancam oleh Manchester City yang masih punya satu laga tersisa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, begitu kecewa dengan kekalahan anak-anak asuhnya dengan skor 1-2 dari Bournemouth di Emirates Stadium, Sabtu (11/4/2026). Menurut Arteta, hasil itu sebenarnya bisa dihindari dan begitu merugikan buat Arsenal.

Memang, untuk sementara The Gunners masih unggul sembilan poin atas Manchester City. Namun, jaraknya bisa menipis jadi enam, andai ManCity menang atas Chelsea. Bisa juga lebih dekat jadi tiga, karena kedua tim masih berduel secara head-to-head, di putaran kedua Premier League musim ini.

1. Posisi Arsenal kritis

Arteta merasa kekalahan dari Bournemouth bak pukulan keras buat Arsenal di wajahnya. Ketika memimpin klasemen, Arsenal malah diganggu oleh inkonsistensi dan akhirnya kalah, yang membuat potensi kegagalan menjadi juara musim ini.

"Mengecewakan, seperti pukulan keras di wajah yang menyakitkan untuk kami.” ujar Arteta dilansir Daily Mirror.

2. Harus direspons dengan tepat

Bagi Arteta, Arsenal saat ini punya tugas yang berat. Para pemain wajib merespons hasil negatif tersebut dengan cara yang tepat. Semangat juang lebih besar, diminta Arteta, ditunjukkan para pemain Arsenal.

"Sebenarnya, kami konsisten. Tapi hari ini kami banyak membuat kesalahan. Sekarang adalah saatnya kami merespons kekalahan tersebut. Kami butuh sebuah semangat besar dan kembali berjuang untuk kemenangan, atau akan gagal," tambahnya.

3. Tekanan mulai terasa

Arsenal kini mengalami tiga kekalahan dari empat laga terakhirnya. Jelas, ini bukan statistik yang bagus buat Arsenal yang sedang berusaha mengakhiri puasa trofi mayor sejak 2020 lalu. Khusus Premier League, Arsenal terakhir kali juara di era invincibles pada 2004 silam.

Superkomputer belakangan justru memprediksi Arsenal gagal juara. Kekalahan dari Bournemouth dianggap begitu merugikan Arsenal dan mengikis peluang juaranya. Justru, ManCity yang dijagokan bakal jadi juara dengan situasi sekarang. Apalagi, mereka masih memiliki satu laga tabungan yang belum dijalani.

Editorial Team