Sebuah penelitian yang diinisiasi oleh dua fisikawan, Sungchan Hong dan Takeshi Asai, berjudul Orientation-Dependent Drag Crisis and Flight Response of the FIFA World Cup Match Ball Trionda yang dipublikasikan lewat MDPI, menunjukkan adanya kecenderungan pernyataan Hart benar.
Hong dan Asai melakukan eksperimen terhadap bola Trionda dalam terowongan angin. Bola ditempatkan dalam enam posisi berbeda dalam terowongan angin tersebut dan ditemukan hasil yang konsisten. Tujuannya, mereka ingin menguji dan menemukan efek aerodinamis pada bola ini.
Hasil dari temuan dalam eksperimen di dalam terowongan angin kemudian dituangkan dalam perhitungan menggunakan rumus tertentu. Hingga mereka mendapatkan kesimpulan mengenai karakter bola Trionda.
Dari penelitian Hong dan Asai, ada kecenderungan bola Trionda mengalami krisis hambatan ketika melaju dengan kecepatan tertentu. Hal ini juga disebabkan oleh susunan sambungan dan alur di bagian ujungnya yang menciptakan krisis hambatan.
Ketika bola meluncur dengan kecepatan tertentu, lajunya semakin tinggi. Dalam studi tersebut, kondisi ini juga bisa terjadi ketika bola berada di ketinggian tertentu dan berpindah dari kondisi halus ke turbulensi, yang membantunya meluncur lebih cepat.