Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rivalitas Timnas Indonesia dan Malaysia Setara Kanada dan AS
Timnas Indonesia lawan Singapura dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Pelatih Indonesia John Herdman menyadari laga melawan Malaysia sangat penting, setelah merasakan besarnya ekspektasi publik sejak berada di hotel.

  • Indonesia akan menghadapi Malaysia di GBK pada 28 September 2026 setelah keduanya menang pada laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026.

  • Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin di Grup A; pertemuan resmi terakhir berakhir dengan kemenangan Indonesia 4-1 pada Desember 2021.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman memahami besarnya rivalitas Indonesia dengan Malaysia. Dia menyamakan rivalitas kedua negara itu seperti Kanada dan Amerika Serikat (AS).

Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia dalam laga kedua FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.

Timnas Indonesia menaklukkan Singapura 2-0 pada laga pembuka. Sementara itu, Malaysia tampil meyakinkan dengan mengalahkan Bangladesh 3-0. Alhasil, duel nanti diprediksi berjalan seru.

1. Herdman sudah dapat pesan soal Malaysia

Timnas Indonesia lawan Singapura dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Dalam sesi jumpa pers pasca laga, Jumat (25/9/2026), Herdman mengaku sudah merasakan besarnya perhatian terhadap laga Indonesia lawan Malaysia, bahkan sejak berada di hotel tempatnya menginap.

"Setiap hari saat sarapan, orang yang sama mengatakan kepada saya, 'Malaysia, Malaysia, kamu harus menang'," kata Herdman.

Herdman mengaku punya pengalaman mengenai rivalitas sepak bola dari daerah asalnya, Newcastle. Dia paham dengan Derby Tyne-Wear yang mempertemukan Newcastle dan Sunderland.

"Sebagai orang yang berasal dari Newcastle, kami memiliki derby besar dengan Sunderland (Derbi Tyne-Wear). Saya memahami dari banyak orang di hotel tempat saya tinggal betapa pentingnya laga lawan Malaysia," ujar Herdman.

2. Rivalitas Indonesia-Malaysia seperti Kanada-AS

Timnas Indonesia lawan Singapura dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Herdman juga membandingkan rivalitas Indonesia dan Malaysia dengan persaingan Kanada dan Amerika Serikat di kawasan Amerika Utara.

"Jadi, saya memahami bahwa ini adalah pertandingan besar. Ketika saya masih di Kanada, kami biasa menghadapi Amerika Serikat dan itu merupakan laga besar," kata Herdman.

Meski memahami besarnya rivalitas kedua negara, Herdman menegaskan Timnas Indonesia tetap harus memberikan respek kepada Malaysia. Di sisi lain, kemenangan menjadi target yang harus diperjuangkan. Karena itu, Herdman menyadari pertandingan tersebut tidak akan berjalan mudah.

"Apa yang kami berikan di lapangan, para suporter akan mengikutinya bersama kami. Jika kami ingin memenangkan derbi dengan dukungan para suporter di belakang kami, kami harus memberikan segalanya," tegas Herdman.

3. Terakhir jumpa Malaysia di laga resmi pada 2021

Timnas Indonesia lawan Singapura dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Pertandingan di GBK nanti juga menjadi pertemuan pertama Indonesia dan Malaysia dalam lima tahun terakhir. Kedua negara terakhir bertemu pada Piala AFF 2020, tepatnya pada 19 Desember 2021.

Saat itu, Timnas Indonesia yang masih ditangani Shin Tae-yong sukses mengakhiri perlawanan Malaysia dengan kemenangan telak 4-1, sekaligus menyingkirkan Malaysia dari Piala AFF 2020.

Kini, kedua tim kembali bertemu dengan situasi sama penting. Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama mengantongi tiga poin dari laga pertama FIFA ASEAN Cup 2026 dan akan memperebutkan posisi penting di Grup A.

Curated For You

Editorial Team

Related Article