Saat Bezzecchi Kembali Tersenyum Usai Taklukkan Mandalika

Marco Bezzecchi meraih kemenangan di Mandalika setelah menghadapi panas, tekanan balapan, dan masa sulit akibat cedera.
Bezzecchi memilih bersabar membaca situasi sebelum menemukan momentum untuk menyalip Raul Fernandez dan merebut posisi terdepan.
Kemenangan itu mengembalikan kepercayaan dirinya, meski ia masih berada di peringkat tiga klasemen sementara MotoGP dengan lima balapan tersisa.
Jakarta, IDN Times - Panas yang menyengat di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (11/10/2026), menjadi tantangan lain bagi para pembalap yang berlaga dalam MotoGP Indonesia. Terbiasa dengan udara sejuk ala negara empat musim, banyak dari mereka yang kesulitan bersaing dalam memacu motornya.
Bukan tanpa alasan, karena sejumlah pembalap, termasuk Marc Marquez, mengalami masalah fisik saat harus mengaspal di Mandalika. Marquez mengaku sampai pusing ketika membalap di sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut.
Sementara, Fabio Di Giannantonio terlihat begitu lega saat masuk ke dalam ice bath karena cuaca panas yang menyelimutinya.
Sederet kondisi itu membuktikan, jika tantangan di Sirkuit Mandalika bukan cuma soal mengatur motor, teknik balapan, hingga teknologi, tapi juga bagaimana menaklukkan alam.
"Cara terbaik untuk bisa bangkit dari kekecewaan. Rasa frustrasi ketika jatuh di tikungan pertama saat sesi sprint race akhirnya bisa dibayar tuntas," kata Bezzecchi, usai balapan di Mandalika.
1. Momen terbaik di musim 2026

Pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Linggauni) Bezzecchi merasa kemenangan dalam balapan utama di Mandalika menjadi salah satu momen terbaik dalam kariernya musim ini. Sebab, dia sempat dirundung cedera yang parah dan panjang.
Dengan cedera itu, dia kesulitan menemukan performa terbaiknya, yang membuatnya sempat frustrasi. Maka dari itu, kemenangan di Mandalika, sirkuit yang dikenal selalu menyulitkan dan membuat banyak pembalap jatuh, menjadi sebuah momentum baginya untuk bisa kembali menemukan kepercayaan diri.
"Beberapa balapan yang sulit, masa-masa berat, lalu setelah cedera, sulit kembali ke performa terbaik untuk bisa meraih podium. Untungnya, saya bisa melakukannya hari ini. Saya super super senang, bersyukur atas kinerja rekan setim," ujar Bezzecchi.
2. Sabar jadi kunci

Pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi. (IDN Times/Linggauni) Bezzecchi bersaing dengan Raul Fernandez demi bisa menjadi juara di balapan utama. Di awal, pembalap Aprilia Racing itu sebenarnya sempat diasapi oleh Fernandez.
Sejak lap 1 hingga 18, Bezzecchi terlihat masih membaca situasi. Kecepatannya stabil, tak berusaha menyalip, atau melakukan manuver-manuver ekstrem demi mengambil alih posisi terdepan. Hingga akhirnya, Bezzecchi menemukan momentum untuk melakukan overtaking dan merebut posisi terdepan dari Fernandez.
"Tunggu, sabar, lalu pilih momentumnya. Saya merasa Raul memang lebih kuat di awal balapan. Susah melakukan kontak dan tak tertinggal jauh. Setelah beberapa putaran, saya masuk, menemukan ritme, dan mulai memacu motor dengan baik. Itu yang saya lakukan sejak awal. Balapan yang nyaman, saya menikmatinya," kata Bezzecchi.
3. Hingga titik darah penghabisan

Marco Bezzecchi usai crash bersama Raul Fernandez di tikungan 1 pada sesi Sprint Race, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Linggauni) Kemenangan di Mandalika tak membuat posisi Bezzecchi beranjak dari peringkat tiga klasemen sementara MotoGP. Dia tertahan dan jaraknya masih jauh dari dua penguasa klasemen, Jorge Martin serta Marc Marquez.
Meski begitu, dengan lima balapan tersisa, masih ada kemungkinan baginya untuk menyusup ke dalam persaingan gelar.
"Mentalitas saya tetap sama, selalu berjuang demi yang terbaik hingga akhir kompetisi. Mari lanjutkan performa ini," ujar eks pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut.





















