Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Samakan Visi Demi Putus Kutukan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Water Break PSSI Pers soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Dok. PSSI Pers)
  • PSSI menggelar forum diskusi di Jakarta untuk menyatukan visi antara pengurus, pemain, dan pengamat dalam upaya memutus kutukan tanpa gelar di Piala AFF 2026.
  • Ketua BTN Sumardji menegaskan persiapan Timnas Indonesia dilakukan menyeluruh, mencakup aspek teknik, fisik, dan mental agar mampu bersaing merebut trofi ASEAN Hyundai Cup 2026.
  • Para pemain seperti Cahya Supriadi dan Rayhan Hannan menegaskan tekad kuat mengikuti roadmap pelatih John Herdman demi membawa Indonesia meraih gelar juara Piala AFF pertama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia masih dibelit satu kutukan, dengan tak pernah menjadi juara di Piala AFF. Kini, hal tersebut coba diputus dalam edisi ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala AFF 2026).

Demi mencapai visi tersebut, PSSI Pers menggelar forum diskusi bertajuk "ASEAN Hyundai Cup 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia". Acara ini dihelat di N Brand Experience Center, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Forum yang mempertemukan unsur PSSI, pemain, dan pengamat sepak bola ini, menjadi wadah untuk membahas kesiapan Timnas sekaligus membangun optimisme bersama dalam menyongsong target meraih gelar ASEAN pertama.

1. Persiapan sudah dilakukan secara menyeluruh

Water Break PSSI Pers soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Dok. PSSI Pers)

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan Timnas telah menyiapkan diri menyambut turnamen tersebut. Kebutuhan tim sebisa mungkin dipenuhi secara maksimal.

"Sampai saat ini, negara kita belum pernah merasakan indahnya euforia menjadi juara Piala AFF di level senior. Karena itu, menurut saya momentum 2026 ini sangat tepat," kata Sumardji dalam paparannya.

Sumardji menilai perjuangan di Piala AFF 2026 nanti bukan hanya ditentukan oleh kualitas teknik pemain, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Dia pun optimistis Timnas mampu bersaing.

"Saya optimistis pada Piala AFF 2026 nanti kita bisa meraih apa yang menjadi cita-cita, keinginan, dan harapan seluruh masyarakat Indonesia," kata Sumardji.

2. Piala AFF memiliki nilai historis tinggi

Water Break PSSI Pers soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Dok. PSSI Pers)

Pengamat sepak bola, Marco Tampubolon, menilai Piala AFF tetap memiliki nilai historis dan prestise yang tinggi. Menurutnya, status Timnas yang enam kali menjadi finalis tanpa menjadi juara justru membuat turnamen ini semakin penting.

"Sebuah Timnas, pada akhirnya akan dinilai dari trofi yang berhasil diraih. Apa pun turnamen yang diikuti akan menjadi bagian dari sejarah sebuah tim nasional. Semoga pada 2026, Indonesia akhirnya bisa meraih gelar Piala AFF pertama," kata Marco.

3. Para pemain kobarkan optimisme jadi juara

Water Break PSSI Pers soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. (Dok. PSSI Pers)

Optimisme untuk menjadi juara juga dikobarkan oleh pemain Timnas Indonesia, Cahya Supriadi. Dia menegaskan, semua pemain kini memiliki tekad yang sama, yaitu membawa Timnas menjadi juara.

"Kami bertekad untuk menjadi juara. Karena itu, kami akan menjalani seluruh program yang sudah disiapkan oleh coach John (Herdman) dan berusaha melaksanakan setiap menu latihan dengan maksimal," tutur Cahya.

Pemain Timnas Indonesia yang lain, Rayhan Hannan, mengungkapkan Herdman telah menanamkan target juara sejak merumuskan roadmap perjalanan tim. Baginya, hal tersebut menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain untuk mengejar prestasi.

"Target Timnas Indonesia adalah menjadi juara Piala AFF, kemudian melanjutkannya di FIFA ASEAN Cup, dan selanjutnya mencapai target di Piala Asia. Roadmap tersebut secara memberikan motivasi yang lebih besar kepada seluruh pemain," ujar Hannan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article