Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PSSI: ASEAN Cup Bukan Piala Ciki, Timnas Bisa Akhiri Kutukan

PSSI: ASEAN Cup Bukan Piala Ciki, Timnas Bisa Akhiri Kutukan
Diskusi PSSI Pers, Jumat (3/7/2026). (IDN Times/Tino)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia segera bertarung di ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala AFF). PSSI mengajak masyarakat untuk tidak menyepelekan turnamen tersebut, meski hanya berskala Asia Tenggara.

Harapan tersebut diutarakan Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji. Meski berhasil membuktikan diri di Piala Asia 2023 dan melaju jauh dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas belum mampu mematahkan sejarah kelamnya di level ASEAN.

1. Haram remehkan Piala AFF

Ilustrasi trofi Piala AFF. (IDN Times/Sandy Firdaus)
Ilustrasi trofi Piala AFF. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Sumardji menyatakan, fakta kalau Timnas belum pernah menjuarai turnamen tersebut adalah bukti sah betapa bergengsi dan sulitnya kompetisi ini ditaklukkan. Makanya, Sumardji tak sependapat kalau warganet menyebut Piala AFF sebagai turnamen remeh.

"Saya tidak sependapat kalau AFF ini dianggap turnamen apa, ecek-ecek gitu ya, atau kalau netizen menyebutnya (piala) ciki. Saya tidak sependapat. Kenapa? Karena sampai dengan saat ini sejak kita merdeka sampai dengan sekarang, Timnas belum bisa mendapatkan trofi juara lho," kata Sumardji dalam diskusi PSSI Pers, Jumat (3/7/2026).

2. Runner-up jadi prestasi terbaik Indonesia

Timnas Indonesia lawan Mozambik dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Timnas Indonesia lawan Mozambik dalam FIFA Matchday Juni 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Prestasi terbaik Pasukan Garuda di ajang tersebut hanya sebatas runner-up, sebanyak tiga kali. Era 2000-an awal menjadi kejayaan Timnas di turnamen tersebut, dengan menembus final tiga edisi beruntun, 2000-2004.

Apesnya, Timnas selalu tumbang di partai puncak. Thailand menjadi momok, yang menggagalkan misi juara Tim Merah Putih pada edisi 2000 dan 2002. Di edisi 2004, Timnas menyerah dari Singapura, dengan agregat 2-5.

Setelah itu, Timnas justru mulai jarang melaju ke final. Dalam dua dekade terakhir, Indonesia hanya tiga kali mencapai babak puncak, yakni pada edisi 2010, 2016, dan 2020. Semuanya gagal berakhir manis.

3. PSSI yakin Timnas bisa akhiri kutukan

-
Dari kiri ke kanan: Cahya Supriadi, Sumardji, Rayhan Hannan, dalam diskusi PSSI Pers, Jumat (3/7/2026). (IDN Times/Tino)

Sumardji optimistis target juara dapat diwujudkan pada edisi tahun ini. Optimisme mematahkan kutukan itu muncul karena kualitas tim kepelatihan pimpinan John Herdman dan materi pemain yang menunjang.

"Kenapa kami optimis? Karena satu, didukung oleh tim kepelatihan yang menurut kami ini adalah cukup baik, kompeten, dan punya konsistensi," ujar Sumardji.

Share Article
Curated For You

Rayhan Hannan Bocorkan Masuk Skuad TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF

03 Jul 2026, 12:16 WIBSport
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More