Comscore Tracker

Plus Minus Jika Antonio Conte Jadi Manajer Manchester United

Antonio Conte bisa saja bangkitkan taji Manchester United

Jakarta, IDN Times - Manchester United diisukan tengah mencari manajer baru. Dari sekian nama yang tersedia, terselip satu kandidat yang cukup menarik perhatian. Dia adalah Antonio Conte.

Conte memang bukan nama asing di dunia manajerial Eropa. Berbagai prestasi sudah dia raih saat menukangi Juventus, Chelsea, dan Inter Milan. Dia juga pernah menangani Timnas Italia di ajang Piala Eropa 2016. Pengalamannya sudah banyak di Eropa.

Sekarang, Conte disebut-sebut akan jadi manajer baru MU. Mari kita tengok, apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Conte, lalu apakah dia cocok untuk melatih Setan Merah.

1. Kelebihan Antonio Conte

Plus Minus Jika Antonio Conte Jadi Manajer Manchester Unitedsempreinter.com

Secara taktik, harus diakui Conte adalah manajer cerdas. Dia adalah orang yang berjasa membangkitkan skema tiga bek bersama Juventus. Berkat keberanian Conte, banyak manajer yang akhirnya berani juga menggunakan skema tiga bek, meski dianggap sudah usang.

Selain cerdas secara taktik, Conte juga punya semangat yang membara. Tak jarang, ketika timnya mencetak gol, Conte akan berlari sambil berteriak, sekaligus mengepalkan tangan ke udara. Dia juga tidak segan merayakan gol yang timnya cetak bersama fans.

Kecerdasan taktik dan semangat inilah yang jadi bekal Conte dalam menangani MU. Di tangannya, bisa jadi MU tampil dengan skema baru, dan hal tersebut menjadi kejutan bagi tim-tim Premier League lain. Apalagi, Conte juga tentu sudah paham cara mengatasi tekanan di Premier League, karena pernah memimpin Chelsea.

Baca Juga: Pemain Manchester United Mulai Jengkel dengan Solskjaer

2. Kekurangan Antonio Conte

Plus Minus Jika Antonio Conte Jadi Manajer Manchester Unitedpotret Antonio Conte(sempreinter.com)

Meski punya segala kelebihan, Conte juga ada kekurangan. Dia adalah tipikal manajer yang bertangan besi. Tidak cuma kepada pemain, dia juga tidak segan berlaku keras kepada manajemen. Hal itu terjadi saat dia menangani Inter Milan, Juventus, dan Chelsea.

Conte kerap berselisih dengan pemilik klub, jika ada yang tak sejalan dengannya. Saat menangani Juventus dan Inter, dia memutuskan untuk pergi ketika manajemen tidak mau berinvestasi dengan membeli pemain berkualitas. Dia kesal kepada manajemen.

Begitu juga ketika menangani Chelsea, Conte dikabarkan terlibat permusuhan dengan Roman Abramovich dan para pemain Chelsea yang lain. Dia juga sempat ribut ketika menangani Bari dan Atalanta karena permasalahan yang sama. Intinya, Conte tidak segan ribut dengan manajemen klub.

3. Apa Conte cocok buat MU?

Plus Minus Jika Antonio Conte Jadi Manajer Manchester Unitedinstagram/antonioconte

Dengan segala kelebihan dan kekurangan, Conte sejatinya cocok untuk MU. Namun, dia tidak bisa menjadi manajer jangka panjang. Jika sekadar untuk membangun skuat MU dalam waktu pendek, Conte adalah orang yang tepat. Dia bisa mengembalikan mental juara MU.

Akan tetapi, jangan heran jika nantinya kita melihat Antonio Conte ribut dengan manajemen atau pemain MU. Apalagi, saat manajemen MU tidak bisa memenuhi ambisinya untuk membangun skuad. Belum lagi, pria Italia itu juga berpotensi ribut dengan para pemain yang tidak satu visi dengannya.

Baca Juga: Manchester United Jamin Posisi Solskjaer Aman

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya