Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebelum Sihir Messi, Dunia Terkesima Magis Just Fontaine
ilustrasi olahraga sepak bola (pixabay.com/SeppH)
  • Just Fontaine, lahir di Maroko pada 1933, sukses menaklukkan sepak bola Prancis era 1950-an bersama Stade de Reims dengan torehan gol luar biasa dan tiga gelar Division 1.

  • Fontaine mencetak rekor 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia 1958 di Swedia, bahkan menggunakan sepatu pinjaman, membawa Prancis finis di posisi ketiga.

  • Cedera patah kaki memaksanya pensiun dini pada usia 28 tahun, namun ia tetap dikenang sebagai legenda yang membawa PSG promosi dan pemegang rekor abadi Piala Dunia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rekor ada untuk dipecahkan. Namun, dalam sejarah Piala Dunia, ada satu catatan luar biasa yang diyakini tidak akan pernah bisa dilampaui pemain mana pun. Rekor itu memuat 13 gol dalam 1 edisi Piala Dunia yang ditorehkan legenda Timnas Prancis, Just Fontaine.

Dibuat pada 1958 di Swedia, ketajaman Fontaine menjadi berita sensasional. Ketika penyerang modern membutuhkan 4 atau 5 edisi Piala Dunia hanya untuk mendekati angka tersebut seperti Lionel Messi, Fontaine melakukannya hanya dalam rentang waktu 3 minggu. Begini kisah hidup sang juru gedor Les Blues.

1. Lahir di Maroko, tapi berhasil menaklukkan kancah sepak bola Prancis dekade 1950-an

Dilansir FIFA.com, Just Fontaine lahir pada 18 Agustus 1933 di Marrakech, Maroko, yang kala itu masih berada di bawah protektorat Prancis. Bakat sepak bolanya tumbuh di Afrika Utara bersama klub amatir USM Casablanca. Namun, akhirnya ia merantau ke Prancis untuk bergabung dengan Nice pada 1953.

Kariernya baru meroket saat pindah ke Stade de Reims pada 1956 untuk menggantikan legenda Prancis lainnya, Raymond Kopa, yang hijrah ke Real Madrid. Bersama Reims, Fontaine menjelma sebagai striker paling ditakuti dengan mempersembahkan 3 gelar juara Division 1 (cikal bakal Ligue 1) dan mengemas 145 gol hanya dari 152 penampilan. Ia adalah tipikal penyerang murni yang memiliki penempatan posisi di atas rata-rata, akselerasi tinggi, dan penyelesaian akhir mematikan dengan kedua kakinya.

2. Sukses mencetak total 13 gol di Piala Dunia 1958 dengan bermodal sepatu pinjaman

Kisah Just Fontaine di Piala Dunia 1958 Swedia sebenarnya tak masuk akal. Sebelum turnamen dimulai, ia bukan pilihan utama di lini depan Prancis. Namun, cedera yang menimpa striker utama Thadee Cisowski membuka jalan bagi Fontaine untuk masuk ke skuad utama, berduet dengan Raymond Kopa.

Uniknya, Fontaine berangkat ke Swedia tanpa membawa sepatu bola cadangan yang layak. Ini lantaran sepatu yang sering ia gunakan bertanding justru rusak pada sesi latihan. Ia terpaksa meminjam sepasang sepatu cadangan milik rekan setimnya yang berposisi sebagai striker cadangan, Stephane Bruey. Siapa sangka, sepatu pinjaman itu justru membawa magis.

Dilansir Radio Times, Fontaine, yang waktu itu masih berusia 24 tahun, menggila sebab mencetak gol di tiap pertandingan. Mulai dari 3 gol melawan Paraguay (7-3), 2 gol melawan Yugoslavia (2-3), 1 gol melawan Skotlandia (2-1), 2 gol melawan Irlandia Utara (4-0), dan 1 gol melawan Brasil (2-5). Puncaknya, ia memborong empat gol sekaligus ke gawang Jerman Barat dalam perebutan tempat ketiga yang berakhir dengan skor 6-3. Prancis finis di peringkat ketiga dan Fontaine pulang dengan 13 gol dari 6 laga.

3. Terpaksa pensiun dini pada usia 28 tahun setelah mengalami cedera kaki yang parah

Sayangnya, dunia tidak bisa menikmati kehebatan Just Fontaine dalam waktu yang lama. Hanya berselang 2 tahun setelah performa magisnya di Swedia, nasib buruk menghampirinya. Dilansir Diario AS, Fontaine mengalami cedera patah kaki kiri yang sangat parah dalam sebuah pertandingan pada 1960.

Meskipun sempat mencoba bangkit dan menjalani pemulihan, kaki kirinya kembali patah di area yang sama setahun kemudian. Akibat cedera kambuhan tersebut, Just Fontaine terpaksa mengambil keputusan memilukan untuk gantung sepatu pada Juli 1962 dalam usia yang masih sangat muda, 28 tahun. Karier internasionalnya bersama Prancis terhenti di angka 30 penampilan, tetapi dengan torehan yang luar biasa efisien: 30 gol.

4. Just Fontaine sempat menukangi beberapa tim, termasuk Paris Saint-Germain yang dibawa promosi

Setelah pensiun sebagai pemain, Just Fontaine sempat menjajal dunia kepelatihan. Dilansir The Guardian, ia memiliki andil besar saat membawa Paris Saint-Germain (PSG) promosi ke Ligue 1 Prancis pada 1974. Pada 2004, dalam perayaan emas UEFA, Fontaine terpilih sebagai Jubilee Player, pemain terbaik Prancis dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.

Sang legenda mengembuskan napas terakhirnya pada Maret 2023 pada usia 89 tahun. Sepeninggal dirinya, rekor 13 gol dalam 1 edisi Piala Dunia tetap belum dipecahkan. Sebagai perbandingan, top scorer sepanjang masa Piala Dunia, Lionel Messi, membutuhkan 30 pertandingan dalam 6 edisi Piala Dunia untuk mengumpulkan 20 gol.

Sementara itu, Fontaine hanya butuh 6 pertandingan untuk mencetak 13 gol. Seandainya punya karier lebih panjang, mungkin golnya bisa lebih banyak. Namun, nasib telah membawanya ke tempat lain. Pensiun pada usia 28 tahun menjadi ujung dari kariernya sebagai pemain sepak bola yang mentereng.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article