Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Setop Kekerasan, I.League Dorong Sanksi Pengurangan Poin Klub
Dirut PT LIB, Ferry Paulus. (IDN Times/Tino).
  • I.League mendukung langkah tegas PSSI merespons kekerasan suporter dan mendorong sanksi yang lebih berat.

  • Pengurangan poin dapat diterapkan kepada klub jika pelanggaran serius terbukti terjadi di stadion atau area pertandingan.

  • I.League ingin menjaga kehadiran suporter tim tamu dengan memperkuat disiplin, mitigasi risiko, dan komunikasi komunitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Oktober 2022 lalu

Tragedi Kanjuruhan memakan 135 korban jiwa. Kebijakan kehadiran suporter tim tamu kemudian baru kembali diterapkan musim ini.

musim ini

Kebijakan kehadiran suporter tim tamu kembali diterapkan.

akhir pekan lalu

Insiden kekerasan menimpa tim junior Persib Bandung dan suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Ke depannya

I.League akan memperkuat mitigasi risiko pertandingan dan komunikasi intensif dengan berbagai komunitas suporter. Penguatan ketentuan disiplin akan dikoordinasikan bersama PSSI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    I.League mendukung respons tegas terhadap kekerasan suporter dan mendorong sanksi lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub.
  • Who?
    I.League, PSSI, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, klub, dan suporter terlibat dalam kebijakan ini.
  • Where?
    Pelanggaran di dalam stadion atau area regulasi pertandingan menjadi tanggung jawab klub, sedangkan kejadian di luar stadion masuk ranah pidana.
  • When?
    Respons ini disampaikan setelah insiden kekerasan suporter pada akhir pekan lalu.
  • Why?
    Langkah tersebut ditujukan untuk melindungi klub, kompetisi, momentum positif sepak bola Indonesia, serta hak suporter tim tamu.
  • How?
    I.League dan PSSI akan merumuskan regulasi serta kode disiplin baru, memperkuat mitigasi risiko, dan meningkatkan komunikasi dengan komunitas suporter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

I.League ingin aturan sepak bola dibuat lebih tegas setelah ada kekerasan suporter. Klub bisa mendapat hukuman pengurangan poin kalau terbukti lalai di stadion. Ferry Paulus bilang suporter tamu harus tetap boleh datang. Kalau kejadian termasuk pidana dan terjadi di luar stadion, kasusnya diserahkan kepada polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan memperkuat regulasi menunjukkan upaya I.League dan PSSI menjaga perkembangan kompetisi sekaligus melindungi klub serta mayoritas suporter yang tertib. Pembedaan antara pelanggaran disiplin dan tindakan kriminal juga memberi dasar penanganan yang berbeda, sementara komunikasi dengan komunitas suporter tetap disiapkan untuk mendukung kehadiran suporter tim tamu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - I.League mendukung penuh langkah tegas Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam merespons insiden kekerasan suporter pada akhir pekan lalu. Mereka mendorong untuk memperberat sanksi.

I.League bersiap merumuskan regulasi dan kode disiplin baru yang jauh lebih ketat bersama PSSI. Mereka bahkan tidak ragu untuk mendorong penerapan sanksi terberat berupa pengurangan poin bagi klub yang suporternya terbukti berbuat onar.

1. I.League tidak mau sepak bola Indonesia mengalami kemunduran

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyatakan kalau ketegasan ini demi melindungi klub, kompetisi, dan momentum positif yang sedang terbangun. Ferry menilai atmosfer sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang jauh lebih baik dan kompetitif.

Ferry menyayangkan insiden kekerasan yang menimpa tim junior Persib Bandung dan suporter Persija Jakarta, The Jakmania pada akhir pekan lalu. Dia mengingatkan agar rivalitas tidak boleh kelewatan.

"Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Ferry dalam keterangan resminya.

2. Bedakan pelanggaran disiplin dan kriminal

Nantinya, dalam menerapkan sanksi tegas, I.League bakal membedakan antara pelanggaran disiplin pertandingan dan tindakan kriminal murni. Pelanggaran keamanan yang terjadi di dalam stadion atau area regulasi pertandingan sepenuhnya menjadi tanggung jawab klub. Jika terbukti ada kelalaian penyelenggaraan, I.League dan PSSI siap menjatuhkan sanksi berat, termasuk opsi pengurangan poin di klasemen.

Setiap konsekuensi disiplin yang dijatuhkan kepada klub dipastikan akan memiliki dasar regulasi dan pembuktian yang sah. Sementara itu, jika terjadi jauh di luar stadion, itu masuk dalam ranah pidana. Kasus kriminal semacam ini akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

3. Demi menjaga hak suporter tim tamu

Ancaman ini bertujuan untuk melindungi kebijakan kehadiran suporter tim tamu yang baru kembali diterapkan musim ini sejak Tragedi Kanjuruhan yang memakan 135 korban jiwa pada Oktober 2022 lalu.

"Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban," ujar Ferry.

Ke depannya, I.League akan memperkuat mitigasi risiko pertandingan, serta komunikasi intensif dengan berbagai komunitas suporter. Penguatan ketentuan disiplin akan dikoordinasikan bersama PSSI melalui mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Curated For You

Editorial Team

Related Article