Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tegasnya Shin Soal Insiden Penyerangan Bus Jakmania dan Persib U-18

2 min read
Tegasnya Shin Soal Insiden Penyerangan Bus Jakmania dan Persib U-18
Pelatih Persija, Shin Tae Yong, di sesi latihan tim. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Pelatih Persija Shin Tae Yong meminta klub, aparat penegak hukum, dan PSSI bertindak tegas serta menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku penyerangan bus Jakmania dan Persib U-18.

  • Shin menilai klub tetap memiliki tanggung jawab, tetapi tidak dapat dibebani penuh atas insiden yang terjadi di luar perimeter pengawasan, seperti di area istirahat.

  • Ia menolak wacana pengurangan poin bagi klub akibat kericuhan suporter di luar stadion, karena kejadian tersebut dinilai berada di luar kendali manajemen klub.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong, mengambil sikap tegas terkait insiden penyerangan bus Jakmania dan Persib U-18 beberapa hari lalu. Menurutnya, para pelaku layak dihukum berat.

"Jika hal seperti itu terjadi, klub memang harus mengambil sikap tegas terhadap para suporter. Jangan sampai hal serupa terulang lagi," ujar Shin kepada awak media di Bojongsari, Depok, Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Aparat dan PSSI harus bertindak tegas

    Pelatih Persija, Shin Tae Yong, menjalani sesi wawancara di area dalam ruangan bersama awak media.
    Pelatih Persija, Shin Tae Yong, dalam sesi wawancara. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Shin mengungkapkan, selain pihak klub, aparat penegak hukum dan PSSI juga harus mengambil tindakan tegas terkait insiden ini. Para pelaku tak boleh lepas dari hukuman berat.

    "Aparat penegak hukum juga harus menindak dan menghukum para pelaku dengan tegas. PSSI juga mungkin perlu mengambil langkah serupa. Orang-orang yang melakukan tindakan seperti itu harus mendapat hukuman berat," ujar Shin.

  2. 2. Tak setuju jika klub harus bertanggung jawab penuh

    Bus tim EPA U-18 Persib tampak mengalami kerusakan setelah diserang di Batang, menurut dokumentasi yang ada.
    Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

    Meski sadar klub harus bertanggung jawab, Shin mengaku tanggung jawab itu tentu tidak dibebankan secara penuh, apalagi sampai ada pengurangan poin. Sebab, insiden yang terjadi berada di luar perimeter pengawasan klub, termasuk Persija.

    "Bagaimana mungkin pihak manajemen klub bisa mengawasi insiden yang terjadi di tempat seperti rest area? Apakah staf klub harus mengikuti suporter ke mana-mana untuk mencegah hal itu? Itu tidak masuk akal," ujar Shin.

  3. 3. Tak sepakat jika klub harus dapat pengurangan poin

    Bus tim EPA U-18 Persib terlihat dari luar usai diserang di Batang, dengan kerusakan pada salah satu bagian bus.
    Bus tim EPA U-18 Persib diserang di Batang. (Dok. Istimewa)

    Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sempat mewacanakan soal pengurangan poin bagi klub yang suporternya terlibat kericuhan, bahkan di luar area stadion. Namun bagi Shin, hal itu tak masuk akal.

    "Saya rasa, pengurangan poin tidak masuk akal jika diterapkan untuk hal yang berada di luar kendali klub. Pihak berwenang atau PSSI mungkin perlu mengambil tindakan tegas bagi para pelaku penyerangan bus Jakmania dan Persib U-18," kata Shin.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More