Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sorotan HAM Piala Dunia 2026, FIFA Tertekan

Sorotan HAM Piala Dunia 2026, FIFA Tertekan
Presiden FIFA Gianni Infantino. (instagram.com/fifaworldcup)
Intinya Sih
  • Amnesty International menyoroti pelanggaran HAM di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026, termasuk isu migran dan penggunaan kekuatan aparat, serta menuntut FIFA bertanggung jawab menjaga standar HAM.
  • FIFA didesak menunjukkan komitmen nyata terhadap perlindungan HAM melalui tindakan konkret yang mencakup keselamatan pekerja, keamanan suporter, dan perlindungan kelompok rentan selama turnamen berlangsung.
  • Kontroversi HAM berpotensi merusak citra Piala Dunia 2026 dan menggeser fokus publik dari sepak bola ke isu sosial-politik jika FIFA gagal menangani tekanan global dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat menuai sorotan tajam dari kelompok hak asasi manusia. Amnesty International menilai turnamen akbar tersebut berlangsung di tengah situasi yang dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai HAM yang selama ini digaungkan FIFA.

Kritik ini menambah tekanan terhadap badan sepak bola dunia tersebut, yang sebelumnya juga disorot dalam sejumlah penyelenggaraan turnamen besar.

1. Amnesty soroti krisis HAM di AS

Amnesty International mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kondisi HAM di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

Mengutip laporan The Guardian, sejumlah isu krusial menjadi perhatian utama, mulai dari perlakuan terhadap migran hingga praktik penegakan hukum.

Kebijakan imigrasi yang ketat, termasuk penahanan oleh otoritas seperti Immigration and Customs Enforcement (ICE), dinilai berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM. Selain itu, penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan juga menjadi sorotan.

Amnesty menilai FIFA tidak bisa bersikap pasif. Sebagai penyelenggara ajang global, FIFA dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan standar HAM tetap dijaga selama turnamen berlangsung.

2. FIFA didesak beri jaminan nyata

Tekanan terhadap FIFA kian menguat seiring meningkatnya sorotan publik. Sejumlah pihak menilai komitmen FIFA terhadap HAM harus dibuktikan melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan normatif.

Jaminan perlindungan dinilai perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari keselamatan pekerja, keamanan suporter, hingga perlindungan kelompok rentan, termasuk migran.

Tanpa langkah nyata, reputasi FIFA berisiko kembali dipertanyakan. Apalagi, organisasi ini sebelumnya telah menghadapi kritik serupa dalam penyelenggaraan turnamen besar lainnya.

3. Citra Piala Dunia 2026 terancam

Kontroversi ini berpotensi memengaruhi citra Piala Dunia 2026 sebagai pesta sepak bola terbesar di dunia. Isu HAM yang mencuat dapat menggeser perhatian publik dari pertandingan ke persoalan politik dan sosial.

Jika tidak ditangani dengan baik, tekanan global terhadap penyelenggara bisa semakin besar. Hal ini berisiko menciptakan narasi negatif yang membayangi jalannya turnamen.

Di tengah ekspektasi tinggi terhadap Piala Dunia 2026, FIFA kini dihadapkan pada ujian penting: memastikan ajang olahraga tetap menjadi simbol persatuan, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More